Aku dan Musim Dingin

Jepang sudah memasuki musim dingin. Minggu ini, temperatur udara di sekitar tempat tinggal sudah mencapai 8 derajat. Pergi keluar rumah sudah malai malas, jika tidak terpaksa dan mesti ke kampus. Rasanya lebih enak berada di rumah, tidur-tiduran menghangatkan badan di kasur yang hangat -karena menghidupkan selimut listrik- dan ditemani pemanas ruangan. Hangat. Tapi, libur musim dingin masih agak lama. Jadilah, tetap mesti keluar rumah.

Jadi teringat dengan musim dingin pertama, setahun setengah yang lalu. Begitu takut berhadapan dengan suhu mendekati nol. Berada di Bandung saja, aku sudah kedinginan. Padahal suhu di Bandung minimum hanya 20 derajat. Karena itu, tidak mandi sepulang dari kantor setiap harinya adalah hal biasa. Hanya cuci kaki dan cuci tangan. Maka, aku tidak membayangkan seperti apa musim dingin pertamaku.

Baju-baju hangat sudah dipersiapkan. Tips-tips menghadapi musim dingin juga sudah diturunkan oleh teman-teman yang sudah lama tinggal di Jepang. Tapi, tetap saja ketakutan itu ada. Begitu dinginnya! Itu pikirku.

Jika menjelang musim dingin teman-teman Indonesia masih merasakan hangat dan belum menggunakan jaket, aku sudah menggunakan jaket tebal. Maka, saat itu, tentu aku dianggap aneh. Wong belum musim dingin 🙂 Tapi, saat itu, aku memang sudah merasakan kedinginan. Biarlah apa kata orang, yang penting tubuhku hangat.

Musim dingin tahun ini diwarnai dengan merebaknya gejala swine flu di Jepang. Influenza begitu ditakuti di Jepang. Oh yah, influenza di Jepang berbeda dengan influenza di Indonesia yang biasanya hanya dianggap penyakit biasa. Di Jepang, influenza adalah penyakit serius dan penderitanya harus beristirahat di rumah. Ada bermacam-macam jenis influenza di Jepang. Maka, saat musim dingin seperti saat ini, bukan pemandangan yang aneh saat melihat begitu banyaknya orang Jepang yang menggunakan masker penutup hidung.

Tampaknya, aku harus mulai membiasakan diri lagi minum madu hangat selama musim dingin tahun ini. Musim dingin  tahun kemarin, hampir setiap hari aku membawa bekal madu hangat untuk diminum menemani makan siang. Paling tidak, ada cukup energi di badanku untuk tetap hangat dan tidak terlalu merasakan dingin.

Terlepas dari aku yang selalu kedinginan saat musim dingin, di sisi lain aku suka saat musim dingin tiba. Salju, itulah mengapa aku juga menanti saatnya musim dingin. Saat-saat menatap butiran-butiran salju turun ke bumi, atau menatap hamparan putih salju begitu mempesona.

@home, Dec 2009

Iklan

18 pemikiran pada “Aku dan Musim Dingin

  1. Sama jeng saya sangatmenikmati salju tiap ada salju saya malah keluar
    Dan saya senang memandang salju yg terkena matahari, dalam pandangan saya bagai berjuta permata…..
    Selamat menikmati 4 musim jeng, semua musim selalu indah. Di Jpn nya dimana?

  2. Saya mengalami musim dingin perdana ketika bertugas di Namibia-Afrika sebagai anggota Pasukan Pemelihara Perdamaian PBB. Duingin pwol. yang kedua ketika ikut short course di Clingendael Institute di Denhaag, lha bersalju ria, tinggal ngasih sirup saja. Di India juga musim dingin menjelang akhir sekolah, namundi kota nggak sampai ada saljunya.
    Pengalaman yang menarik kan. Waktu ke Tokyo kebetulan nggak sedang fuyu, jadi nyaman.
    Salam hangat dari Surabaya

  3. madu hangat ya?
    Kalo aku malah minum sekoteng dari Indonesia hihihi
    sayang persediaan sudah menipis nih….
    gambarimashou

    terima kasih ya sudah dolan-dolan ke TE
    mohon maaf baru bisa mampir….
    Kapan sih balik ke indonesia nya?

    EM

    • sekoteng? wah, minuman yang lama gak diminum. karena madu mudah di dapat di Jepang, pilihan yang tertinggal cuma madu, mbak imel. tinggal diseduh dengan air panas, jadi deh minum hangat yang menyegarkan..

      selesai sekolahnya masih Maret 2011, mbak imel. masih lama 🙂

  4. Tapi salju tetap menarik ya….
    Udah pernah main ski? Ntar bisa ski bareng suami, mumpung ada salju….kan di Indonesia nggak ada.
    Madu hangat? Perlu tak kasih tahu yang lain nih

  5. Assalamualaikum.

    Saya Ihsan. Salam kenal. Saya mampir ke sini setelah baca komen Mbak di blognya Fakhria. Dan kebetulan saya juga ikut milisnya Mbak Asma Nadia. Jadi pernah baca postingan Mbak Fety di sana.

    Mbak Fety tinggalnya di mana di Jepang? Saya punya teman yang sedang kuliah di Nagoya City University.

    Saya sendiri saat ini sedang kuliah di George Mason University di Fairfax, Virginia. Salju sudah sempat turun hari Sabtu yang lalu.

    Keep warm!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s