Blog; Sebuah catatan perjalanan

Blog; Awalnya

Dulu sekali sama sekali tidak tertarik untuk menulis di blog. Sederhana sekali anggapanku saat itu. Menulis adalah bagian dari kegiatan pribadi, maka biarkanlah dia tetap di wilayah pribadi. Pendapat pribadi ini tidak lahir secara tiba-tiba, ada proses ‘kreatif’ di belakangnya. Semuanya adalah kisah sedih yang juga berujung pada sebuah prinsip pribadi: siapapun yang akan menjadi calon suamiku, dia adalah orang yang belum pernah membaca tulisanku di dunia maya.

Tapi, bujukan seorang kawan baik, akhirnya meluluhkan anggapan sederhanaku, dan berujung pada sebuah janji: aku akan menulis di blog jika aku sudah menikah, mas nur. Itulah awalnya.

Maka, satu bulan setelah walimahan, Februari 2008, aku mulai mengazamkan menulis di blog sederhana ini.

Blog; Feb 2008-Nov 2009

Setahun sembilan bulan kupenuhi janji itu. Tetap menulis sederhana di blog ini. Menjadikan blog ini sebagai tempat mengarsipkan beberapa tulisan yang pernah dimuat di media online. Pengunjung yang datang ke blog ini bisa berbilang dengan jari pada sebelah tangan saja. Aku memang hampir tidak pernah tergerak untuk mengunjungi blog yang lain. Kalaupun berkunjung, hanya sebagai pembaca, jarang sekali meninggalkan komentar.

Blog; Dimulainya perjalanan pertemanan dunia maya

Adalah Bu edratna yang sering berkunjung ke blogku. Akupun berusaha untuk menjadi teman maya yang baik, balik berkunjung ke blog beliau. Dari sanalah semuanya bermula. Sempat terpukau dengan teman-teman maya Bu edratna juga kedekatan beliau dengan teman-teman mayanya. Wow, ternyata menarik juga dunia maya, pikirku saat itu.

Akhirnya, aku mencoba mengunjungi teman-teman maya Bu edratna. Memang ada perasaan kecewa, saat aku mengunjungi blog seseorang beberapa kali tapi beliau tidak pernah mengunjungi blogku. Tapi, saat ini, entah kemana perasaan kecewa itu. Kalaupun aku ingin berkunjung dan berkomentar di blog seseorang, semata karena aku ingin menambah teman. Entah si empunya blog berkenan berkunjung balik atau tidak, aku sudah menempatkan keinginan itu di prioritas terakhir pertemanan di dunia maya. Ternyata, inilah inti pertemanan di dunia maya. Lebih menyenangkan. Lebih melegakan.

Blog; Untuk berbagi

Memulai pergantian OS [Operating System] di laptop Maret 2008 dari Windows ke Ubuntu, ternyata itu adalah awal semangat untuk berbagi pembelajaran apapun yang didapat dalam proses pengenalan dan pelaziman beberapa perintah dalam Ubuntu khususnya dan Linux umumnya.

Lalu terfikir mengapa tidak mendokumentasikan proses belajar itu di dalam blog ini. Mungkin suatu saat, masalah yang sama akan kuhadapi. Kalaupun benar hal itu terjadi, tidak usah mengutak-atik sejumlah halaman hasil rekomendasi dari Om Google. Maka, akhirnya, hadirlah banyak jurnal tentang Ubuntu atau linux atau program yang lain di blog ini dalam kategori [ubuntu/linux], yang kesemuanya menuai komentar para pembaca jurnal di blog ini kalau mereka tidak mengerti isi jurnalku [Maafkan teman 🙂]

Terinspirasi oleh mbak novi sunflo yang senantiasa bercerita tentang keindahan tanah haram melalui foto, maka hadirlah beberapa jurnal yang bercerita tentang Jepang melalui foto yang biasanya di awali dengan tulisan [Jepang dalam Foto]. Hanya sebuah harapan yang mengiringi setiap jurnal tersebut, semoga ada manfaat yang bisa diambil oleh para teman-teman saat membaca jurnal tersebut. Semoga juga, walaupun itu kecil, ada manfaat yang tersisa untuk kemajuan negeri kelahiran tercinta.

Berbagi memang tidak harus menunggu kaya, karena kita tidak tahu kapan akan menjadi kaya. Berbagi memang tidak harus menunggu saat tua menjelang, karena kita tidak pernah tahu apakah umur yang tua menjadi hak kita.

Itu kata pepatah bijak. Tapi, benarlah adanya. Sesederhana dan sekecil apapun yang diniatkan untuk berbagi, maka akan menjadi besar pada akhirnya.

Blog; Jalan Sebuah Pertemuan dan Persahabatan

Dulu sekali tidak akan pernah menyangka, blogku akan dikunjungi, dibaca dan dikomentari oleh teman-teman di dunia maya. Sungguh sebuah senang yang tidak terkira jika saat ini menemukan banyak sahabat karena keberadaan blog ini.

eMak [bundo, ijinkan aku berganti panggilan 🙂] yang hampir selalu berada di urutan pertama setiap jurnal di blog ini. Juga dengan Bu Edratna, Pak Mars, Mbak Monda, Mbak Anna, Mbak Akin, Bunda yang tidak pernah khawatir, Ummu rizka dan teman-teman yang lain yang tercantum di halaman khusus teman. Isi di halaman itu memang sedikit, tapi itulah sederatan nama yang sering aku kunjungi dan mengunjungi aku. Terima kasih, teman 🙂

Blog; Sebuah akhir tahun yang manis

Di awali di bulan Desember 2009, bulan ini tepat setahun blog ini benar-benar berfungsi sebagai sebuah blog. Memaksa diri menulis rutin -meski kadang hingga dua mingguan- , juga mencoba berkunjung dan berbagi di blog beberapa teman-teman. Menyenangkan sekali. Maka, aku sekali lagi sepakat -sepakat yang pertama saat menulis di jurnal ini– dengan jurnal Om Nh yang berpesan untuk tidak menganggap remeh tulisan kita, karena sesuangguhnya menuliskan buah pikiran kita di blog itu bukanlah sebuah pekerjaan yang remeh. Tulisan kita di blog adalah harta warisan kita untuk dunia, apapun itu.

###

Artikel  ini diikutsertakan pada Kontes Unggulan Muhasabah Akhir Tahun di BlogCamp yang diselenggarakan oleh Pak dhe [Yes, akhirnya bisa ikutan :)].

Iklan

55 pemikiran pada “Blog; Sebuah catatan perjalanan

  1. untuk semua teman-teman, terima kasih apresiasinya dengan tulisan ini. bagi yang berkunjung untuk pertama kali, semoga ini adalah awal pertemanan di antara kita 🙂

  2. Wahh.. perjalanan yang Indah mbak.. 🙂
    yupz, tulisan kita adalah harta kita, yang pasti akan berguna suatu saat nanti, jadi jangan ragu untuk menulis.. 🙂
    san mbak Fet sudah buktikan itu, dengan tutorial Ubuntu/Linux yang selalu rame dicari pembaca.. 🙂

    nice to know U mbak, mari terus bersahabat… 🙂

  3. Ini kunjungan pertama saya, Mbak Fety, membalas kunjungan Mbak ke blog saya.
    Ehm, kalau saya, sejak awal ngeblog hampir 3 tahun lalu, niat saya memang ingin berbagi pengalaman dengan teman-teman, dan siapa saja yang berkenan membaca tulisan saya. Juga untuk silaturahmi. Oleh sebab itu saya selalu menjawab semua komentar yang masuk, karena pemberi komentar ibarat tamu yang datang ke rumah kita, sehingga harus kita sambut dan kita hormati (kecuali komentarnya tidak pantas).

    Nah, untuk berkunjung balik, ada kalanya memang tidak segera bisa dilakukan, karena ketika komentator di blog kita sudah banyak, lalu tidak cukup waktu untuk mengunjungi satu-persatu.

  4. Ping balik: Mengapa Menangis? « Try 2B cool 'n smart…

  5. well…

    sempat juga berpikir seperti itu dan tetap kupertahankan 😀

    kubuat blog cadangan untuk tetap meyimpan semua pikiran anehku yg tidak mau kukeluarkan di area publik 😀

    semoga menang ya…

    dan keep blogging 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s