[Resensi] Belajar Menulis dari Tips-Tips Andrias Harefa

Judul : Mengukir Kata Menata Kalimat: Rahasia Andrias Harefa Menulis 30 Buku Best Seller
Penulis : Andrias Harefa
Pewawancara : Edy Zaques
Editor : Agus Santosa
Penerbit : Gradien Books, Cetakan Pertama, 2007
##############

Walaupun di buku ini dicantumkan bahwa Andrias Harefa sudah menulis 30 buku best seller, buku ini adalah buku pertama Andrias Harefa yang aku baca. Buku ini adalah pemberian mbak Nesia Andriani, yang menulis buku yang sudah aku resensi. Buku ini adalah buku kenang-kenangan dari mbak Nesia sebelum kepulangannya ke tanah kelahiran yang diberikannya kepadaku di pertemuan pertama kami. Buku ini adalah teman saat bermalam di rumah sakit saat akan menjalani operasi kuret.

Buku ini disusun dengan model tanya jawab. Sang pewawancara, Edy Zaques, menanyakan beberapa pertanyaan. Kemudian Andrias Harefa akan menguraikan jawabannya dalam bentuk sebuah esai. Hasil wawancara yang dikategorikan ke dalam dua belas bab ini cukup bisa menjelaskan proses perjalanan karir kepenulisan Andrias Harefa, juga bisa mengungkapkan mimpi-mimpi besar seorang Andrias Harefa. Yang menarik bagiku adalah adanya satu buah tips kepenulisan pada setiap dua halaman dari buku ini.

Baca lebih lanjut

Cara Allah Menjawab Tanyaku

Di bulan Februari 2010 ada dua peristiwa cinta yang aku menyaksikan dengan sebuah perasaan haru. Di saat perjuangan hidup mati seorang istri untuk menghadirkan seorang buah hati, ada suami tercinta yang menemani dan menenangkan. Keduanya adalah teman baik di bumi Chiba. Sungguh terharu melihat seorang suami untuk memberi dukungan cinta pada sang istri yang sedang bertarung dengan perjuangan hidup mati.

Setelah kedua peristiwa itu, ada sebuah tanya di hatiku; pada saat genting seperti apakah yah, Allah memberi kesempatan kepada suami untuk menemaniku? Pertanyaan yang sentimentil, mungkin. Tapi, dua tahun setengah berumah tangga dengan kondisi lebih sering berteman dengan ketidakbersamaan bersama suami, pertanyaan sentimentil itu sungguh ingin menemukan jawabannya.

Beberapa kali saat genting yang mesti aku hadapi, suami berada jauh di mata. Saat pingsan di kantin kantor di Bandung karena efek lelah yang sangat, suami masih di kantornya di Jakarta. Ketika pingsan di kereta dalam perjalanan menuju ke Tokyo, suami masih berada di Indonesia.

Sejak sebelum menikah, kekuatan pikiran memang kujadikan teman untuk membuat otak dan pikiran segera pulih dan jernih seusai berhadapan dengan saat genting. Alhamdulillah, kata-kata positif yang kusuntikkan ke diri sendiri begitu ampuh mengatasi saat-saat genting itu.
Baca lebih lanjut

Penghargaan dari Seorang Teman

Kali ini penghargaan kedua dari seorang teman blogger. Mas edy terima kasih telah jauh-jauh mengirimkan penghargaan ini dari Medan menuju Chiba, Jepang 🙂

Dan inilah penghargaannya …

Karena pesan dari mas edy, penghargaan ini diberikan kepada beberapa teman dengan catatan jumlah yang diberikan penghargaan ini di bawah sepuluh orang, aku ingin memberikannya kepada yani dan isil. Cukup dua orang saja. Yani pernah memberiku penghargaan ini. Isil pernah memberiku PR ini 🙂 Tapi, ternyata isil sudah dapat dari mbak novi sunflo, maka untuk teman blogger yang pertama memberikan komentar di tulisan ini, silahkan penghargaannya dipindahkan ke blognya. Ini adalah tanda persahabatan kita di dunia maya.

@ campus, March 2010

Yang Baru dan Rekomendasi

Malam ini, aku menambahkan halaman ini diblogku. Pengen mempunyai teman lebih banyak. Teman-teman tukaran tautan yuk 🙂 Bisa juga dengan menuliskan tautan blog teman-teman di buku tamu di blog ini.

Oh yah, minggu kemarin aku dan suami menonton tiga film. My Name is Khan, Hachiko: A Dog Story dan Meraih Mimpi. Dua film pertama sukses membuatku dan suami menangis. Apalagi film Hachiko: A Dog Story. Sejak pertengahan film, aku dan suami sudah menangis. Kami menonton kedua film ini online.Tentang kedua film ini, coba aja teman-teman cari di mbah google.

Khusus film kedua, Hachiko: A Dog Story, nama Hachiko diabadikan sebagai salah satu nama pintu keluar di stasiun Shibuya, sebuah stasiun besar di dekat jantung kota Tokyo. Aku sering melihat nama pintu keluar ini, tapi baru setelah menonton filmnya mengetahui asal-usul pemberian nama itu. Sedangkan, film yang terakhir adalah film rekomedasi dari yani. Makasih, yan:) Film ini adalah film animasi tiga dimensi pertama buatan pemuda-pemudi Indonesia yang kreatif. Metro TV pernah membahas film ini. Pokoknya, ketiga film ini rekomendasi untuk ditonton. Bagus!

@home, March 2010

Sadou dan Origami

Masih dalam rangka mengisi waktu pacaran bersama suami. Sebelum mengikuti kegiatan home visit, aku dan suami juga mengikuti kegiatan pengenalan budaya Jepang yang lain. Sadou dan origami. Sadou adalah upacara minum teh ala Jepang. Biasanya dilakukan di ruangan tertentu. Lebih banyak tentang sadou silahkan baca lebih detail di sini. Sedangkan origami adalah seni melipat kertas ala Jepang. Anak-anak usia taman kanak-kanak di Jepang, senang belajar origami ini. Aku juga. Ada kebahagiaan tertentu di hatiku saat bisa membentu sesuatu dari selembar kertas.

Senang sekali mengikuti kegiatan ini. Apalagi bersama dengan suami 🙂 Pertama kali, kami mengikuti kelas origami. Kelas besar yang dibagi dalam kelompok-kelompok meja yang beranggotakan sepuluh orang, Kali ini yang diajarkan oleh para pengajar adalah membentuk kapal yang dinakhodai oleh seorang laki-laki Jepang dan ditemanin oleh permaisurinya. Aku juga membuat origami ini. Suami juga. Kebahagiaan kami saat bisa menyelesaikan origami itu layaknya kebahagiaan seorang anak kecil 🙂 Di bawah ini adalah gambar origami kami.

Baca lebih lanjut