Maaf Gerbong Ini Hanya untuk Perempuan!

Cerita kali tentang kereta di Jepang. Karena kuliah di Chiba University, maka pilihan yang tepat adalah tinggal di dekat kampus. Karena itulah, kalau mau pergi ke Tokyo mesti naik kereta selama kurang lebih satu jam. Tergantung, Tokyo bagian mana 🙂 Padahal setiap bulan mesti pergi ke Akasaka, yang juga masuk bagian area Tokyo, untuk mengambil beasiswa bulanan di INPEX Foundation. Perjalanan dari stasiun Nishi Chiba, stasiun terdekat dengan kampusku ke Akasaka ini bisa mencapai waktu 1.5 jam.

Penerima beasiswa INPEX yang berada di area Tokyo dan sekitarnya harus datang setiap bulan, biasanya setelah tanggal 20. Kewajiban ini tidak berlaku bagi penerima beasiswa INPEX yang sekolahnya jauh dari area Tokyo, misalnya Hokkaido University atau Kyushu University. Mereka akan mendapat kiriman setiap bulannya.

Selain mengambil beasiswa perbulan, biasanya juga ada sesi pertanyaan untuk kita. Semacam diskusi kecil apakah kita punya masalah atau gak selama perkuliahan. Ada sisi enaknya juga dengan model kewajiban seperti ini. Ada suasana kekeluargaan, karena setiap bulan pasti ketemu dengan pihak sponsorship.

Masalahnya adalah kalau saat pergi ke Akasaka adalah di waktu pagi hari. Chiba adalah daerah yang relatif dekat dengan Tokyo dengan biaya hidup yang relatif masih murah. Hal ini menyebabkan banyak pekerja di sekitar Tokyo yang memilih tinggal di Chiba dan pulang pergi Chiba-Tokyo. Karena itu, pagi hari dan malam hari, antara pukul 6-10 pagi serta setelah pukul 6 sore, adalah saat terpadat di dalam jalur kereta itu.

Kalau pagi hari mesti ke Akasaka, berarti harus sampai di kantor INPEX sekitar pukul 10.00. Karena, biasanya, ada sekitar setengah jam sesi diskusinya sebelum pulang. Dan setelah jam istirahat siang, bisa sampai lagi di kampus, karena kuliah seringnya siang menjelang sore. Nah, itu berarti harus bertemu dengan saat terpadat di kereta rapid Chiba-Tokyo JR LIne, Tozai Line dan Chiyoda Line. Jalur biasa yang kugunakan dengan ketiga kereta ini adalah menggunakan kereta rapid Chiba-Tokyo JR Line hingga di stasiun Nishi Funabashi, dan dilanjutkan dengan naik kereta bawah tanah Tozai Line sampai dengan stasiun Otemachi, dan terakhir menggunakan kereta bawah tanah Chiyoda Line hingga sampai stasiun Akasaka

Dulu, awal-awal melakoni kebiasaan ini, selalu menguatkan diri untuk bisa melewati perjalanan 1.5 jam setengah itu. Bekal minum mesti ada dalam tas. Atau kalau bisa dihindari, mendingan sekalian sore saja pergi ke Akasakanya. Kebiasaan burukku di tempat umum dengan jumlah orang yang sangat banyak menjadi orang yang seperti kehabisan nafas, lalu pusing-pusing dan yang terburuk menjadi pingsan. Kebiasaan inilah yang membuatku tidak begitu suka pergi ke mall saat sale, kecuali memang mesti mencari sesuatu, dan memilih tempat belanja yang relatif sepi pembelinya.

Suatu pagi, aku harus pergi pagi. Tidak ada waktu yang lain yang memungkinkan pergi ke Akasaka. Itu berarti, harus berada di suasana terpadat di ketiga kereta di atas. Semuanya berjalan baik-baik saja hingga aku menyelesaikan setengah perjalanan sampai stasiun Otemachi. Masalah baru muncul saat aku naik Chiyoda Line. Begitu padat. Hingga berdesak-desakkan. Tentu saja kebanyakan kaum Adam. Beberapa stasiun lagi sebelum sampai Akasaka stasiun, kondisi terburukku saat di tempat ramai mencapai waktunya. Aku pingsan di dalam kereta.

Alhamdulillah, tidak lama karena kereta menejelang berhenti di stasiun terdekat. Tapi, insiden itu cukup mengundang perhatian orang-orang di dalam gerbong yang sama denganku. Mungkin saja, aku dikira orang mabuk, karena di Jepang cukup sering dijumpai orang yang mabuk tertidur begitu saja di dalam kereta. Saat kereta berhenti, kesadaranku pulih kembali. Dan tentu saja sangat terasa lemas. Aku langsung keluar dari kereta. Duduk sebentar di kursi yang terdekat yang bisa kucapai. Minum sesaat dan mensugesti diri sendiri aku kuat meneruskan perjalanan sampai Akasaka.

Beberapa kali petugas kereta menghampiri aku, memastikan kondisiku baik-baik saja. Aku jawab dengan tegas, aku baik-baik saja. Dia percaya. Setelah benar-benar cukup kuat, aku hampiri dia, dan bertanya kereta apa yang bisa aku naiki untuk melanjutkan perjalanan dan tidak terlalu ramai. Dia menjelaskan aku bisa menggunakan kereta Chiyoda Line selanjutnya yang jalurnya sama dengang keretaku sebelumnya dan memilih gerbong paling depan, karena pada saat rush hour di pagi hari gerbong depan diperuntukkan hanya untuk kaum Hawa.

Setelah mendapat penjelasan darinya, aku bergegas menuju tempat gerbong paling depan saat kereta berhenti nanti. Saat naik kereta Chiyoda Line, aku baru melihat ternyata memang ada pengumunan kalau dari pukul 07.00-09.30, pagi hari gerbong paling depan memang untuk perempuan. Dan ternyata itu berlaku untuk semua jalur kereta dari Chiba ke Tokyo, termasuk JR Line dan Tozai Line. Pengetahuan yang telat!

Sejak itu kalau mesti pagi pergi ke Akasaka, aku selalu memilih gerbong paling depan. Banyak kejadian lucu saat naik gerbong ini, karena ada saja melihat kaum pria yang buru-buru dan naik gerbong paling depan saat pukul 07.00-09.30, dan setelah menyadari kalau saat itu gerbong tersebut masih dikhususkan untuk perempuan, dengan wajah malu, segera keluar dari gerbong pertama, dan menuju gerbong selanjutnya. Cukuplah menjadi penghiburan saat pagi hari 🙂

Jadi buat teman-teman yang tinggal di wilayah pinggiran Tokyo dan mesti pagi hari ke Tokyo coba cek dulu gerbong paling depan, siapa tahu kereta tersebut menyediakan saat-saat istimewa untuk kaum perempuan saat pagi hari.

PS: fotonya gak nyambung 🙂 Ntar klo pagi hari naik kereta itu lagi, InsyaAllah disempatin ngambil fotonya. Jalur kereta saya bisa cek di sini, supaya punya gambaran yang jelas tentang JR Line, Tozai Line dan Chiyoda Line. Aku milih pilihan yang paling terakhir, karena paling murah:) Terakhir spesial buat teman-teman muslim, Selamat Tahun Baru 1431 H.

@home, 1 Hijriyah 1431 H/18 Dec 2009

Iklan

16 pemikiran pada “Maaf Gerbong Ini Hanya untuk Perempuan!

  1. Ping balik: Cara Allah Menjawab Tanyaku « Fety

  2. Saya pernah baca blognya Imelda tentang gerbong khusus wanita ini.
    Fety mirip denganku, tak suka berdesak-desakan..jika panas mudah pingsan. Dulu, kalau mau ngajak nonton anak-anak, si mbak yang momong juga diajak nonton, nahh dia yang kebagian beli karcis.

    Tapi ada jurus saya, kalau mau desak-desakan…cukup makan dan minum teh hangat…jadi tekanan darah agak naik….nahh jadi agak kuat jika diperlukan desak2an. Beasiswanya mesti diambil tiap bulan ke kota lain? Repot juga ya, tapi anggap jalan-jalan jadi hati senang

  3. Assalamu alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh.

    Wahai Saudaraku di seluruh penjuru dunia maya,

    Akhirnya tahun baru telah tiba…

    Tahun penentuan, apakah kita akan tetap jatuh terpuruk semakin jauh ke dalam kubangan kehinaan,

    Ataukah kita akan bangkit berhijrah menuju ke arah datangnya cahaya kemenangan di depan.

    Baca selengkapnya di

    http://dir88gun0w.blogspot.com/2009/12/happy-new-year.html

    —————————————————–

    INDONESIA GO KHILAFAH 2010

    “Begin the Revolution with Basmallah”

  4. Menarik juga. Memang Jepang terkenal dengan kereta komuternya yang padat ya? Di sini Metrorail (Washington, DC subway system) juga padat sih kalau pas lagi rush hours. Meski pun begitu saya belum pernah dengar ada gerbong khusus wanita^^

    Ihsan

  5. Karena saya belum pernah ke Tokyo, tolong panggil namaku 3X dengan harapan saya juga dapat diklat gratis di Tokyo. Amin. Terima kasih sebelumnya.

    Semoga kunjungan mBak Fety ke rumahku menjadi barokah bagi perjalanan hidupku selanjutnya. Amin.

    Jangan lupa posting foto-fotonya biar saya bisa merasakan suasana yang sebenarnya.

  6. Dulu waktu masih di Tokyo (coret), pas rush hour sore aku pernah naik di gerbong wanita mbak…iyah seru..serasa banyak temennya..ehehehe

  7. Pengalaman yang sangat menarik karena pingsan diantara kaum Adam.Kalau di Indonesia pasti dah rebutan mau nolong tuh.Bahkan mungkin ada yang langsung memberi bantuan nafas buatan ha ha ha…mana tahaaaaaaaaaaan.

    Saya pernah ke Tokyo selama 4 hari Bermalam di KBRI untuk ngirit dotcom. Malam-malam diajak makan mi yang murah meriah, namun malamnya diajak yushoku di restoran yang rameee sekali. Sempat juga ke toko elektronik terbesar di Tokyo,tapi hanya sight seeing alias miru-miru saja ha a ha.

    Arigatou gozaimasu

    aisatsu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s