Belajar Mendengarkan Yuk!

Prolog : Yang belum menikah juga boleh membaca tulisan ini 🙂

####

Beberapa waktu yang lalu, aku menonton sebuah acara di TV di Jepang. Sebuah kuis. Inti dari kuis ini adalah apakah seorang suami akan mendengarkan dengan telaten pembicaraan istri, yang kadang dianggap remeh temeh.

Beginilah cerita di kuis ini. Tanpa sepengetahuan sang suami, si istri diminta menjadi peserta di kuis ini. Saat suami baru pulang dari kerja atau kegiatan di luar, si istri menyuguhkan makanan untuk suaminya [kebetulan empat responden yang diperlihatkan dalam kuis ini semua suasananya saat makan bersama di rumah masing-masing]. Nah, saat sang suami sedang makan, mulailah sang istri bercerita. Misalnya harga telor di supermarket hari ini naik 5 yen. Atau minggu depan sang istri akan bertemu dengan temannya yang bernama si A. Atau minggu ini berat badan sang istri naik 0.5 kg. Dan masih banyak lagi pertanyaan lain, yang kadang dianggap angin lalu oleh para suami.

Nah, saat sang suami udah mulai mengantuk, menonton atau melakukan aktivitas lain, dari TV munculah seorang presenter yang bertanya kepada para suami tentang pembicaraan remeh temeh tadi. Jadi, presenter bisa langsung mendengar suara sang suami, dan sang suami juga bisa menjawab pertanyaan langsung. Ada komunikasi dua arah antara sang suami dan presenter [bayangkanlah situasi ini saat kita berkomunikasi dengan orang lain menggunakan YM atau Skype dengan memanfaatkan fasilitas webcamnya]. Ada tiga pertanyaan yang diajukan kepada sang suami.

Bagiku, sungguh mengejutkan hasilnya. Hanya 28% dari total seluruh responden yang mampu menjawab ketiga pertanyaan itu dengan benar. Artinya sekitar 72% suami di negara Jepang tidak mendengarkan pembicaraan istrinya dengan seksama. Hmm, jadi pengen tahu bagaimana yah klo kuis ini diadakan di Indonesia? 🙂

Yang menarik adalah saat selesai kuis, seorang suami sambil membungkuk ke hadapan istrinya berujar : Gomen nasai. Ima kara chanto kikimasu [Maafkan. Mulai sekarang akan mendengarkan dengan seksama].

Nah, untuk para suami, sudahkah mendengarkan pembicaraan remeh temeh dari istri tercinta hari ini? 🙂

@campus, July 2010

Iklan

35 pemikiran pada “Belajar Mendengarkan Yuk!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s