[SPIdJ] Kafunsho

Awalnya adalah pilek, batuk dan bersin sejak minggu kemarin. Kirain hanya batuk pilek saja karena satu minggu kemarin itu berada di rumah hanya berdua dengan Fatah karena ayahnya Fatah lagi ada seminar dan menginap di Tokyo. Karena Fatah hampir setiap malam seminggu kemarin itu terbangun dan menangis sambil mata menutup, jadilah seminggu kemarin kebanyakan begadang.

Tetapi, setelah merasa cukup istrirahat, batuk pilek dan bersin-bersin gak hilang juga. Sekarang ditambah dengan mata gatal-gatal. Suamipun mengalami gejala yang sama. Satu lagi, badan rasanya lemas banget meskipun sudah merasa cukup tidur.

Nah, di FB seorang teman di Chiba menuliskan statusnya yang sedang mengalami kafunsho (hay fever). Di Jepang, kafunsho ini kebanyakan disebabkan karena alergi serbuk sari pohon pinus. Tanda-tandanya adalah hidung berair, mata gatal dan berair, batuk berdahak, susah bernafas dan lemas. Biasanya orang-orang yang sudah lama tinggal di Jepang, kemungkinan terkena kafunsho ini lebih besar.

Yakin sekali kalau aku dan suami juga terkena kafunsho, akhirnya hari Kamis, 7 Maret setelah mengantar Fatah ke sekolah, kami berdua ke klinik dekat rumah. Setelah diperiksa oleh dokter ternyata benar, kami berdua terkena kafunsho. Di aku, yang paling berat adalah matanya yang sangat gatal dan lemas. Sedangkan di suami, gejala yang paling berat adalah batuk berdahaknya dan juga lemas. Tahun ini adalah tahun kelima aku di Jepang sedangkan bagi suami adalah tahun keempat. Tahun-tahun sebelumnya alhamdulillah kami tidak terkena kafunsho. Nah, tahun ini akhirnya terkena juga😦

Berdasarkan penjelasan dokter, sekali terkena kafunsho, maka tahun-tahun berikutnya kemungkinan juga akan terkena kafunsho. Dan tahun ini kemungkinan kafunsho ini akan ada di Jepang hingga bulan Juni. Dari dokter kami berdua dibekali obat gatal untuk mata, obat pengurang pilek sekaligus berefek bisa tidur, obat batuk pengencer dahak. Karena suami juga susah bernafas, suami juga dibekali obat semprot untuk pelega nafas yang disemprotkan di hidung.

Alhamdulillah hari Kamis, 7 Maret dan Jumat, 8 Maret Fatah sehat. Jadi, Fatah bisa dititipkan di sekolah sementara aku dan suami istirahat sepanjang siang. Bahkan hari Kamis itu karena pengaruh obat, aku dan suami tidur siang sekitar 2.5 jam.

Alhamdulillah mulai hari Sabtu, 9 Maret sudah bisa keluar ke Tokyo meskipun sekarang mesti menggunakan masker setiap keluar. Suami juga mulai beraktivitas ke Tokyo hari Minggu, 10 Maret meskipun batuknya masih juga belum reda.

Semoga saja tidak menjadi parah lagi seperti hari Kamis dan Jumat kemarin. Kasihan Fatah yang bingung ayah ibunya tiba-tiba gak bosa main dengannya.

9 thoughts on “[SPIdJ] Kafunsho

  1. Ping-balik: [Jepang dalam Foto] Mamachari | Fety

  2. Semoga cepat sembuuuh.. Alergi gini juga sering banyak yang kena di Swedia kalau udah mulai musim semi-panas. Kadang sampe ada yang matanya bengkak banget saking alerginya.. >___<

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s