Menemukan “Harta Karun” Dunia Maya

Cat : Tulisan yang diikutsertakan dalam lomba review website Cerita Anak Islam menjelang Idul Fitri 1432 H kemarin. Alhamdulillah berbuah hadiah kaset dan buku 🙂 Makasih mbak Rani. Diletakkan di blog sebagai arsip tulisan.

*****

Tahun ini di bulan Ramadhan 1432 H, Pengajian Muslimah Chiba (PMC) berencana mengadakan kegiatan anak dengan tema “Koempoel Bocah Ramadhan Mubarak 1432 H”. Kegiatan ini adalah lanjutan kegiatan anak dengan tema “I Love Ramadhan” di bulan Ramadhan 1431 H tahun lalu. Pengajian Muslimah Chiba (PMC) adalah perkumpulan muslimah, khususnya muslimah Indonesia, di Chiba, Jepang, yang mempunyai kegiatan rutin menyelenggarakan kegiatan pengajian untuk para muslimah di sekitar Chiba setiap bulan.

Mulai bulan Ramadhan 1431 H, PMC mengadakan kegiatan khusus untuk anak di bulan Ramadhan. Hanya satu hari saja kegiatan ini, dari pukul 09.00-12.00 JST. Paling tidak keberadaan kegiatan setengah hari di bulan Ramadhan ini menjadikan kenangan indah bagi anak-anak muslim/ah di tanah sakura tentang bulan Ramadhan.

Sama seperti tahun lalu, kegiatan anak “Koempoel Bocah Ramadhan Mubarak 1432 H” dibagi dalam dua kelompok anak, yaitu grup Al-Kautsar dan grup Ar-Rayyan. Grup Al-Kautsar diperuntukkan untuk anak-anak yang berumur 2-5 tahun sedangkan grup Ar-Rayyan diperuntukkan untuk anak dengan kisaran umur di atas 5 tahun. Bersama tiga muslimah yang lain, aku mendapatkan tugas menjadi pengajar di grup Ar-Kautsar.

Salah satu tugasku dalam kegiatan ini adalah mencari cerita yang akan diperdengarkan untuk anak-anak yang tergabung di grup Al-Kautsar. Aku bukanlah pencerita yang handal. Maka, pilihanku akan tugas ini adalah mencari cerita-cerita Islam dalam bentuk audio yang tersebar di dunia maya. Dengan bekal sebuah komputer dan speaker, maka sebuah cerita audio tentu akan menarik perhatian anak-anak di grup Al-Kautsar. Itulah pemikiranku.

Satu hari menjelang akan diadakannya kegiatan “Koempoel Bocah Ramadhan Mubarak 1432 H”, yaitu pada tanggal 15 Agustus 2011, mulailah aku menggunakan mesin pencari google dan mengetikkan sejumlah kata kunci untuk menemukan cerita-cerita yang bagus untuk anak-anak. Tentu saja cerita-cerita dalam koridor keIslaman. Mesin pencari sejuta umat itulah yang akhirnya membawaku ke website Cerita Anak Islam.

Kutelusuri satu demi satu halaman yang ada di website itu. Hmm, ditinjau dari tanggal pendirian website ini baru saja dirilis di bulan Ramadhan 1432 H ini. Sungguh bukan sebuah kebetulan bukan?:). Namun, tidak ada korelasi positif antara website yang baru dirilis dengan konten yang terdapat di website Cerita Anak Islam. Konten-konten yang ada di website itu seakan-akan sudah dipersiapkan jauh-jauh hari sebelum peluncuran website untuk umum sehingga aku tetap bisa menemukan cerita yang berbobot dengan kualitas suara yang jernih dan bagus saat mendengarkan cerita-cerita audio itu.

Menelusuri nama-nama tim yang tergabung sebagai pengelola website ini, keterkagumanku dengan konten-konten yang tersedia terjawab. Aku mengenal hasil karya tiga diantara delapan orang yang tergabung dalam tim website Cerita Anak Islam. Dua di antara yang karyanya kukenal adalah penulis cerita anak di tanah air yaitu Ali Muakhir dan Rani Yulianty.

Selanjutnya, aku memilih, mengunduh dan mendengarkan cerita-cerita audio yang terdapat di website tersebut. Hal ini kulakukan karena aku ingin menyeleksi cerita-cerita yang mana yang rasanya tepat diperdengarkan untuk anak-anak dengan kisaran umur antara 2-5 tahun. Pada saat aku melakukan proses penyeleksian ini, terlintas sebuah hal di pikiranku, kalau saja ada kategori umur di website ini tentu pekerjaan memilih cerita-cerita audio ini menjadi lebih mudah. Semoga saja ke depannya, hal ini menjadi perhatian tim pengelola konten website Cerita Anak Islam.

Tentu saja, meski saat melakukan proses memilih, mengunduh dan mendengarkan cerita-cerita audio ini aku menghabiskan waktu hampir setengah harian di depan komputer, mataku tidak terasa lelah menatap website Cerita Anak Islam. Komposisi warna background website yang hijaulah, aku kira yang menyebabkan hal ini. Terasa sejuk saat menatap website yang juga dihiasi dengan gambar tawa anak-anak yang sedang mendengarkan cerita sang ibu di pinggir sungai. Dua jempol untuk para tim pengelola website untuk pilihan background warna dan gambar ini.

Akhirnya,  aku menemukan tiga cerita yang kukira tepat untuk diperdengarkan untuk anak-anak di grup Al-Kautsar. Dengan slot waktu bercerita yang dirancang kurang lebih satu jam, aku pikir ketiga cerita ini akan mampu memenuhi ruang imajinasi anak-anak di grup Al-Kautsar. Cerita yang kupilih adalah Kisah Jojo Boneka Kebun Semangka (http://project.raniyulianty.com/2011/08/kisah-jojo-boneka-kebun-semangka/), Kisah Berhala yang Menghancurkan Berhala (http://project.raniyulianty.com/2011/08/berhala-yang-menghancurkan-berhala/) dan Kisah Nenek-Nenek Ingin Masuk Surga (http://project.raniyulianty.com/2011/08/nenek-nenek-ingin-masuk-surga/). Pemilihan terhadap ketiga cerita ini didasari oleh kesederhanaan makna yang disampaikan dalam cerita ini. Harapanku saat anak-anak dengan umur 2-5 tahun mendengarkan cerita ini mereka mampu menangkap makna dari cerita-cerita ini.

Walaupun pada saat hari H, hanya satu cerita yang bisa diperdengarkan, tapi keterdiaman anak-anak grup Al-Kautsar saat mendengar cerita Kisah Nenek-Nenek Ingin Masuk Surga yang dibawakan oleh Ali Muakhir ini, menjadi bukti kalau cerita ini didengarkan oleh anak-anak dengan penuh minat. Di akhir cerita, saat kami, para pengajar, bertanya siapa yang ingin masuk surga, semua anak-anak mengacungkan tangan mereka tinggi-tinggi. Semuanya bersemangat ingin masuk surga. Ah, sungguh keceriaan anak-anak adalah penawar segala lelah saat mempersiapkan acara ini. Terima kasih untuk seorang Ali Muakhir yang telah membantu kami membawakan cerita ini untuk anak-anak di grup Al-Kautsar.

Harapan sederhanaku, di tahun-tahun yang akan datang, akan banyak lagi cerita-cerita anak Islam dalam bentuk audio atau video yang bisa diunduh dari website ini. Artinya, website ini akan tetap terus ada hingga akhir zaman, tidak hanya di bulan Ramadhan tahun ini saja. Mengelola sebuah website hingga bertahun-tahun membutuhkan energi yang sangat besar. Semoga Allah, Sang Pembolak-balik Hati, senantiasa menguatkan azzam di kalbu para pengelola website ini.

Bagiku yang berada jauh dari tanah air dengan keterbatasan sumber-sumber cerita Islam untuk anak-anak, ketersediaan website-website seperti website Cerita Anak Islam adalah seakan seperti harta karun. Penyampaian nilai-nilai Islam kepada anak-anak yang dibesarkan di negeri minoritas, seperti negeri matahari terbit ini misalnya, tentu akan menjadi lebih mudah bagi para orang tua.

Sekali lagi, terima kasih untuk para pengelola website yang telah membantu kami di kegiatan Ramadhan anak di bumi Chiba di bulan Ramadhan 1432 H 🙂

@rumah, Sept 2011

Iklan

21 pemikiran pada “Menemukan “Harta Karun” Dunia Maya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s