Terima Kasih Seribu Hingga Untukmu

Engkau dan aku percaya bahwa pada setiap keputusan yang kita ambil dalam rentang ikatan suci ini senantiasa ada konsekuensi yang mengikuti dan mesti kita emban, maka terima kasihku untukmu yang bersedia setia pada konsekuensi dari setiap-setiap keputusan kita.

Pun juga saat kita memutuskan mempunyai momongan di tengah masa studi pendidikan tinggi kita dan tinggal berkilo-kilo meter jauhnya dari orang tua dan keluarga besar kita.

Tentu saja ada banyak konsekuensi yang mengikuti pilihan kita itu tapi kita percaya ada tangan Allah yang akan memudahkan kita menjalankan konsekuensi-konsekuensi itu.

Maka, kuucapkan terima kasih padamu yang mau mengambil peran membereskan cucian baju-baju kita semenjak si kecil yang ganteng itu hadir meramaikan rumah kita.

Tidak hanya itu, terima kasih juga dengan usahamu yang senantiasa berusaha memenuhi ucapanmu di suatu pagi sehari setelah si kecil merasakan kehangatan apato kita : “mulai hari ini ayah yang memandikan Fatah.”

Sejak itu pula jadwal mandi buah hati kita pagi dan sore tergantung dengan jadwalmu keluar rumah atau sampai di rumah setelah hampir 3 jam berdesak-desakan bersama pencari ilmu dan pencari rezeki yang lainnya di kereta.

Aku tahu engkau adalah orang yang sangat detail dan teliti, karena itulah saat engkau mengambil peran mengguntingkan kuku-kuku anak kita saat kuku-kuku itu telah melebihi batas sungguh rasa terima kasih itu memenuhi segenap rongga dadaku.

Begitu juga dengan kesediaanmu menyiapkan perlengkapan sekolah buah hati kita setiap pagi, sementara aku sedang berkutat dengan urusan dapur, bekal, ASIP dan tetek-bengek pagi hari, kuucapkan terima kasih dari hati.

Atau engkau yang tidak segan menggantikan peranku menyuapi si kecil yang sudah menisbatkan dirinya menjadi anak gede itu, kuucapkan terima kasih tetap setia pada konsekuensi pilihan kita ini.

Pada kesediaanmu menggantikanku menemani tidur si kecil kala aku mesti menunaikan tugas domestik rumah tangga lainnya juga atau pada kesediaanmu menggantikan tugas sementaraku sebagai ibu di saat kehadiran di kampus adalah hal yang wajib, ah aku tidak mempunyai kata-kata yang lain lagi selain T.E.R.I.M.A K.A.S.I.H

Untuk kesetiaanmu pada pilihan kita ini yang engkau buktikan mau bersamaku belajar tentang ASIP, MPASI, imunisasi, kesehatan anak, dan semua hal tentang bagaimana menjadi orang tua yang baik, tidak ada kata yang bisa kuucapkan selain terima kasih dari lubuk kalbu.

Perjalanan untuk setia pada konsekuensi dari pilihan kita masihlah teramat panjang, maka semoga ucapan TERIMA KASIH-ku padamu adalah jembatan yang menjadikan kita saling mengingatkan untuk setia pada konsekuensi-konsekensi pilihan kita.

Tulisan ini adalah hadiah hari ayah untuk seseorang yang Allah pilihkan menjadi ayah bagi anak-anakku dan juga diikutkan untuk lomba Terima kasih #MetaMatika.

@rumah, Juni 2012

10 thoughts on “Terima Kasih Seribu Hingga Untukmu

  1. heart warming….mataku berkaca-kaca bacanya Mbak.. semoga selalu dilimpahi kasih sayang dan kekuatan olehNya dan dimampukan dalam mengarungi bahtera rumah tangga dengan segala dinamikanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s