[Resensi] Gadis Kota Jerash: Persembahan untuk Palestina

Judul       : Gadis Kota Jerash

Penulis   : Habiburrahman El Shirazy, dkk

Penerbit : Lingkar Pena Kreativa

###

Narasi Tepi Gaza

Puisi Lian Kagura

matamu yang menceritakan kepadaku//tentang mimpimimpi yang menjadi batu//dan darahdarah yang membeku,

matamu juga yang menceritakan padaku//tentang bombom yang jatuh di tempat tidurmu//dan melantakkan seluruh anak gadismu

lalu langit berkabut debu dan waktu adalah loncatan peluru

maka di setiap helaan nafas serta edaran darahmu adalah//terikan bocah: yang memungut potongan kakinya sendiri//tangis ribuan ibu di bawah puingpuing beton pinggir jalan itu

di negeri ini kami tahu apa yang berharga//pada tiap jengkal tanahmu

maka putih hujan dan merah darah kami bergejolak//serupa gelombang yang memberat menit demi menit//dan ketika malam datang kami kirimkan pelurupeluru//kami yang tak terlihat, supaya mereka tahu

bahwa kisah yang sedang mereka tulis//telah kami jadikan laknat sebelum akhirnya//tumbuh pada setiap puisi

….

Puisi pilu di atas terletak pada halaman pertama buku persembahan untuk Palestina ini. Ada delapan belas cerita yang merajut kesatuan buku ini. Pilu, tragedi, perjuangan yang diikat dengan pohon cinta dan sabar adalah kata-kata pengikat buku ini. Bagiku, cerita pertama yang dijadikan judul buku ini, Gadis Kota Jerash, yang ditulis oleh Sinta Yudisia adalah cerita dengan pemaknaan yang indah. Tentang gejolak seorang gadis muda berdarah Palestina untuk mewujudkan mimpinya menjadi seorang penari di festival Juli kota Jerash. Sebuah mimpi yang tentu mendapatkan pertentangan dari keluarga angkatnya; bahwa tidak layak seorang gadis berdarah Palestina menjadi penari di kota itu. Ada mimpi yang lebih tinggi. Pergolakan ini dimenangkan oleh sisi baik dari segumpal darah yang berdiam di dalam setiap tubuh manusia.

Membaca buku ini tidak hanya membaca sebuah buku kumpulan cerita pendek. Pada setiap awal cerpen diletakkan kutipan beberapa media  dan tokoh-tokoh dunia tentang pergolakan yang belum menemukan akhir di bumi para nabi itu. Ini yang menjadikan buku ini berbeda. Palestina memang bukan hanya milik umat muslim. Simpati dunia juga telah menumbuhkan akar yang kuat pada Palestina untuk terus berjuang, mesti memang kemarjinalan itu masih sangat mendominasi.

Tapi, perjuangan harus tetap berlanjut. Meski doa hanya yang hanya bisa kita haturkan untuk perjuangan Palestina.

Bagiku, mengeja nama Palestina seperti mengulang memori tiga tahun yang lalu, pada sebuah untaian kata “Save Our Palestine” pada sebuah biodata seorang laki-laki yang kujumpai pertama kali di sebuah pelatihan kantor di Cibinong. Allah adalah Sang Sutradara Agung. Satu hari setelah selesai pelatihan itu, sang laki-laki mengajukan lamaran kepadaku. Enam bulan kemudian Allah menjadikan kami sepasang suami istri. Alhamdulillah.

Maka, berbicara tentang Palestina, begitu banyak kenangan yang telah terukir, di antara canda, tangis dan tawa dua setengah tahun mahligai pernikahan kami. Untuk Palestina, kuajak kawan-kawan sekalian untuk berbuat mesti itu hanya melalui seuntai doa untuk keadilan dari dunia bagi Palestina karena kita hanya bisa menciptakan perdamaian jika ada keadilan. Begitu ucap seorang dokter Ang Swee Chai, penulis buku From Beirut tu Palestina di halaman 69 buku ini.

@home, May 2010

Setelah semua ‘kejutan’ itu berlalu.

Iklan

34 pemikiran pada “[Resensi] Gadis Kota Jerash: Persembahan untuk Palestina

  1. wew, salut ma kisah nya Mbak Fety 😀

    Palestina menjadi pelecut untuk kaum muslimin bersatu padu, karena itu satu-satunya jalan untuk membebaskannya. Israel yang cuman 5 juta jiwa dikelilingin negeri2 Arab yang notabene ratusan juta jiwa kaum muslimin tak berkutik menghadapinya, ya, karena mereka tidak bersatu. maka satu2 nya jalan adalah bersatu menghadapinya. Allahuakbar!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s