[SPIdJ] Sekolahnya Fatah

Sejak umur 6 bulan, delapan jam dalam satu hari, dari hari Senin hingga hari Jumat, Fatah berada di sekolah ini.aku lebih suka menyebutnya sekolah daripada tempat penitipan anak. Alasannya? Gak ada😀. Cuma dibandingkan menyebutkan kalimat : “Oh Fatah hari ini berada di tempat penitipan anak”, kok aku lebih suka menyebutnya dengan kalimat : “Oh, hari ini Fatah sekolah”.

Fatah sekolah di sebuah tempat penitipan anak milik pemerintah Chiba. Untuk masuk ke sini ada syaratnya. Antrinya juga panjang. Syarat adalah kedua orang tua si anak mesti beraktivitas di luar rumah, entah kerja atau sekolah. Prioritas utama untuk sekolah di sini adalah kedua orang tuanya yang kerja.

20130415-150557.jpg
Sekolah Fatah saat senja

Sekolah Fatah menerima anak dengan umur 0-6 tahun dan dibagi menjadi 6 kelas. Awal masuk sekolah di sini, Fatah berada di kelas 0-1 tahun. Di kelas ini dulu, Fatah bersama 11 orang temannya diasuh 4 orang gurunya. Nama kelas pertamanya ini adalah tanpopo gumi. Di kelas ini ada satu orang guru yang Fatah suka sekali dengannya. Setiap pagi kalau diantar kalau bertemu dengan guru ini bisa dipastikan tidak ada tangisan saat aku meninggalkannya. Guru yang Fatah suka ini adalah guru yang sering memberi ASIP ke Fatah selama dia di sekolah. Memang sampai umur 14 bulanan Fatah masih dibekali ASIP kalau ditinggal di sekolah.

Sekarang di kelas anak 1-2 tahun, bersama 13 orang temannya, Fatah diasuh oleh 3 orang guru. Nama kelasnya adalah sumire gumi. Nama kelas di sekolah ini adalah nama bunga dalam bahasa Jepang. Semua guru kelas Fatah adalah perempuan. Satu orang guru adalah guru Fatah di kelas sebelumnya. Di kelas baru ini, Fatah tetap berada di sekolahnya selama lebih kurang 8 jam/5 hari dalam seminggu.

Pembayaran bulanan dan uang masuk di daycare milik pemerintah Jepang ini dilakukan berdasarkan jumlah pendapatan kedua orang tua anak. Bagi pemerintah Jepang, dengan sistem administrasi yang sudah tertata rapi, pendapatan seluruh orang yang tinggal di Jepang sudah bisa diketahui sejak orang tersebut masuk ke wilayah Jepang. Misalnya aku masuk ke Jepang dengan status visa adalah mahasiswa asing. Begitu juga dengan suami. Status pendapatan kami juga berasal dari beasiswa. Sumber pendapatan ini juga nantinya yang akan menjadi dasar perhitungan pajak tahunan dan asuransi kesehatan negara. Alhamdulillah, beasiswa bukan dihitung sumber pendapatan di Jepang. Jadi, aku dan suami dihitung sebagai orang dengan pendapatan 0 yen/bulan.

Implikasi dari pendapatan 0 yen ini adalah kami bisa mengajukan keringanan pembayaran asuransi kesehatan. Selama 5 tahun tinggal di Jepang, potongan pembayaran asuransi kesehatan ini bisa sampai 50%. Implikasi lain adalah pembayaran sekolah Fatah. Karena kami sebagai kedua orang tua Fatah adalah mahasiswa dengan pendapatan 0 yen, maka uang masuk dan uang bulanan Fatah juga 0 yen. Walaupun kami tidak membayar uang bulanan, tidak ada perbedaan antara Fatah dan anak yang lain. Bahkan, karena Fatah adalah seorang Muslim, Fatah mendapat keistimewaan masalah makanan.

Sekolah ini mempunyai halaman yang luas. Ada petakan bermain pasir, perosotan, panjat-panjatan, sepeda-sepeda roda tiga dll sebagai fasilitas bermain untuk anak-anak. Setiap pagi, kalau hari cerah, anak-anak di sekolah ini akan memulai hari-harinya dengan menari/berjoget/senam bersama yang diiringi oleh lagu. Bukan hanya anak-anak, tapi juga guru-guru yang mengajar di sekolah ini. Kegiatan lain adalah jalan-jalan. Ada banyaknya kegiatan fisik untuk anak-anak inilah yang membuatku jatuh cinta dengan sekolah ini. Kegiatan di dalam ruangan juga hampir bertema gerak badan. Sepengamatanku tidak ada kegiatan belajar membaca dan menulis di sekolah ini. Yang ada adalah guru membacakan buku atau cerita untuk anak-anak yang bersekolah di sekolah ini.

Alhamdulillah, bersyukur Fatah bisa mempunyai pengalaman bersekolah di sini.

29 thoughts on “[SPIdJ] Sekolahnya Fatah

  1. Assalaamu’alaikum wr.wb, Fety…

    Pengalaman sangat penting buat anak rantau yang jauh dari tanah kelahiran. Sangat beruntung kepana pengalaman menghantar anak ke “sekolah” Jepang di usia umda memberi banyak pengajaran bahawa di mana-mana pun kita berada pasti ada sesuatu yang Allah SWT ingin kita pelajari dari budaya mereka. Mudahan Fatah bisa membangun menjadi anak yang tabah, kuat dan bertakwa. Aamiin.

    Salam mesra dari bunda di Sarikei, Sarawak.😀

  2. aahh aku belum ktemu Fatah.

    Penitipan anak maupun sekolah di Jakarta, mahal ajah. Makanya lebih banyak pasangan bekerja luar rumah yang membayar baby sitter daripada ditaruh ke daycare.

    Seorang teman pernah menitipkan anaknya di daycare. Biaya per bulan lebih dari 2jt loh.

    Sementara gaji baby sitter sekitar 1jt-an

  3. wah senangnya dek fatah bisa bersekolah disini, pasti langsung fasih bahasa jepang dari bayi ya mba! Semoga dek fatah cepat besar dan sehat selalu,

    salam dari uways di jogja🙂

  4. mb fety, pernah jemput fatah overtime? paling lambat jam brp? nisa pernah kujemput jm 9 malam. hiks.😦 tiap minggu minimal satu kali nisa pasti kujemput overtime mb, paling cepet jam 7 malam, paling lambat jam 9.😦

    • belum pernah, mama nisa. Maksimal saya jemput pukul 6 sore, itupun baru satu kali waktu suami lagi gak ada di rumah satu minggu. Selama ini saya jemput sekitar pukul 5.30 sore. Kalau saya mesti sampai malam atau larut di lab, saya minta suami yang menjemput Fatah maksimal juga pukul 5.30 sore.

      • suami saya kerja sampe malam mb, jam kerjanya mulai pukul 10.30-19.30. biasanya tiap hari lembur sampe 2 jam, jd baru pulang jm 10 malam. otomatis ga ada yg bisa gantiin saya jemput nisa sore.😦 ga ada teman yg tinggalnya dekat jg untuk dimintai tolong. haduuuu. kasian nisa.

      • klo overtime gitu, nisa juga diantar dari pagi? klo misalkan saat overtime, nisa diantarnya siang memungkinkan gak?

        Atau klo hari ini Nisa dijemput overtime, besoknya dia libur sekolah, memungkinkan gak? Saya juga gitu soalnya, klo saya sampai malam di lab, saya usahakan saya ganti besoknya Fatah libur.

  5. Subhanallah…Andai sekolah itu ada di Indonesia. Para Ibu bisa bekerja dengan tenang, yang Mahasisiwi merangkap Ibu, belajarnya juga maksimal..Kalau semua terjamin,siapa sih yang ga bakal produktif?

  6. ya kalau diterjemahkan ke bahasa Indonesia yang paling simple adalah sekolah, Tapi kalau dilihat dari Jenisnya ada macam-macam. Takujisho, houikuen, playgroup dsb (semuanya skr di Indonesia diterjemahkan jadi PAUD).sedangkan yang diakui sebagai sekolah oleh pemerintah Jepang hanya TK youchien…

  7. wow! gede banget sekolahnya; klo di Indonesia di sebut PAUD kali ya Mbak Fety, dan setauku gak ada yang segede ini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s