[Jepang dalam Foto] Mamachari

Mamachari adalah sebutan sepeda untuk ibu-ibu di Jepang. Sepeda adalah kendaraan utama ibu-ibu di sini. Lebih gampang dan mudah dibandingkan kendaraan roda dua atau kendaraan roda empat, kalau menurut saya. Harga mamachari ini lumayan mahal.

Alhamdulillah setahun yang lalu aku dapat lungsuran dari seorang teman yang membeli mamachari model terbaru saat itu.

20130321-140927.jpg
Bentuk awal mamachari lungsuran teman

Foto di atas adalah bentuk mamachari yang sejak awal diberikan oleh teman kepadaku. Terinspirasi oleh ibu-ibu di Jepang, akhirnya saat menggunakan sepeda untuk tempat-tempat di sekitar apato, sambil bersepeda Fatah kugendong dengan ergobaby. Alhamdulillah bisa berjalan seperti ini sampai Fatah berumur sekitar 16 bulan bulan Februari kemarin.

Nah, masalahnya Fatah semakin besar dan berat. Kalau bersepeda dan digendong, saat bersepeda dia sering berontak karena pengen lihat ke depan. Sebenarnya sudah lama mencari tempat dudukan bayi yang bisa diletakkan di depan mamachari ini. Tapi, karena sepedanya model lama, akhirnya tidak bisa menemukan di sebuah toko sepeda. Pertengahan Februari kemarin tergerak lagi untuk mengunjungi sebuah toko sepeda di dekat kampus. Alhamdulillah, meskipun pemesanan memakan waktu yang lama, akhirnya bisa menemukan dudukan bayi di depan.

20130321-141553.jpg
Setelah keranjang depan diganti dengan tempat dudukan bayi

20130321-141638.jpg
Fatah di dudukan depan

20130321-141706.jpg
Siap jalan-jalan bersama Fatah. Sekarang karena lagi terkena kafunsho maka kalau keluar rumah mesti menggunakan masker

Semoga setahun ke depan akan banyak pertualangan ke tempat-tempat yang seru bersama mamachari 🙂

Iklan

28 pemikiran pada “[Jepang dalam Foto] Mamachari

  1. Aaaah asyiknya bisa jalan2 naik sepeda bawa anak ya mbak. Btw, harga mamachari baru memang brp mbak? Kalau obil di Jepang pastinya harganya tdk semahal di Indonesia hehehe

  2. Di komplek ku juga ada suka ada sepeda pake kursi kayak gituh…tapi dari rotan mba…
    Dan hanya berani dipake sekitaran komplek doang sih…

    Di Jepang sonoh jalan nya lebih kondusif yah mba…

    Hati hati aja yah mbaaaaa 🙂

    • Ho ho enak bgt Sint. Gak rame, masih ramah dengan pejalan kaki dan penyepeda, bebas polusi udara 🙂 Iya nih, aku juga berharap Sint suatu saat sepeda kayak gini ada di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s