Fatah dan Teman (1)

Fatah (23 bulan) adalah anak yang membutuhkan waktu untuk beradaptasi saat pertama kali bertemu dengan orang. Mungkin sekitar 30 menitan, waktu yang dia butuhkan. Biasanya dalam waktu 30 menitan itu, dia hanya duduk di pangkuanku. Setelah 30 menit biasanya udah bisa beradaptasi, udah bisa disapa dan udah mau jalan-jalan sendiri.

Karena itu juga, Fatah senantiasa menangis di pagi hari kalau dititipkan di daycare. Fatah masuk daycare umur 6 bulan. Setelah kita liburan ke Indonesia sekitar 1 bulan di usia Fatah yang ke-10 bulan, dan masuk ke daycare lagi setelah dia usia 11 bulan, sampai dengan usia 20 bulan, Fatah mesti nangis saat ditinggal di pagi hari.

Alhamdulillaah sekarangi frekuensi menangisnya berkurang karena dia udah punya guru favorit. Jadi di usia 11-18 bulan, di pagi hari Fatah tidak akan menangis kalau yang mengambil dia pertama kali di daycare adalah guru favoritnya ini. Usia 18 bulan, Fatah pindah ke kelas 1 tahun dan tentu saja guru favoritnya tetap di kelas 0 tahun. Mulai lagi Fatah beradaptasi dengan guru-guru barunya. Fatah butuh waktu sekitar 2 bulanan untuk menemukan guru favoritnya sehingga bisa meninggalkan Fatah di daycarenya dengan diiringin lambaian tangannya. Kalau di pagi hari gak ketemu guru favoritnya, Fatah tetap akan menangis🙂

Sempat khawatir dengan sikap Fatah ini. Sempat galau dan bingung juga. Akhirnya konsultasi ke guru-gurunya beberapa kali di setiap konsultasi masalah makanan Fatah di setiap bulannya. Guru penanggung jawab kelasnya bilang, Fatah hanya menangis saat ditinggal oleh ibunya. Kalau ibunya udah gak kelihatan sama dia, dia akan berhenti menangis. Laporan di buku penghubungnya juga bercerita kalau tidur siang Fatah itu bisa 2-3 jam, sama dengan lama waktu tidur siangnya di hari Sabtu dan Minggu kalau dia ada di rumah. Fatah juga makan menu makan siang dan snacknya, meskipun porsinya masih sedikit dibandingkan teman-temannya. Gurunya juga bercerita kalau Fatah juga mau main dengan teman-temannya, mau mengikuti kegiatan di kelas, hampir selalu tertawa selama 8 jam di daycare. Karena itu, gurunya cuma bilang kalau Fatah itu dekat sekali dengan ibunya. Dalam bahasaku, aku menyimpulkan Fatah adalah anak yang butuh waktu agak lama untuk beradaptasi. Sifat ini adalah sifat dasar aku dan suami. Jadi, mungkin juga sifat agak lama beradaptasi ini menurun ke Fatah🙂

Hari minggu, 16 September, aku dan teman-teman rombongan menengok seorang teman yang habis melahirkan anak keduanya. Sekitar pukul 15.17 sore kami pulang dari rumah teman dan bis sampai lagi di komplek apato kami sekitar pukul 16 sore. Karena saat pergi tadi, Fatah sedang tidur siang dan suami gak ada di rumah, jadinya Fatah kugendong dengan ergo.

Setelah turun dari bis, Fatah menunjuk ke sebuah tempat sambil mengucapkan nama teman daycarenya yang juga adalah tetangga bawah apato kami. Eh, ternyata memang si H dan ibunya berada agak jauh dari posisi aku berdiri. Fatah langsung minta turun dari gendongan. Si H dan ibunya menghampiri kami. Pertama-tama si H dan Fatah masih malu-malu. Aku udah langsung mau mengajak Fatah pulang ke apato karena juga sore. Ternyata Fatah ngajak bercanda si H. Mulailah mereka lari-lari dan tertawa-tawa. Akhirnya, aku dan ibunya si H sepakat untuk membiarkan kedua anak itu main dulu di taman di depan bangunan apato kami. Ternyata memang benar, mereka berdua senang sekali dibiarkan main. Langsung lari-larian, lompat-lompatan, saling bercakap-cakap dengan bahasa mereka sendiri, pegangan tangan dll. Agak kaget juga ngelihat Fatah yang gak butuh waktu untuk main dengan si H. Bahkan sampai malam hari dan keesokan harinya si H ini masih disebut-sebut di rumah.

20130917-123404.jpg

Main lompat-lompatan

Di satu sisi cukup lega, ternyata kesimpulan kami selama ini benar, Fatah memang butuh waktu untuk beradaptasi dengan orang baru. Dengan si H yang juga adalah teman mainnya selama di daycare -karena mereka satu kelas- saat ketemu kemarin langsung klop dan main berdua. Meskipun, keluarga H ini tinggal satu lantai di bawah apato kami, selama ini hubungan kami hanya sebatas tersenyum saja kalau ketemu saat saya atau ibunya si H mengantar atau menjemput Fatah atau si H di daycare mereka. Bapak ibu si H ini keduanya juga beraktivitas di luar rumah. Saya bilang ke ibunya si H ini pertama kali Fatah main bersama teman seusianya yang bukan orang Indonesia dan langsung klop. Ibunya si H juga bilang yang sama ke aku. Akhirnya, kami sepakat untuk minggu depan playdate lagi🙂

20130917-123532.jpg

Main kubangan air

24 thoughts on “Fatah dan Teman (1)

  1. Ah senangnya fatah udah punya teman playdate.

    Dulu Fayra juga gitu kok. Kalo aku sebutnya ‘butuh pemanasan’ sekitar 30 menit, baru mau mingle sama orang lain. Alhamdulillah sekarang udah gak butuh selama itu. Cukup 5-10 menit udah bisa akrab sama orang

  2. Mbak apartemennya kok look comfort ya… teduuuh *salah fokus😀. Btw, anak-anak memang begitu…begitu ketemu temen yang klop ya asyik aja. Tunggu aja Fatah agak gedean, kalau sdh asyik main sama temennya, bundanya dicuekin hehehe

  3. hihihi jadinya nanti emak bapaknya temenan gegara anaknya temenan ikrib ya, Fety. Temenku yg sempet di Jepun dua tahun selalu kangen sama suasana yang child friendly begini. Ngeliatnya aja seneng banget.

    • Yang baru temanan emak-emaknya, Sondang🙂 Iya suka banget dengan tempat tinggal sekarang, apalagi daycarenya persis di dalam komplek tempat tinggal. Dari jendala rumah juga kelihatan daycarenya Fatah🙂

    • Iya itu danchi, mama nisa. Bangunannya udah tua juga kebanyakan yang tinggal adalah orang tua gitu. Penghuni lantai 3 di gedung yang sama denganku aja sudah 30 tahunan tinggal di danchi ini. Enaknya, hampir di setiap cluster bangunan itu ada taman bermainnya, juga lengkap dan dekat denga fasilitas umum kayak daycare, klinik dokter, halte bus, supermarket dll.

  4. Iyaaa, setuju sama Luluk, itu lingkungannya children friendly sekaliiii.. aman dan nyaman kayaknya, ya… anak kecil emang biasanya agak lama panasnya, Fe. Tapi tenang saja, kalo udah panaa, bakal kewalahan deh, orangtuanya.. hihi…

  5. Sama ni dengan anak2ku… Semua butuh waktu agak lama untuk beradaptasi di lingkungan baru. Javas juga klo adas temen baru ( di tempat umum) mau main bareng, tapi gak ngobrol sedikitpun… hehe…
    Ah biarin lah, memang tiap anak beda-beda, yang penting dia nyaman dengan lingkungannya.

    • Saya juga punya keinginan yang sama, biar anak-anak merasa nyaman sendiri dengan lingkungannya. Tugas kita kan mendampingi dan meyakinkan dia kalau semuanya baik-baik saja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s