Chiba City Koen and Museum of Science

Minggu kedua bulan Agustus kemarin, ada libur obon di Jepang. Libur obon ini biasanya berlangsung sekitar 4-6 hari. Sebenarnya di lab, kecuali untuk libur yang benar-benar merupakan tanggal merah, biasanya mahasiswa/i pasca sarjana tetap ke kampus. Nah, klo kata Prof-ku libur obon ini bukan libur resmi tapi biasanya semua orang mengambil cuti untuk libur saat ini.

Di progress report meeting minggu sebelumnya, kamu -aku dan teman-teman lab- sempat membahas tentang libur obon ini. Awalnya akau menanyakan tentang jadwal progress report meeting mingguan. Ternyata karena ada libur obon ini makanya progress report meeting minggu kedua bulan Agustus itu dibatalkan. Akhirnya sekalian aku bertanya dengan Prof-ku bolehkah klo aku gak ke kampus selama libur obon yang tahun ini dimulai antara tanggal 14-18 Agustus. If it is OK, I will go somewhere, Prof, kataku. Beliau setuju dan jadilah hari Kamis dan Jumat itu aku meliburkan diri. Fatah juga diliburkan dari daycare-nya. Suami bahkan libur dari labnya sejak hari Senin, 12 Agustus 2013.

Rencana besar selama libur obon ini kami ingin mengunjungi Chiba City Museum of Science dan ke Book Off, toko barang-barang bekas -tapi masih baru dan layak- di Chiba. Tanggal 14 Agustus, setelah Fatah tidur pukul 10 pagi-12 siang, kami ke Book Off. Dari rumah sekitar pukul 1 siang. Sengaja memilih waktu setelah Fatah tidur, biar enak acara keluarnya. Beriringan menggunakan sepeda, suami mencari jalan baru dengan bermodalkan GPS di hpnya. Alhamdulillaah sukses. Kurang lebih 30 menit bersepeda, sampailah kami di Book Off. Ternyata di sini urusan belanjanya cepat 🙂 Mau langsung pulang hari masih agak sore sekitar pukul 3.30. Akhirnya, singgah dulu ke Taman Besar di kota Chiba (Chiba Koen) sekalian jalan menuju pulang ke apato.

Di sini Fatah sempat main perosotan, ngelihatin kura-kura dan monorail yang beberapa kali melintas di hadapan kami. Fatah paling senang melihat monorail ini. Saat ini, kesukaan Fatah adalah benda yang bergerak seperti pesawat, bis, dan kereta.

IMG_2038

Main sama ayah

IMG_2039

Melihat kura-kura

IMG_2040

Melihat monorail (rel monorail ada di gambar atas)

DSCN2421a

  Menuju pulang ke apato

Hari Kamisnya, 15 Agustus, sama seperti hari sebelumnya, setelah Fatah tidur pagi menjelang siang, masih dengan bersepeda, kami ke museum. Kali ini waktu tempuh dengan sepeda sekitar 1 jam. Museum ini berada di lantai 7-10 sebuah gedung yang bernama Qiball. Karena agak gelap, foto-foto yang diambil di dalam gedung hampir gak ada. Bersyukurnya masih sempat minta difoto sama petugasnya di depan lift sebelum pulang. Museumnya bagus klo untuk anak usia SD-SMP. Ada banyak percobaan yang bisa dicoba. Karena kita membawa anak usia 2 tahun, akhirnya banyak beberapa tempat yang diskip karena si anak kicik udah minta pulang.

DSCN2425a

Berfoto di tempat yang semua ruangannya dikelilingi cermin

DSCN2432a

Berfoto di Geo Town di lantai 10

DSCN2433a

Foto sebelum pulang

Sudah hampir pukul 5 sore, akhirnya kami pulang. Kami sempat singgah di taman dekan museum untuk shalat ashar. Fatah senang banget di sini karena ada banyak burungnya, walaupun menurut saya dan suami taman ini taman terkotor yang pernah kami jumpai di Chiba. Ada banyak sampah serta masih ada bekas tidur para gelandangan. Mungkin juga karena posisi tamannya agak menyempil sih.

IMG_2041

Fatah lagi ngelihatin burung-burung di taman tempat kami shalat ashar

Lumayanlah berkurang satu tempat yang mesti dikunjungi sebelum meninggalkan Chiba tahun depan.

Iklan

33 pemikiran pada “Chiba City Koen and Museum of Science

  1. Salam kenal mbak Fety … 🙂 Mbak orang bengkulu ya?
    Wah enaknya kuliah di Chiba… mbak, boleh berbagi tips untuk beasiswa ke jepang ?

    • In shaa Allaah kelar, Fit. Doain yah. Fatah klo di daycare full pakai bahasa Jepang. Klo di rumah full pakai bahasa Indonesia. Tapi, kemampuan bahasa Jepangnya baru level kata-kata aja.

      Kemampuan bahasa Indonesianya alhamdulillaah udah pada tahap menggabungkan 2-3 kata walaupun sering sekali terbalik grammarnya 🙂

  2. seneng yaa bisa main bareng dalam keluarga kecil pakai sepeda lagi, jd pengen cepet nikah ,,hehehe
    kalau disini mana bisa mba bawa boncengan dede kecil pakai sepeda dijalanan ,,bahaya yg ada. Andai ada jalan khusus sepeda yaa

  3. Asyik ya kalo main di koen.. liat fatah jadi ingat dzaky, sulung saya, dia selalu nanyaaa tentang kehidupannya dulu pas di jepang.. karena waktu itu masih 2 tahun juga. Btw, mbak fety pernah tinggal di fukuoka kah?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s