Untukmu Bahasa Indonesia

Suatu pagi, menjelang sholat Hari Raya Idul Fitri 1431 H yang lalu, aku berada di shaf belakang di bagian putri pada kloter kedua sholat Idul Fitri. Di sebelahku sebuah keluarga, yang sudah baru kukenal berapa waktu yang lalu. Seorang ibu dari seorang putra dan seorang putri yang menikah dengan seorang warga negara Jepang. Pernikahan yang sudah agak lama. Mungkin hampir 10 tahun, jika menengok usia putri pertamanya.

Percakapan yang biasa aja awalnya. Menggunakan bahasa Indonesia. Aku hanya pendengar. Akhirnya, iseng kubertanya.

aku : mbak, si kakak lancar yah bahasa Indonesianya?

si mbak : iya, memang saya ajari bahasa Indonesia. Si adik juga, meskipun tidak belum lancar.

aku : kenapa mbak? [pertanyaan iseng karena sepahamanku hampir sedikit sekali keluarga pernikahan campuran Indonesia-Jepang yang kutemui di Jepang mengajarkan bahasa Indonesia kepada putra-putrinya sedari dini]

si mbak : biar saya bisa marah dengan mereka dalam bahasa Indonesia. Anak-anak semakin besar bahasa Jepangnya akan semakin bagus karena mereka hidup di Jepang. Kalau saya tidak mengajarkan bahasa Indonesia maka saya tidak akan bisa memarahi mereka dengan ekspresi yang tepat, karena bahasa Jepang saya belum sebagus mereka.

aku : … [tersenyum simpul. alasan yang sungguh simpel bagi si mbak namun begitu mengena di hatiku].

aku : [bertanya pada si kakak] bingung gak menggunakan bahasa Indonesia? kan di sekolah menggunakan bahasa Jepang.

si kakak : gak, bahkan ayah juga belajar bahasa Indonesia.

aku : … [diam dengan hati yang menghangat].

***

Keluarga yang lain, bukan pernikahan campuran. Si ayah dan si bunda adalah sama-sama berkewarganegaraan Indonesia. Sudah 7 tahun berada di Jepang. Keduanya bersekolah di universitas di Jepang. Putri mereka lahir di Jepang. Kini sudah 4 tahun dan lancar sekali menggunakan bahasa Indonesia –bahkan sudah fasih menempatkan, loh, kan, enggak- dan bahasa Jepang.

Yang saya kagum, putri mereka paham kapan harus menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa Jepang. Saat berkomunikasi dengan teman ayah atau bundanya, dia akan menggunakan bahasa Indonesia. Di tempat penitipannya, dia akan menggunakan bahasa Jepang. Bermain bersama teman kecilnya dia juga terbiasa berganti bahasa, menggunakan bahasa Indonesia saat teman kecilnya masih berbahasa ibu bahasa Indonesia, dan menggunakan bahasa Jepang saat bercakap dengan teman kecilnya yang merupakan anak pernikahan campuran Indonesia-Jepang dan berbahasa ibu bahasa Jepang.

Suatu hari saya bertanya pada bundanya.

aku : mbak, kenapa si kecil diajari bahasa Indonesia?

si mbak : supaya dia bisa berkomunikasi dengan mbahnya [si mbah memang akan datang ke Jepang untuk kunjungan keluarga].

aku : … [diam dengan sebuah perasaan salut menggema di lorong hati].

 

@campus, Okt 2010

 

Iklan

34 pemikiran pada “Untukmu Bahasa Indonesia

  1. Ping balik: NINE FROM THE LADIES #3 | The Ordinary Trainer writes …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s