Cerita Lebaran 1434 H

Setiap lebaran selalu mempunyai cerita untukku. Lebaran tahun ini adalah lebaran kelima di Jepang sejak berada di negeri sakura ini dari tahun 2008. Lebaran tahun 2012, alhamdulillaah ada rejeki untuk mudik dan menjadi lebaran pertama di rumah mertua sejak menikah pada tahun 2007.

Lebaran kali ini adalah lebaran kedelapan yang aku tidak merayakannya di antara keluarga besar di Bengkulu. Dua lebaran lainnya adalah saat kuliah di Yogya.

Lebaran tahun ini adalah lebaran yang sederhana. Karena lebaran kali ini jatuh di hari kerja dan satu hari sebelumnya aku masih ke kampus, jadi lebaran kali ini di apato kami tidak ada kue apapun. Bahkan aku masak soto ayam seusai shalat Idul Fitri karena malam harinya aku masih mengerjakan beberapa hal terkait urusan kampus serta aku dan suami memilih tidur lagi seusai shalat subuh di pukul 3 dini hari. Alhamdulillaah masih ada bagian makanan malam hari yang aku pisahkan untuk dijadikan menu sarapan sebelum berangkat shalat Idul Fitri.

Kami shalat Idul Fitri di mushala dekat kampusku yang jaraknya memakan waktu sekitar 20 menit dari apato kami. Kami sekeluarga berangkat bersama 2 keluarga Indonesia lainnya.

Seusai shalat Idul Fitri, kami sudah di rumah lagi sekitar pukul 11 pagi. Kami memang tidak berencana kemana pun meski aku membolos dari kampus dan Fatah diliburkan dari sekolahnya. Kami menikmati lebaran dengan becanda, tidur dan makan soto di apato 🙂

Aku masak soto sambil diselingi menelpon keluarga di Indonesia via skype. Alhamdulillaah sempat mengobr dan bertatap wajah dengan keluarga besarku dan keluarga besar suami. Begitulah cerita lebaran kami 🙂

Dari kami sekeluarga :

20130808-204343.jpg

Iklan

28 pemikiran pada “Cerita Lebaran 1434 H

  1. Maaf lahir batin Fety.. maaf baru bisa berkunjung… apapun selalu ada enak dan tidak enaknya ya.. enak karena tidak harus ribet masak macam-macam, tapi gak enaknya sepiii… apalagi kalo jatuh di hari kerja ya ^_^

  2. selamat Lebaran ya, Fe. Meski jauh dari keluarga besar, tetap indah dinikmati bersama separuh sayap dan anak kicik tersayang kan. Makan soto di apato, sengaja ya masak soto biar rhyming hihihi

  3. Aih… simpel sekali ya Fe… lebaran disana. Tapi kan yg penting tabungan pahala dr ngumpulin di ramadhan tahun ini udah banyaaakkk yaa… 🙂 #aamiin
    Met idul fitri, Fe… juga buat pak suami dan Fatah.. 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s