Inspirasi-Inspirasi dari Takhta Awan (Shinta Yudisia)

Masih terpukau dengan buku-buku sejarah Islam, meski untuk membaca buku sejarah benaran otaknya masih perlu berdamai dulu :). Memberi banyak manfaat untuk pengalaman sejarah Islam di Mongolia. Menyisakan satu pelajaran hidup : kebaikan mesti terorganisasi bersama dengan orang-orang baik dan amanah, sehingga memberikan manfaat untuk umat. Menangis saat membaca bagian penutup buku ini, saat seorang Rasyidudin yang sudah meninggal dunia disambut dengan keheningan dan derai air mata para sahabatnya. Menjadi baik memang tidak mudah, tapi mesti dilakukan. Paling tidak, saat raga berpisah dengan nyawa ada sebuah kebaikan yang menjadi jejak ketika nama disebut.

###

Judul buku : Takhta Awan

Pengarang : Shinta Yudisia

Penerbit : Mizan (saya membeli dan membaca versi ebooknya)

====

Dalam setiap langka, selalu diiringi tanggung jawab (95)

Kita bersedekah, shalat, mengajar, apapun perbuatan baik selalu ada ujian yang mengiringi. Bagiku, ujian berguna untuk mengasah keimanan dan kemampuan, sejauh mana kita mampu ikhlas, terus menerus mengasah keahlian untuk makin terampil, tangguh, cerdik mengatasi setiap kesulitan yang timbul. Pada akhirnya, seorang yg bijak di masa tua semakin mampu memegang kendali diri, semakin memberikan manfaat bagi orang banyak. ( 96)

Karena cinta, kemalangan menjadi keberuntungan
Karena cinta, rumah penjara nampak bagaikan kedai mawar
Karena cinta, timbunan debu kelihatan sebagai taman
Karena cinta, api berkobar menjadi cahaya menyenangkan
Karena cinta, setan berubah menjadi bidadari
Karena cinta, batu keras menjadi lembut bagaikan mentega
Karena cinta, duka menjadi riang gembira
Karena cinta, hantu berubah menjadi bidadari (137)

Memenuhi permukaan jiwa dengan bait istighfar dan zikrullaah, bukan perkara mudah saat musuh berbicara dengan suara lantang menghinakan. Namun, saat mampu menguasai diri, melompat melewati luapan sungai kemarahan dan berdiri di puncak tebing kehormatan, betapa jernih pikiran. (158)

… Islam bukan hanya terdiri dari upacara ritual dan mantra-mantra. Islam adalah maktab, madrasah, sekolah dan perguruan tinggi. Islam adalah belajar, menulis, penyalinan kitab, dan tradisi lisan. Islam adalah arsitektur lengkung, kubah dan bangunan tahan gempa. Islam adalah alat tukar, perdagangan, dan industri perkapalan. Islam adalah pertanian, irigasi, perkebunan dan taman raya. Islam adalah astronomi, observatorium, astrolobe. Islam adalah negara, pemerintahan, administrasi, dan militer. Islam adalah persaudaraan, toleransi, hukum dan tata cara. Islam adalah cara pandang seseorang, cara manusia menjalani kehidupannya. Islam adalah rakyat jelata, pejabat, bangsawan dan raja diraja. (187)

“Aku mencoba berdamai dengan kenyataan. Memaafkan, jauh kebih menghidupkan hatiku dibanding terus menerus menimbun dendam dan kebencian.” (477)

Tak semua di dunia ini dapat diraihnya, direngkuh dalam satu bejana keinginan. Manusia harus menetapkan jenjang kebutuhan hidup jika tak ingin berputus asa mengejar apa yang diharapkan. (543)

“Pada dasarnya pengembara Mongolia merasa bebas saat hidup di punggung kuda. Ketika mereka memutuskan membangun dunia dan mendapatkan harta; mereka harus kehilangan apanyg dulu diraih saat menjelajah stepa dan gurun.” (543)

Tak pernah ada masa tenang bagi mereka yang mendapatkan takdir sebagai pemimpin. Mereka harus memikirkan umat manusia, jauh di atas kepentingan pribadi. (545)

====

Iklan