F1 di usia 4 tahun

Bulan Oktober kemarin, F1 berumur 4 tahun. Sesuai tradisi keluarga, tidak ada perayaan apapun. F1 minta dibawain kue coklat ke daycare dan ayahnya mesti datang di hari potong kue. Akhirnya pesan dengan teman di Pamulang dan dia sendiri yang nganterin ke daycare F1. Potong kuenya juga mundur sekitar 3 minggu, karena pas hari lahirnya, F1 dan F2 menemani saya yang ada seminar di Bandung. 2 minggu kemudian, jadwal ayahnya di kantor gak bisa diganggu gugat. Di hari H pun, yang rencana doa bersama dan potong kuenya di sore hari, akhirnya pindah ke pagi hari karena ayahnya ada rapat di sore harinya.

Menemani perjalanan tumbuh kembang F1 selama 4 tahun ini bagaikan belajar menulis pada lembaran-lembaran kehidupan. 3 tahun pertama F1 berada di Jepang, menemani ayah ibunya sekolah. Masa 3 tahun ini adalah masa-masa sulit untuk kami sebagai ortu yang juga sedang sekolah. F1 hampir tiap bulan mesti ke THT karena sejak umur sekitar 1 tahun terkena otitis media. Otitis medianya tambah parah saat musim dingin. Jika otitis medianya kambuh, panas tubuhnya bisa menyentuh angkan 40 dercel.

Menemani sosialisasi F1 pun juga menjadi PR tersendiri. Melihat sekarang F1 punya 4 teman dekat yang disebutnya sebagai teman baik, hari-harinya yang senantiasa semangat berangkat ke daycare dan sudah bisa bercerita panjang lebar dengan kalimat yang cukup runut adalah sebuah pencapaian tersendiri bagi F1 yang memang sejak kecil selalu butuh waktu yang agak lama untuk berkenalan dengan dunia luar selain ayah ibunya. Masalah sosialisasi F1 dan terlambatnya dia ngomong juga yang akhirnya membuat kami mengambil keputusan tidak ada TV di rumah sejak F1 berumur sekitar 1.5 tahun.

Masa-masa awal berada di Indonesia adalah masa-masa berat bagi F1. Dia bingung mengapa mesti salaman ke semua orang saat awal bertemu dan ketika akan pulang. Dia bingung mengapa ada banyak kontradiksi yang dia temukan di lingkungan luar rumahnya. Dia bingung saat menemukan laba-laba, cicak atau semut di sekitar rumah. Dia juga masih bingung dengna banyaknya suara abang-abang penjual makanan. Dia juga bingung dengan becek dan kotor. Sekarang pun masih pelan-pelan menemani dia beradaptasi dengan semua hal yang baru dia temui di umur menjelang 4 tahun.

Proses menemani dia tumbuh dan berkembang akan terus berlanjut. Teruslah tumbuh dan berkembang dalam koridor kebaikan, F1.

Iklan

2 pemikiran pada “F1 di usia 4 tahun

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s