[Bukan Resensi] Ranah Tiga Warna

Cat : Jurnal ini bukan resensi, hanya kutipan-kutipan penyemangat yang aku temukan dalam buku Ranah 3 Warna karya A. Fuadi.

***

Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman

Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang

Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan

Berlelah-lelahlah. manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang

[kutipan syair Imam Syafi’i, R3W hal. 42]

***

Iza shadaqal azmu wadaha (kalau benar kemauan, maka terbukalah jalan) [R3W, hal. 111]

***

Yang namanya dunia itu ada masa senang dan ada masa kurang senang. Di saat kurang senanglah kalian perlu aktif. Aktif untuk bersabar. Bersabar tidak pasif, tapi aktif bertahan, aktif menahan cobaan, aktif mencari solusi. Aktif menjadi yang terbaik. Aktif untuk tidak menyerah pada keadaan. Kalian punya pilihan untuk tidak menjadi pesakitan. Sabar adalah punggung bukit terakhir sebelum sampai kepada tujuan. Setelah ada di titik terbawah, ruang kosong hanyalah titik ke atas. Untuk lebih baik. Bersabar untuk menjadi lebih baik. Tuhan sudah berjanji bahwa sesungguhNya Dia berjalan dengan orang yang sabar. [Nasehat Kiai Rais kepada siswa/i Pondok Madani, R3W, hal. 131]

***

Man jadda wajada (siapa yang bersungguh-sungguh akan sukses)

Man shabara zhafira (siapa yang bersabar akan beruntung)

Man sara ala darbi washala (siapa yang berjalan di jalannya akan sampai ke tujuan)

[R3W, hal. 132]

***

Ada jarak antara usaha keras dan hasil yang diinginkan. Jarak itu bisa sejengkal, tapi jarak itu bisa seperti ribuan kilometer. Jarak antara usaha dan hasil harus diisi dengan keteguhan hati. Dengan sebuah kesabaran. Dengan sebongkah keikhlasan. [R3W, hal. 135]

***

“…Jago kandang hanya berani menulis di majalah kampus. Jadilah jago nasional, kalau bisa internasional…”, nasehat Togar Perangin-angin pada Alif. [R3W, hal. 137]

***
“Kalau naskah kau ditolak, jangan berfikir naskah kau jelek.  Jangan pernah merasa tulisan kau jelek. Tapi, juga bukan berarti sudah bagus sehingga merasa tidak bisa dibikin lebih bagus. Anggap saja kalau tulisan kau belum dimuat, maka media yang rugi karena tidak memuat  tulisan kita yang berkualitas tinggi.”, nasehat Togar perangin-angin pada Alif [R3W, hal. 145]

***

Lan tarji’ ayyamullati madhat (Tidak akan kembali hari-hari yang telah berlalu) [R3W, hal. 164]

***

Al muhafazhah ala qadimi shalih, wal akhzu ala jadidil ashlah (Hanya memegang teguh hal yang baik dari masa lalu dan mengambil hal-hal baru yang lebih baik lagi) [R3W, hal. 176]

***

“…Otak yang biasa-biasa saja selalu bisa diperkuat dengan ilmu dan pengalaman. Usaha yang sungguh-sungguh dan sabar akan mengalahkan usaha yang biasa-biasa saja. Kalau bersungguh-sungguh akan berhasil, kalau tidak serius akan gagal. Kombinasi sungguh-sungguh dan sabar adalah keberhasilan. Kombinasi man jadda wajada dan man shabara zhafira adalah kesuksesan.” [Nasehat Kiai Rais pada santri Pondok Madani, R3W hal 195].

***

Kalau mengikuti nasihat Kiai Rais, aku telah menunaikan semua tugas untuk mencapai keberhasilan. Yaitu niat lurus dan ikhlas, usaha keras, doa khusyuk. Tinggal aku genapi saja dengan huznuzhan, berprasangka baik. [R3W, hal. 208].

***

Iza sadaqal wadaha sabil (Kalau sudah jelas dan benar keinginan, akan terbukalah jalan) [R3W, hal. 263]

***

Solusi masalah dari Engkau selalu datang dari tempat yang tidak disangka-sangka dan pada waktu yang tidak pernah dikira. [R3W, hal. 297]

***

@rumah, Mei 2011

Iklan

6 pemikiran pada “[Bukan Resensi] Ranah Tiga Warna

  1. Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman

    Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang

    Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan

    Berlelah-lelahlah. manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang

    [kutipan syair Imam Syafi’i, R3W hal. 42]

    like this banget kutipan yang ini mbak….

  2. Saya sudah baca bukunya…sangat menarik.
    Seperti yang diungkapakan ayah saya..”Beranilah pergi belajar ke tempat jauh, agar wawasanmu bertambah, tak hanya tambah ilmu tapi tambah rekan dan memahami budaya orang lain.”

    Ini juga yang saya tekankan pada anak-anakku, jangan takut melangkah…karena kita tak tahu apa yang menarik di depan sana….bukankah hidup adalah sebuah perjuangan dan belajar terus menerus?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s