[Serial Kehamilan] Maternity Class (1)

Hingga saat ini belum ada sekolah yang mendidik calon orang tua; bagaimana menjadi orang tua yang baik bagi anak-anak.  Jika ada banyak sekolah yang mendidik para calon sarjana, maka fitrahnya adalah hendaknya ada sekolah untuk orang tua. Mungkin, pemikiran inilah yang melatarbelakangi diadakannya kelas calon orang tua (maternity class) di Chiba Iryou Senta, tempatku memeriksakan kehamilan.

Selama kehamilan lebih kurang 40 minggu, ada 3 kali kelas calon orang tua. Kelas ini terdiri dari :

1. Kelas 1 (saat usia kehamilan kurang lebih 5 bulan), yang diisi dengan materi  perubahan badan si ibu dan pertumbuhan janin selama 40 minggu kehamilan, apa yang harus dilakukan si ibu selama 40 minggu kehamilan (cara memilih baju, sepatu, makanan dll; hal-hal yang sering muncul selama kehamilan (mual, sering pipis, sering kentut, perut teras kembung dll); hal2 yang menyebabkan naiknya tekanan darah selama kehamilan dll), pemutaran video proses penciptaan manusia mulai dari proses pertemuan sel telur dan sperma hingga proses melahirkan serta pemutaran video pesan untuk si ayah.

2. Kelas 2 (saat usia kehamilan kurang lebih 5 bulan), yang diisi dengan materi gizi selama hamil, senam kehamilan dan hal-hal tentang menyusui.

3. Kelas 3 (saat usia kehamilan kurang lebih 8 bulan), yang diisi dengan materi cara pernafasan dan proses pembukaan menuju melahirkan, persiapan melahirkan serta tur ke tempat bersalin di rumah sakit.

Hari Sabtu, 14 Mei 2011 adalah kelas calon orang tua pertama untukku. Saat kehamilan 11 minggu, bidan yang menerangkan tentang kelas calon orang tua ini sudah menawarkan jadwal rangkaian kelas 1, 2 dan 3 untukku. Saat itu juga, aku diminta untuk mengajak suami di setiap kelas tersebut. Alhamdulillah si mas bisa ikut hadir di kelas pertama.

Kelas pertama calon orang tua ini dimulai pukul 10 pagi dan diawali dengan pemutaran video pertumbuhan dan perkembangan janin mulai dari pertemuan sel telur dan sperma sampai dengan proses keluarnya janin dari vagina saat melahirkan secara normal. Melihat rangkaian kejadian itu, sungguh kalimat takbir berulang kali terucap. Proses penciptaan yang memang sangat sempurna dari yang Maha Sempurna. Ini pertama kali aku melihat langsung bagaimana sebenarnya proses melahirkan. Melihat video ini juga akhirnya, si mas berkata bahwa beliau akan menemani saat waktu melahirkan nanti tiba.

Setelah usai pemutaran video pertama, video kedua yang berisi tentang pesan si bayi ke sang ayah diputarkan. Melihat video ini, aku mendapatkan pelajaran baru; bagaimana pentingnya sang ayah mengajak bayi bercakap-cakap sejak usia kandungan kurang lebih 4 bulan hingga nanti setelah si bayi dilahirkan. Ternyata bagi si bayi saat sang ayah bercakap-cakap dengannya, tanggapan dia adalah: ayo kita bermain, ayah 🙂

Tanggapan ini berbeda saat si ibu yang mengajak bercakap-cakap. Percakapan dengan si ibu adalah percakapan yang menenangkan si bayi, sehingga itulah mengapa si bayi akan terlihat tenang bahkan hingga tertidur saat diajak si ibu bercakap-cakap. Di video ini juga diperlihatkan bagaimana seharusnya percakapan sang ayah dengan bayi dilakukan, yaitu dengan cara mulut sang ayah menempel di perut si ibu. Percakapan sang ayah dengan si janin sejak dari kandungan juga akan memacu pertumbuhan dengan perkembangan sel-sel otak.

Setelah istirahat kurang lebih 20 menit, akhirnya materi ketiga dan keempat yaitu materi  tentang perubahan badan si ibu dan pertumbuhan janin selama 40 minggu kehamilan dan apa yang harus dilakukan si ibu selama 40 minggu kehamilan dimulai hingga pukul 12 siang. Semua materi ini berdasarkan buku Hello Baby yang diberikan oleh pihak rumah sakit. Aku memang sudah mentranslate beberapa halaman isi buku itu ke dalam bahasa Inggris, sehingga saat materi alhamdulillah tidak terlalu kelimpungan dengan bahasa Jepang. Selama materi bahasa pengantar yang digunakan memang bahasa Jepang.

Yang menarik adalah saat pemutaran video akan dimulai, para suami diminta berperan seperti ibu hamil dengan cara memakai baju model rompi yang didesain khusus sehingga bajunya mempunyai payudara dan perut yang besar seperti kehamilan 6 atau 7 bulan. Tentu saja berat 🙂 Mas Aan juga memakan baju rompi ini selama pemutaran video. Paling tidak para bapak-bapak mengetahui bagaimana perut dan payudara yang membesar selama 40 minggu kehamilan :).

Semoga kelas kedua dan kelas ketiga nanti juga menyenangkan 🙂

@rumah, Mei 2011

Iklan

8 pemikiran pada “[Serial Kehamilan] Maternity Class (1)

  1. Ping balik: [Serial Kehamilan] Maternity Class (2) « Fety

  2. Saya dulu rajin baca buku, dan ikut senam hamil. Saya tak tahu apa di Indonesia sekarang ada kelas kehamilan…mungkin sudah ada, karena kaum Pebisnis biasanya berhidung tajam dan ini merupakan peluang bisnis yang bagus.

  3. beruntunglah mas bisa ikut kelas tersebut. Selama aku ikut kelas, satupun tidka bisa dihadiri oleh suami krn tidak bisa ijin dr kantor. Ke dokter aku juga selalu sendiri, nyetir sendiri dgn perut ndut hihihi.
    Untungnya pas melahirkan (yang kecepatan itu) dia pas cuti 😀

    EM

  4. Alhamdulillah, dapat pelajaran seperti ini berguna banget di negri yang jauh tanpa sanak saudara ya. Bisa nanya2 sama yang ahli. Jadi selama masa kehamilan bisa tenang ya Fety.

  5. sangat menyenangkan bs dpt kesempatan begitu,..kalo di film2 barat, kelas ginian mmg populer.. slmt belajar deh..semuanya mmg teori agar lbh siap. di indo ada kelas laktasi..tp hanya di kota2 besar. di kota kcl hanya senam hamil aja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s