[SPIdJ] Menjadi CS harus Sabar (2)

Masih bercerita tentang CS 🙂

Membeli makanan di Jepang memang membutuhkan keahlian : mesti hati-hati dengan kandungan komposisi makanan yang terkandung di dalamnya. Biasanya aku dan suami membeli makanan yang memang sudah dipastikan aman untuk dikonsumsi oleh kami sebagai seorang muslim.

Suatu membelikan satu paket yang terdiri dari beberapa buah donat. Donat ini merupakan produk jualan sebuah convenient store di Jepang. Sebelumnya kami belum pernah membeli produk ini.

Sewaktu melihat daftar komposisi bahan pembuatnya, aku melihat ada elmusifier yang bahan asalnya tidak dijelaskan. Jika sebuah produk makanan, bahan asal elmusifiernya berasal dari tumbuhan (biasanya dari kedelai), maka dituliskan didalam tanda kurung setelah tulisan elmusifier.

Aku dan suami sempat berdiskusi tentang donat itu. Suami berkeyakinan donat tersebut bisa dimakan karena di daftar alergen donat tersebut hanya dicantumkan telur, tepung dan susu. Tapi, ada ragu yang menyeruak di hatiku. Akhirnya, kami sepakat akan menanyakan tentang emusifier itu kepada CS perusahaan penjual donat.

Keesokan harinya, aku menelpon nomor telpon yang dituliskan di bungkus belakang bungkusan donat tersebut.

Aku : Halo, saya mau menanyakan bahan asal elmusifier yang ada di donat A

CS : Nama produknya apa?

Aku : *menyebutkan nama produk*

CS : OK, saya akan menanyakan ke pihak yang mengetahui di perusahaan kami. Bisa tolong sebutkan nomor telpon Anda?

Aku : *menyebutkan deretan angka*

CS : OK, saya akan menelpon lagi nanti.

Saat itu pagi, sekitar pukul 8. Setelah menelpon, aku bergegas bersiap mengantar Fatah ke sekolahnya dan kemudian ke kampus karena pukul 9 pagi ada pertemuan di lab yang mesti dihadiri.

Sekitar pukul 9, sesampainya di lab, di layar depan HPku kulihat ada panggilan dari nomor perusahaan penjual donat.

Semoga nanti mereka menelpon lagi, batinku. Kalau mereka tidak menelpon, aku sudah memutuskan untuk menelpon lagi.

Di tengah sesi istirahat saat pertemuan di lab, HPku bergetar. Nomor telpon perusahaan donat terpampang di HP. Kutekan tulisan “ANSWER”.

CS : Halo, kami dari perusahaan A mau memberitahukan bahan asal emulsifier.

Aku : OK. Bahannya apa yah?

CS : Bahan asalnya mengandung minyak babi.

Aku : Owwhh. Baiklah. Terima kasih.

Kemudian telponpun ditutup. Terima kasih CS mau menelpon lagi, batinku.

@seminar, Jan 2013

Iklan

12 pemikiran pada “[SPIdJ] Menjadi CS harus Sabar (2)

  1. Kalo soal pelayanan saluuuuuuut banget deh disini. sampe ad yg sudah paham ad yg tanya tanya krn aturan agama. jadi CS nya yg menyarankan suruh hentikan konsumsinya. keseringan ditanya kali ya hehehehe

  2. minta bocoran nama merk makanan yang jelas Halal disana dong. Buat contekan kalo kesana nanti.

    btw de catut tulisan Fety ttg makanan halal di postingan terbaru de yaaa. Mohon ijin *bungkuk ala Jepang*

    • De install aja aplikasi Halal Japan di Iphone (tau De pakai iphone dari signaturenya waktu kirim email :D). Di sana lengkap tentang makanan yang bisa dikonsumsi di Jepang.

      Juga bisa dengan like page Serijaya Indonesia di FB. Yang punya page itu wanita Indonesia yang menikah dengan orang Jepang dan tingga di Jepang.

      Tentang tulisan, siiiippp 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s