[Serial Kehamilan] Kisah dudul saat hamil

Mengikuti sebuah forum ibu-ibu terutama yang berhubungan dengan kehamilan, membuat pengetahuanku tentang kehamilan bertambah. Salah satunya adalah penyakit lupa yang diderita oleh ibu hamil. Bagiku, jangankan saat hamil seperti sekarang, sebelum hamilpun penyakit lupa sudah menjadi teman. Yang paling sering lupa adalah tempat meletakkan kacamata 🙂

Tapi, ketika hamil, penyakit lupa ini ternyata tetap juga menjadi teman. Dua cerita di bawah ini adalah salah dua bukti tentang penyakit lupa tersebut 🙂

a. Biasanya berjalan kaki dari gedung tempat labku berada menuju tempat perhentian bis untuk pulang ke rumah yang memakan waktu kurang lebih 20 menit kuisi dengan beberapa agenda. Salah satunya adalah menyusun menu harian untukku dan suami dalam pikiran atau dicatat di hp sehingga sepulang dari kampus bisa langsung singgah ke supermarket terdekat dan membeli bahan-bahan yang akan diolah menjadi lauk pauk sekitar satu minggu.

Suatu hari sebelum berangkat ke kampus, aku sudah memastikan isi kulkas yang tidak menyisakan apapun, artinya sepulang dari kampus hari itu aku mesti singgah ke supermarket untuk belanja. Sehabis kuliah di hari itu, aku langsung pulang karena dalam pikiranku masih memungkinkan menunaikan shalat ashar di rumah. Tanpa mengingat mesti singgah ke supermarket terdekat, aku langsung naik ke apato kami yang terletak di lantai 5. Menjelang isya, suami pulang dan kamipun makan malam.

Seusai makan malam, biasanya aku menyiapkan atau paling tidak memikirkan menu apa yang akan dimasak besok. Belum selesai memikirkan akan masak apa besok, aku langsung berteriak :

Mas, di kulkas kita gak punya apa-apa. Tadi lupa singgah beli bahan-bahan untuk masak besok.

Loh, kok bisa.“, ujar suamiku.

Yah udah masak dengan bahan yang tersisa aja. Jam sekarang supermarket juga udah tutup.“, lanjut beliau berusaha bijak.

Dan akhirnya, menu makan siang dan sore kami keesokan harinya benar-benar seadanya 🙂

b.  Cerita kedua terjadi di hari yang berbeda. Hari itu ada acara pesta di lab. Aku ijin dari kegiatan tersebut dan berusaha untuk pulang ke rumah sebelum kegiatan pesta dimulai. Seusai singgah di supermarket terdekat dan menaiki setiat demi setiat anak tangga menuju lantai lima, sampailah akhirnya aku di apato kami.

Magrib sudah menjelang saat itu. Mencoba mencari kunci di saku tas tempat meletakkan kunci, aku tidak juga menemukan kunci rumah yang kugabung dengan kunci lab itu. Memastikan lagi, aku memeriksa tas baik-baik dan mengeluarkan agenda dan memeriksa lebih teliti tiga buah saku yang berada di dalam tasku. Tetap saja kunci-kunci itu tidak ditemukan.

Suami memang mempunyai kunci tapi saat aku masih di kampus tadi beliau sudah mengirimkan sms akan pulang agak larut malam. Beliau memperkirakan mungkin pukul 10 malam baru sampai rumah. Padahal saat kejadian itu waktu di Chiba baru menunjukkan pukul 7 malam.

Aku mulai gelisah. Jalan satu-satunya adalah dengan menunggu kepulangan suami di rumah teman yang dekat dengan apato kami. Mulailah aku mengsms seorang kawan. Tidak mendapat balasan, aku mencoba mengsms kawan yag lain. Ternyata aku salah mengirimkan sms dan akhirnya baterei hpku mati. Lengkaplah penderitaan hari itu.

Mencoba percaya diri, aku menghampiri apato seorang kawan yang berseberangan dengan apatoku. Perkiraanku dia udah balik dari lab. Kupencet bel apatonya. Alhamdulillah si teman, suami dan anaknya ada dirumah. Kuutarakan masalahku. Alhamudlillah dia dan keluarganya memahami masalahku dan mau menampung diriku di rumah mereka hingga suami menjemputku sepulang beliau dari kampus.

Kebaikan si teman tidak sampai di situ saja. Aku juga ditraktir makan malam 🙂 Alhamudlillah akhirnya pukul setengah sebelas malam, suami menjemput dan dengan lelah kamipun pulang.

Esok harinya, aku tidak bisa masuk ke dalam lab. Perkiraanku kunci itu tertinggal di atas meja di ruanganku. Akhirnya, aku menuju ke ruang komputer. Saat membuka email ada sebuah pemberitahuan dari petugas administrasi lab kalau telah ditemukan kunci di ruang fotokopi lab.

Mengamati dengan seksama ciri-ciri kunci yang tertinggal yang diberitahukan lewat email, segera kutahu kalau itu adalah kunciku. Langsung saja aku menuju ke ruang administrasi lab. Alhamdulillah ternyata benar kunciku. Rupanya kunci itu tertinggal di ruang fotokopi karena aku sempat memfotokopi di sana sebelum pulang.

@kampus, Agustus 2011

Iklan

20 pemikiran pada “[Serial Kehamilan] Kisah dudul saat hamil

  1. hamil dan gak hamil sama aja Mbak kalau saya mah…suka lupa 😀
    wah…tinggal di lantai 5 juga dan gak ada liftnya? baca komen di postingan yang baru kataya Mbak Fety sudah melahirkan? bisa share versi lengkapnya Mbak? Insya Alloh HPL sy Desember ini. agak khawatir nih dengan “medan” dari rumah di lantai 5 ke klinik nanti…

  2. Sekarang, apa-apa harus dicatat..soalnya penyakit “L” ini makin parah.
    Tapi rasanya tak ada hubungan antara hamil dan penyakit lupa Fety…..soalnya saya dulu tak mengalami hal tersebut.

  3. Begitu ngomongin kaca mata, mataku langsung keliaran: eh, di mana kaca mataku? Hehe..suka sembarangan naruh. Kadang kalau kebablasan tidur msh pakai kaca mata, cuma kulepas n taruh di pinggir kasur. Doh! Sering kena marah ni bagian ini..hihi…

    Btw, kisah yang kedua sungguh heroik.. Eh? Dramatik.. Hihihi….
    Tapi tetap masih selalu disyukuri ya mb… Selalu ada pertolonganNya di detiap kesulitan. 🙂

  4. Apa memang benar begitu ya kalau seseorang hamil. biasanya kan jadi sensi ataupun malah romantis. Tapi untung saya tidak pernah hamil 😆

    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

  5. Hihihi… kayanya niy penyakitnya perempuan deh, efek dari bisa berkonsentrasi ke beberapa hal dalam waktu bersamaan. 🙂
    Btw, kalau membaca posting Mbak, di gedung apartment Mbak nggak ada lift-nya yah? Subhanallah…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s