Menjumput Idealisme

Kami berempat duduk di sebuah sudut restoran Indonesia. Posisi yang strategis. Menghadap ke jalan raya. Juga bisa memandang luasnya langit. Restoran itu cukup terkenal di kalangan komunitas Indonesia di daerah Tokyo, ibukota Jepang. Ketika itu menjelang waktu makan siang tiba. Perutnya yang lapar juga didukung dengan suasana hari itu. Dingin menggigit. Hujan rintik-rintik. Bahkan, sewaktu pagi hari saat hendak menuju ke restoran itu, aku sempat disapa oleh butiran-butiran lembut salju.

Aku membayangkan lezatnya makanan yang sudah kupesan. Nasi goreng spesial. Hmm, lezat. Memang spesial, karena sudah lama aku tidak merasakan nasi goreng khas Indonesia. Sebuah teman yang sempurna di hari itu. Cukup lama makanan utama yang kami pesan tiba. Untunglah diawali dengan makanan pembuka. Semangkuk sup hangat, juga sepiring selada segar.

Baca lebih lanjut