Berjualan

Walaupun sudah menginjak usia lebih dari seperempat abad, aku sama sekali tidak mempunyai pengalaman berjualan. Dulu saat awal-awal kuliah S1 pernah mencoba berjualan dengan bergabung di sebuah MLM. Tertarik melihat kesuksesan seorang mbak kos, maka mendaftarlah aku lewat si mbak kos.

Tapi rupanya rasa malu lebih banyak mendera. Terkalahkan juga niat dan keinginan untuk bisa meringankan beban orang tua membayari SPP kuliah. Akhirnya katalog MLM tersebut ikut menjadi onggokan bersama dengan tumpukan buku yang lain di dalam kardus.

Saat di milis bersama buku La Tahzan for Students membahas siapa saja penulis-penulis yang akan memesan buku, sejujurnya aku akan berkata bisa tidak yah berjualan buku. Hanya dalam hati. Maka, dengan niat ingin berbagi dilangsungkan jua keinginan untuk membantu berjualan buku. Tentu dengan jumlah yang paling minimal di antara rekan-rekan penulis yang lain. Tidak berani berjualan, itu alasannya.

Baca lebih lanjut

PR Pertemanan

PR yang telat untuk dikerjakan, tapi gpp yah dek 🙂 udah jadi mbak yah baik, deh, pokoknya mencoba menjawab semua pertanyaan. Sambil melongok jawaban yani dan mbak akin, ini lah jawabab PRku 🙂

1. Where is your cell phone?

Di atas meja berdampingan dengan buku-buku.

2. Relationship

Karena pertanyaannya gak detail, maka jawabannya adalah aku ingin menjalin hubungan persaudaraan dan pertemanan dengan sesama teman-teman blogger.

3. Your hair?

Ditutupi dengan jilbab 🙂

Baca lebih lanjut

Aku (masih Belajar) Menyukai Engkau

Kutulis surat ini untukmu. Sebagai ungkapan perasaan hatiku. Sejak lama aku sudah belajar mencintaimu. Dulu, sejak aku masih berseragam abu-abu. Seorang guru baik hati yang mengenalkanku padamu. Belajar mengenalmu bersama sang guru adalah saat-saat yang indah. Hari-hari SMU begitu banyak waktu kuhabiskan bersamamu. Belajar mengenalmu. Belajar menyukaimu.

Sang guru juga yang membuatku melangkah lebih jauh. Aku tidak hanya menikmat gemulainya engkau yang berliuk-liuk dengan indah dalam deretan yang berima. Namun, aku juga belajar menuangkan pikiranku dengan bantuanmu. Begitu menyenangkan. Tidak membuat otakku menjadi penuh dengan pikiran yang berserakan di kepala. Saat sedih itu melanda masa kecilku, engkau yang memanduku bercerita. Pada sebuah buku yang menemani hari-hariku. Terasa lapang dadaku. Saat masa-masa sulit kuliah menghentak jiwa dan kalbu, engkau lagi yang menggandengku untuk menuangkan perasaan dan ungkapan hatiku. Juga di sebuah buku, sang teman keseharian. Terasa nyaman.

Baca lebih lanjut

Lomba Menulis “The Amazing Moms”

Diambil dari blognya sekolah kehidupan. Ayo ikutan:)

####

Lomba Menulis “The Amazing Moms

PROLOG

Ibu adalah lambang kelembutan, cinta dan kasih sayang. Betapa nyaman dan tentram saat berada dekat dengan sosok mulia ini. Ketika terbelenggu dalam kerasnya hari, ketika penat menyelimuti, ketika tak ada lagi tempat berbagi, tanpa pamrih ibu menawarkan ribuan kasih. Ia adalah gambaran nyata atas rahmat dan kasih sayangNya kepada kita semua.

Tuhan memang adil, Dia menitipkan rahim pada semua wanita terlepas itu akan terisi atau tidak, wanita dengan atau tanpa menjadi ibu pun, pada dasarnya memiliki rasa mengasihi, melindungi, mencintai. Itu sebabnya kita sering menambahkan kata “ibu” pada setiap orang yang memang layak dipanggil ibu, seperti: ibu mertua, ibu kos, ibu guru, ibu dosen, ibu kepala sekolah, ibu direktur, tak terkecuali ibu tiri.

Untuk menghargai peran para ibu, kali ini sekolah kehidupan akan mengadakan lomba yang bertajuk “There are a lot of amazing moms“. sebuah lomba menulis dalam bentuk essay tentang peran ibu yang bukan ibu kandung.

Baca lebih lanjut