Kehilangan yang Ketiga

Ntahlah bagaikan dejavu saat suatu sore di hari senin, si mas yang sedang ada di rumah meneleponku yang masih di lab. Hari itu mas memang lagi berada di rumah setelah hampir seminggu begadang dengan pekerjaannya di lab.

Mas : Fey, masih di lab?

Aku : Iya, mas, bentar lagi pulang.

Mas : Kartu ATMnya ketinggalan yah? Tadi ada orang kantor pos yang mengantarnya ke rumah.

Aku : %$!@? (segera mengambil dompet di tas, dan meneliti satu demi satu kartu-kartu yang terselip di dompet. Kaget, aku gak sadar klo ternyata kartu ATMku memang tidak ada di rumah) Iya mas, gak ada.

Mas : Tadi orangnya menjelaskan dalam bahasa Jepang, mas gak ngerti, tapi ada kata doyoubi gitu. Kayaknya orangnya mau menjelaskan kalau kartu ATM fey ditemukan di hari sabtu (dalam bahasa Jepang, hari sabtu disebut doyoubi).

Aku : (bingung, dan mencoba menggali ingatan, ada apa di hari sabtu) Oh iya, mas, hari sabtu abis belanja, fey mengambil uang di ATM. Saat itu kali yah, kartu ATMnya ketinggalan. Cerita panjangnya di rumah aja yah. Bentar lagi fey pulang.

Sesampainya di rumah, si mas menyerahkan kartu ATMku. Benar sekali itu kartu ATMku, karena ada namaku tertulis di kartu itu.

Mas : Sepertinya kartu ATM fey tertinggal di mesin ATM, lalu orang yang menemukannya mengembalikan ke kantor pos dan orang kantor pos yang mengantarnya ke kita (tabunganku berada di kantor pos Jepang, dan di kartu ATMku ada tulisan Japan Post Bank).

Aku : (mengangguk, sepakat dengan analisa suami).

Mas : Makanya fey, kalau mengambil uang di ATM, setelah mengambil uang itu diteliti beberapa kali.

Aku : Iya mas (lalu diam, karena sudah sangat sering sekali mendengar nasehat mas akibat ketidaktelitianku yang sangat sering terjadi).

Hari Selasa pagi, sebelum berangkat ke kampus, suami mengecek kartu ATMku. Alhamdulillah tidak ada pengurangan saldo. Ini adalah kehilangan yang ketiga, setelah dulu kehilangan kedua dan pertama juga pernah terjadi padaku .

@campus, July 2010

34 thoughts on “Kehilangan yang Ketiga

  1. Ya Allah… alhamdulillah bisa ktemu, malahan dianter lagii, subhanallah.
    Aku juga pelupa, tapi kalo baca doa lebih terasa. Misalnya mau pergi ke kantor, stlh doa keluar rumah,kalo ada yang ketnggalan, kayak diingetin gitu, ada perasaan gak enak… trus mikir pelan2 dirunut-runut, nah ktemu deh yg ketingglan.
    Kalo gak sempet lagi balik ke rumah, langsung dipikir alternatif solusinya dalam perjalanan.

  2. Alhamdullillah barang yang hilang itu akhirnya ditemukan kembali. Dari cerita diatas kita dapat memetik pelajaran dari negara orang lain yaitu menjunjung kejujuran utk tidak mengambil hak milik orang lain. Salut untuk orang2 yg ada di negara tsb.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s