Menabrak Sepeda

Kalau merasakan bagaimana ditabrak, aku pernah. Bahkan menyisakan nyeri di lutut hingga beberapa hari. Juga menyisakan takut saat dibonceng tukang ojek. Hingga kini. Pengalaman jatuh di jalan tol saat dibonceng tukang ojek di sebuah jalanan ibu kotalah yang menjadi penyebabnya.

Pengalaman menabrak orang, sampai kemarin, 2 November 2010, alhamdulillah belum pernah. Saat pagi tadi, 3 November 2010, ban depan sepedaku menyentuh ban belakang sepeda seorang wanita di depan supermarket di dekat apartemen kami, maka itulah pengalaman pertama.

Sang wanita jatuh. Kehilangan keseimbangan. Sepedanya juga rubuh. Aku tahu jatuh itu menyisakan sakit di badan wanita itu. Kuajak dia ke dokter, dia tidak mau. Kuberikan dia alamat rumah dan nomor telepon untuk menghubungi jika terjadi apa-apa dengan dia, dia juga tidak mau.

Saya tahu perasaan Anda, jika saya di posisi Anda. Lain kali hati-hati yah!“. Hanya kalimat itu yang tersisa. Menyisakan rasa bersalah di hatiku. Semakin merasa bersalah saat melihat ketidaksempurnaan pada kaki dan tangannya. Aku tahu, aku yang salah. Pantaslah mengapa sedikit saja ban belakang sepedanya tersenggol oleh ban depan sepedaku, dia langsung jatuh. Tersungkur di tanah.

Tapi, dia benar-benar tidak mau diajak ke dokter. Juga tidak mau mencatat nomor telepon dan alamat rumah. Hanya doa yang bisa dipanjatkan, moga dia tidak apa-apa.

Aku belajar satu hal dari kejadian ini. Tentang pemahaman betsu-betsu dalam bahasa Jepang. Dalam bahasa Indonesia, bisa diartikan “urusanku yah urusanku, urusanmu yah urusanmu” , atau “elo elo, gua ya gua” kata orang betawi. Saat kecelakaan tadi pagi, hanya satu orang yang membantu kami. Yang lain, menatap kami dengan tetap dalam posisi berdiri tanpa berusaha membantu.

 

@campus, Nov 2010

~menulis adalah obat~

Iklan

22 pemikiran pada “Menabrak Sepeda

  1. susah yah fet memaafkan diri untuk sebuah kesalahan..
    tapi setidaknya dirmu suda berusaha dan berniat baik pada ibu itu 🙂

    tenyata ndak dimana ndak dimana,teutep yah,cuex..

  2. Wah saya tidak bisa berkomentar banyak mbak
    rupanya seperti itu ya budaya disana

    Tetapi yang jelas …
    semoga kejadian ini tidak akan berulang lagi ya Mbak …

    Salam saya

  3. merasa bersalah ?
    udah wajar fety..
    tapi kalopun ibu itu nggak mau diajak ke rumah sakit / catet nomer telpon kamu, mungkin dia merasa gpp.. merasa muungkin sebentar lagi akan sembuh sendiri. semoga emang begitu yaa

  4. Ping balik: lintas-oto.info

  5. kadang si ibu itu juga tahu bahwa dia lemah dan tidak stabil shg mudah jatuh. Banyak sekali ibu-ibu di sini yang bersepeda tidak ikuti peraturan,tidak di tepi tapi tengah jalan. Bahkan sering mereka jatuh sendiri.
    Jangan terlalu dipikirin, di sini aku malah pernah lihat sepeda dan sepeda motor yang “tabrakan” -nyenggol dikit dan dua-duanya “jatuh”, tapi akhirnya bubar gitu aja kok.
    Kalaupun dia harus pergi ke dokter setelah itupun, biasanya dicover oleh asuransi (dan bahkan terima uang lebih byk dr seharusnya).

    Dont worry!
    Soal elo elo gue gue itu juga karena org jepang “tidak mau memberikan kamu beban lebih besar lagi dengan bantuan mereka.masalah kamu akan bertambah byk, selain menolong ibu itu, kamu juga harus mengucapkan terima kasih pada org2 yg membantu” hehehe. Selain juga org Jepang tidak mau membantu kalau bukan ahlinya, krn kalau salah tindakan, mungkin luka akan menjadi lebih parah.

    Kalau pernah belajar “giri-ninjo” nya orang Jepang pasti akan bisa mengerti.

    EM

  6. waduh… baik banget orang yg ditabrak ga mau ngerepotin orang lain. Jd ingat dulu waktu kuliah aku pernah ditabrak motor, sampai menimbulkan trauma ampe saat ini, sehingga kejadian itu tak pernah kulupakan. Luka yg kuderita saat itu bukan luka biasa dan aku sempat dirawat di RS sampai CT-SCAN. semoga penyakit yg kuderita saat itu ga akan pernah terulang lagi.. amin

  7. Waduhh. saya membayangkan betapa perasaan kita merasakan rasa bersalah, apalagi jika kita tak bisa berbuat apa-apa. Semoga yang ditabrak Fety, mendapatkan kebahagiaan dalam hidupnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s