[SPIdJ] Taihen desu ne …

Menurut kamus elektronik yang saya miliki, kata taihen (大変) dalam bahasa Inggris berarti very, much, greatly, extremely, terribly dan highly. Dalam bahasa percakapan, kata taihen ini seringkali berafiliasi dengan pemahaman yang ‘negatif’ (menurut pendapatku :)) yaitu terribly.

Jujur saja, saat bertemu dengan orang Jepang di saat-saat situasi di bawah ini dan yang terucap dari lisan mereka adalah : taihen ne atau taihen desu ne, rasanya ada yang maknyess di relung hati. Pengen rasanya menjawab, aku tidak butuh dikasihani :). Tapi, percayalah, biasanya hanya senyuman yang menghias bibirku.

Situasi 1 :

Saat akhir musim panas. Cuaca di Chiba memang sedang panas dan lembab. Sehabis mengayuh sepeda selama kurang lebih 15 menit dari rumah ke kampus, maka keringat tentu saja membasahi mukaku. Sangat kentara keringat itu di wajahku. Karena mengejar tepat waktu datang ke ruang perkuliahan dan setengah berlari dari tempat parkir sepeda hingga gedung kuliah, sisa-sisa keringat masih membekas di wajah saat aku sampai di ruang sebuah lift. Maka terjadilah percakapan di bawah ini antara aku (A) dengan seorang asisten salah satu Associate Professor (AP) di kampusku.

AP : Panas yah?

A : Yah

AP : Apalagi kamu pakai itu (menunjuk ke arah jilbab). Taihen desu ne … (Sengaja kalimat ini tidak diartikan :))

A : *seperti biasa tersenyum sajalah*

Atau dengan seperti situasi di bawah ini. Sebuah percakapan yang terjadi antara aku (A) dengan tetangga bawah apato (T). Saat itu sore di hari Jumat. Aku bersama Fatah sudah tiba di deretan anak tangga, bersiap hendak menapaki deretan anak tangga itu hingga ke lantai lima. Aku menggendong Fatah di depan. Di punggung tergantung sebuah backpack, yang berisi tempat makan siang, hardisk, kabel-kabel (kabel iphone, kabel laptop) dan beberapa printilan lain. Di tangan kiriku tergantung tas jinjing berisi pakaian kotor dan popok kotor Fatah selama dia di sekolahnya. Tas itu setiap hari Jumat berisi muatan yang lebih banyak karena di hari Jumat tas itu bertambah dengan alas kasur dan dua lembar handuk kotor. Tangan kananku menjinjing sebuah tas lagi yang berisi icebag ASIP yang diperah selama di kampus dan icebag yang berisi perlengkapan ASIP Fatah selama dia sekolah. Terbayangkan, teman-teman, bawaanku sore itu? 🙂 Maka terjadilah percakapan di bawah ini saat aku bertemu dengan tetangga bawah apato.

T : Selamat sore.

A : Selamat sore.

T : Baru pulang?

A : Iya.

T : Taihen desu ne (sambil melihat ke arah bawaanku).

A : *lagi-lagi hanya bisa tersenyum (kecut)*

Masalahnya kedua situasi di atas sangat sering kulakoni. Maka, semakin sering pula aku mengalami kedua percakapan di atas.

@kampus, Sept 2012

Iklan

23 pemikiran pada “[SPIdJ] Taihen desu ne …

  1. lah…pemahamanku malah melenceng 😀
    kalo orang bilang: ‘taihen desu ne’ pemahamanku artinya ‘berat ya’. Gitu. Tapi bukan berarti dikasihani. Aku malah takiyani saja sambil bilang daijoubu. 😀

  2. hmmm aku sering pakai kata “repot ya/loh…” begini…
    Jika aku menceritakan betapa dari pagi sudah musti siapkan ini itu, antar anak naik sepeda, taruh di parkiran, lalu kejar bus, naik kereta dan kerja…semua dalam waktu terbatas, lalu ada telepon. Pas orang itu tanya, “Kok tidak jawab telepon saya?” biasanya aku jelaskan bhw bla bla bla…. taihen dayo!. (Aku juga repot loh… ngerti dong :D)
    Sebetulnya bukan dikasihani, tapi dia menyatakan bahwa dia mengerti kondisi kamu yang begitu repot..Orang Jepang ngga sebaik itu mau kasihan sama orang lain, krn mereka juga repot sih hehehe.

    • Mungkin pemahaman bahasa Jepang fety yang belum mumpuni, mbak Imel. Tapi, klo orang Jepang menggunakan kata “taihen desu yo” atau “taihen da yo”, fety sepakat itu lebih bermakna repot karena biasanya juga disertai dengan mimik muka minta persetujuan. Tapi, sependek pengamatan fety kalo yang digunakan adalah “taihen desu ne” atau “taihen ne” dengan mimik muka yang lempeng kok artinya lebih mengarah ke “kasihan yah”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s