Dua Hari Satu Malam Tanpa Fatah

Tanggal 1-2 Agustus kemarin, adalah dua hari satu malam tanpa Fatah yang kedua kalinya. Tahun lalu, juga sekitar di bulan Agustus (saat itu Fatah berumur sekitar 10 bulan), juga meninggalkan Fatah berdua saja dengan ayahnya di rumah selama dua hari satu malam untuk mengikuti kegiatan tahunan dari perusahaan pemberi beasiswa. Meninggalkan Fatah dengan ayahnya saja di apato, berarti mesti mempersiapkan banyak hal. Untuk urusan Fatah -mandi, ngasih susu, ngasih makan, nidurin, ganti popok-, suami sudah sangat terbiasa, bahkan sejak Fatah berumur 7 hari. Fatah juga cinta sekali dengan ayahnya, jadi meninggalkan Fatah dengan ayahnya, Insya Allaah akan baik-baik saja.

Yang perlu agak dipersiapkan adalah makanan untuk Fatah dan ayahnya selama dua hari satu malam itu. Artinya, isi kulkas mesti penuh, juga cemilan-cemilan Fatah mesti tersedia. Pulang dari kampus tanggal 31 Juli sore menjelang malam, aku mulai sibuk di dapur. Sekalian nyiapin untuk buka puasa hari itu. Yang aku siapkan untuk Fatah dan ayahnya adalah sambal goreng daging, sayur kuning ayam dicampur kacang buncis, dan kue cheese cake andalan.

Sekalian memenuhi janji dengan Bundo dan De, ini resep cheese cake andalan yang dibuat dengan blender. Tapi, jangan dibayangkan kuenya akan sebesar kue cheese cake biasa. Di dalam oven, kuenya akan mengembang, kemudian setelah dingin dia akan memadat. Kalau bagi aku, lebih enak dengan bentuk padat setelah dingin, apalagi ditambah kalau ditambah dengan olesan selai strawberry di atasnya dan di bawahnya cheese cake dialasi dengan roti yang dihancurkan. Bagi lidahku yang hanya kenal enak dan enak banget, resep ini menurutku enak banget ๐Ÿ˜€

Bahan :

200 ml whipped cream

250 gr cream cheese (Philadelphia)

85 gr gula pasir

35 gr tepung terigu

3 butir telur ayam

air lemon dari 1/2 butir lemon

1/4 sdt garam (secukupnya)

Cara :

1. Masukkan semua bahan ke dalam blender (iya blender, alat untuk membuat jus).

2. Diblender selama 2 menit

3. Sambil disaring, masukkan adonan ke dalam cetakan yang sudah diolesi margarin/mentega (kalau aku biasanya cetakannya dialasi kertas roti dulu biar mudah mengeluarkannya dari cetakan)

4. Masukkan dalam oven selama 40-50 menit dengan suhu 160 dercel (Nah, karena biasanya pakai oven listrik dan langsung disetting dengan mode cake biasanya juga sekitar 50 menitan, lalu kutambah 10 menit dengan suhu 170 dercel untuk membuat bagian atasnyua lebih coklat. Jadi, untuk pengovenan ini tergantung ovennya :))

5. Setelah agak dingin, baru diolesi dengan selai.

Itu persiapan menjelang pergi.

Tanggal 1 Agustus pagi, aku meninggalkan rumah sekitar pukul 6.30 pagi. Alhamdulillaah, Fatah gak nangis. Tempat kumpul bersama sekitar 1.5 jam dengan menggunakan kereta dan mesti berada di sana maksimal pukul 8.45. Alhamdulillaah datang ke tempat kumpul bersama tepat waktu. Kali ini, perusahaan pemberi beasiswa menyewa 2 bis pariwisata ukuran besar, dengan jumlah peserta sekitar 60 orang. Rame!

Sekitar pukul 11, sampai di tempat tujuan pertama, The Hakone Open-Air Museum. Setelah dapat penjelasan macam-macam dari tour guidenya, kami pun berpencar. Aku dan beberapa anak-anak dari China menjelajahi museum itu bareng-bareng. Tentang museumnya, langsung di baca aja di websitenya yah. Di museum ini juga ada museum Picasso yang menampilkan lukisan-lukisannya Picasso.

IMG_1745

Plang di depan menjelang masuk ke museum

IMG_1748

Patung tangan

IMG_1750

Patung yang lain

IMG_1754

Bentuk yang lain lagi

Foto di atas hanya sebagian aneka bentuk patung yang aneh-aneh. Kata di websitenya ada sekitar 100. Sayangnya, di sini kami hanya sebentar karena sudah keburu makan siang. Saat teman-teman dari negara lain makan siang, aku dan teman dari Indonesia yang hari itu memilih berpuasa menunggu mereka di ruang tunggu.

Setelah makan siang, kami kembali ke bis, menuju ke tempat yang kedua. Tempat yang kedua ini adalah tempat pembuatan berbagai jenis mainan, peralatan masak, dan puzzle dari kayu.

IMG_1755

Ini potongan-potongan kayu milikku

IMG_1828

Setelah 30 menit jadilah 2 ekor kucing yang sedang gandengan ๐Ÿ™‚

Setelah itu, kami itu menuju ke sebuah ryokan di Atami, tempat kami akan menginap. Karena waktu makan malam sebelum waktu berbuka puasa, aku dan teman yang berpuasa hanya duduk saja, sedangkan yang lain makan malam. Aku dan temanku memang sudah mengirimkan email ke pihak penyelenggara kalau kami akan berpuasa selama kegiatan. Karena itu, makan malam kami dipisah di ruang yain. Saat makan malam ini, karena ini pertama kalinya, ada penerima beasiswa yang berpuasa, aku dan temanku diminta menjelaskan tentang puasa.

Sebenarnya tahun lalu, kegiatan ini juga diselenggarakan saat puasa, tapi karena saat tahun lalu aku masih full nyusui Fatah ditambah saat itu juga puncak musim panas dan setelah mencoba beberapa hari berpuasa dan hasilnya aku menjadi kliyengan dan akan pingsan, aku memilih tidak berpuasa. Malamnya, kegiatan ini ditutup dengan karaoke bersama. Beberapa teman bernyanyi, aku dan teman-teman kamarku duduk-duduk saja ๐Ÿ™‚

IMG_1959

Beberapa jenis makanan malam itu

IMG_1767

Teman-teman sekamar

Hari kedua, setelah teman-teman makan pagi, kami check out dari ryokan. Seharusnya kegiatan di hari kedua ini adalah kami akan naik ropeway di Hakone. Tapi, karena hari itu hujan, jadinya kegiatan pertama ini dialihkan ke hakone sekisho. Kalau melihat posisi tempatnya yang terpencil, tempat ini mungkin mirip tempat pengasingan gitu. Sekarang sudah jadi tempat pariwisata. Pemandangan di sini mendamaikan hati dan jiwa. Bagus.

IMG_1781

Salah satu sisi sekisho

IMG_1791

Sisi yang lain

Tempat terakhir di hari kedua ini adalah museum mainan di daerah hakone. Kami berada di sini sampai usai makan siang. Teman-teman berbeque di sini. Saya dan teman yang berpuasa menunggu mereka ๐Ÿ™‚

IMG_1805

Tempat menunggu shuttle bus stasion hakoneyumoto-museum

IMG_1807

Pintu gerbang museum

Di sini dipajang mainan-mainan sejak zaman baheula. Semakin mengerti, betapa memang Jepang itu menghargai karya nenek moyang mereka.

IMG_1809

Mainan jadul

IMG_1823

Waktu kami ke sana banyak dipajang karakter ini. Gak tahu namanya tapi imuut!!

Setelah makan siang, kami pulang ke kota :). Bis sampai di Shinjuku sekitar pukul 3 sore. Setelah menempuh perjalanan sekitar 1.5 jam, akhirnya aku pulang ke rumah lagi.

Terus, bagaimana Fatah selama ditinggal ibunya. Seperti diprediksi, alhamdulillaah semuanya lancar. Dia hanya mencari ibunya saat bangun pukul 2 dini hari. Fatah memang punya kebiasaan bangun 1 atau 2 kali di malam hari. Biasanya karena dia haus. Setelah minum air putih, biasanya tidur lagi. Tapi, sampai sekarang, yang mesti memberikan tempat minumnya di malam hari ini mesti ibunya. Kalau ayahnya yang memberikan dia lebih memilih menangis. Alhamdulillaah malam itu, saat dia haus, dia gak sampai nangis, tapi ikut bersahur bersama ayahnya ๐Ÿ™‚

Iklan

32 pemikiran pada “Dua Hari Satu Malam Tanpa Fatah

  1. Salut Fety…dan Fatah hebat, termasuk ayahnya Fatah.
    Kayaknya kalau di Indonesia malah nggak semandiri seperti itu ya…..nenek atau kakek nya ikut sibuk, dan asisten rumah tangga selalu siap.

  2. Selalu kagum terhadap perempuan yang sekolah tinggi dan tetap care dengan anak dan keluarga. Dirimu salah satunya Fety….

    Patungnya unik unik, apakah rata rata berpasangan gitu? Termasuk kucingmu itu? Aku pernah punya potongan kayu macam ini, 4 potong 30 rebu dapat disusun jadi 100 model ada contohnya tetap aja aku tidak dapat menyelesaikan ke 100 model tsb

    Pemandangan di sekisho kayak di film film…. cakep banget dan kayaknya bikin pengen datang ke sana.

    Resep krimcisnya mau coba aah

  3. di hakone ada museum mainan yah ternyata..lucu ya boneka monyetnya.

    waktu kesana cuma liat fuji doang si agenda nya. kapan2 pengen banget nginep disana dan nyobain onsen hihi.

    sekisho itu yang ada lake ashi bukan sih?yang cruising pake pirate boat?

    • tadi sempat nyari di wikipedia, iya sekisho itu yang ada di lake ashi dan ada pirate boatnya. waktu ke sana juga lihat ada pirate boat ini tapi kita gak naik.

  4. Mba Fety…
    Duh, pinter banget Fatah gak rewel ditinggal bareng ayah nya yah mbaaaa ๐Ÿ™‚
    Dan hebat sekali mba masih bisa ber puasa dengan aktifitas se padat ituh ๐Ÿ™‚

    Ituh kenapa gak ada penampakan kue nya mbaaaa…hihihi…

    • Alhamdulillaah hari itu dia mau kerja sama, mbak erry ๐Ÿ™‚ Iya nih, udah niat pakai foto tapi fotonya ada di kamera suami dan aku terkena sindrom malas untuk mengkopinya ๐Ÿ™‚

  5. paling salut sama ibu-ibu yg suka posting tentang bikin cake-cake gituh
    huaaa….saiyah gak bakat sama sekaleeee
    Bisa sering2 dong Fatah ditinggal sama bapake hihihi, jadi emaknya punya waktu me time yg banyaaak ๐Ÿ˜›

  6. Setelah 30 menit jadilah 2 ekor kucing yang sedang gandengan

    >> itu pola-nya dikasih atau kita harus nyusun sendiri? wah kalo harus nyusun sendiri, aku nyerah deh, hihihi.

  7. Great teamwork ya fet cihuyyyy . Aku napsir ciskeknya pake krimcis yg yummy bakal enak gak ya, philadelphia susyeee didapet di sini.resep yg ada philsdelphia itu carriot cake tp cuman buat topping jd gak tlalu signifikan dan tetep enak, kalo ini kan trmasuk jd bahan utama kan ya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s