#Fiksi Mini

@ Luka

Luka itu kembali menganga. Terasa begitu perih. Dua sayatan itulah yang menjadi penyebabnya. Dia hanya bisa diam. Menangis dalam balutan doa. Begitu lama waktu baginya mengubur luka. Kini kembali luka yang sama hadir. Meninggalkan sebuah tanya, dengan cara apa lagi dia akan menutup luka itu? Sampai keheningan malam berlalu, dia tidak pernah menemukan jawabannya. Hanya seberkas cahaya putih yang memeluknya. Lalu menggandengnya. Menuju tempat terindah.

@campus, June 2010