[SPdIJ] Tumbuh Kembang Anak Bukan Ditentukan oleh TextBook

Ada sebuah percakapan sederhana yang membekas di hatiku saat Fatah berumur sekitar empat bulan. Percakapan tersebut terjadi antara aku (A) dan seorang petugas (B) saat dilangsungkannya pemeriksaan serta imunisasi BCG Fatah di Kantor Asuransi dan Kesejahteraan Kecamatan Inage (B)(保険福祉センター).

Percakapan inilah yang membuat aku akhirnya memiliki paradigma yang lebih kuat tentang keunikan setiap anak. Percakapannya kurang lebih seperti di bawah ini.

B : Dari hasil pemeriksaaan, secara keseluruhan Fatah-kun sehat. Ada yang mau ditanyakan Bu?

A : Iya, sampai usia sekarang Fatah belum bisa tengkurap sendiri. Gpp yah? *Ada rasa khawatir di hati kami saat umur sekitar 4 bulan Fatah belum bisa tengkurap*

B : Tidak usah khawatir, Bu. Di umur 4 bulan yang paling penting adalah kepala si anak sudah tegak saat ditengkurapkan. Fatah-kun kepalanya udah tegak. Dia juga masih umur 4 bulan. Tumbuh kembang setiap anak beda. Jangan bandingkan Fatah dengan apa yang tertulis di buku.

A : Oh gitu ya *senyum*

Entah mengapa meskipun sejak hamil sudah menanamkan di otak kalau tumbuh kembang setiap anak berbeda dan tugas orang tua hanya bertugas untuk menstimulasi anak, namun saat itu benar-benar merasa ‘terganggu’ karena di umur 4 bulan Fatah belum bisa tengkurap sendiri. Padahal beberapa kali membolak-balik buku What Expect the First Year juga disebutkan sampai dengan akhir umur 5 bulan (atau menjelang 6 bulan) si anak seharusnya sudah bisa tengkurap satu arah tanpa bantuan.

Jawaban dari ibu petugaslah yang akhirnya benar-benar kembali menyadarkan dan membuatku ‘waras’ bahwa tidak ada gunanya membanding-bandingkan anak. Setiap anak punya kepintaran dan kepandaian mereka sendiri.

Aku (dan suami) ingin senantiasa menjaga kewarasan ini hingga nanti tugas kami sebagai orang tua purna.

*Epilog : Akhirnya memang Fatah sendiri yang menjawab keraguan ayah ibunya. Dia bisa tengkurap di umur 5 bulan 7 hari🙂*

@kampus, April 2012

7 thoughts on “[SPdIJ] Tumbuh Kembang Anak Bukan Ditentukan oleh TextBook

  1. heheheh anak-anakku semua ngga ada yang bisa negaeri! sampai gede hehehe. Aku sama sekali tidak pernah khawatir pada perkembangan bayiku karena mereka prematur. Dan itu aku diberitahu dokter anak, umur mreka dihitungnya dari due date bukan dr hari lahir. Jadi kalau sebenarnya usia 4 bulan tapi prematur 2 bulan, ya harus lihat perkembangan dr bayi 2 bulan bukannya 4 bulan….. hehehe.

  2. Bener kata mbak, tiap anak punya kepandaian sendiri-sendiri.

    Apalagi jika orang tua lain membanding-bandingkan anak-anak mereka dengan anakku. Baik jelek maupun baik. Aku selalu ngeles bilang “Tiap anak kan beda-beda, bu.”

    Mudah2an kita tetap bisa menjaga kewarasan kita hingga anak2 kita dewasa ya mbak ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s