[Resensi] Dengan Pujian, Bukan Kemarahan [Rahasia Pendidikan dari Negeri Sakura] : Menyisir Hati Seorang Mama melalui Sebuah Buku

Judul tulisan kali ini memang panjang. Sepertinya, judul terpanjang dalam sejarah tulisanku di ‘rumah’ ini.  Tapi, aku ingin berusaha cuek. Ah, biarlah, yang penting judul di atas mampu memenuhi ungkapan hatiku setelah menamatkan membaca buku bersampul merah jambu ini.

Berawal tawaran dari sang penulis, Nesia Andriana Arif, di milis FLP Jepang untuk membawakan buku ini dari tanah air ke Jepang, sekembalinya beliau berkunjung ke negeri kelahiran, aku juga ikut memesan buku ini. Sebelum memutuskan membeli terlebih dahulu, aku mengunjungi blog penulisnya. Aku cukup terhanyut dengan cerita-cerita beliau di blog multiplynya. Cerita keseharian seorang mama, beserta ketiga belahan jiwanya: Fatimah, Fadel, dan Fadiyah.

Aku ingin belajar lebih banyak tentang cinta seorang mama, maka kugerakkan tangan menulis email ke beliau, memesan buku itu. Alhamdulillah, langsung dapat tanggapan dan pemesanan bukuku diterima. Begitu senang. Apalagi sudah sangat haus dengan buku bacaan. Hampir setengah tahun berpuasa buku.

Dan, aku tidak kecewa begitu buku ini sampai di apartemen kami. Cukup tebal, dengan deretan huruf yang enak membuat mataku tetap bertahan menyelesaikan cerita-cerita di dalamnya. Aku benar-benar terhanyut dengan cerita-cerita yang terbagi dalam tiga bab di buku ini: Mendidik Anak, Belajar dari Jepang; Belajar Menjadi Orang Tua; Uluran Tangan dan Cermin di Negeri Samurai. Bab pertama, dengan empat cerita di dalamnya, bercerita sekilas tentang sistem pendidikan di Jepang, hingga Sekolah Dasar. Mungkin, penulis tidak bercerita tentang Sekolah Menangah Pertama dan Sekolah Menengah Atas karena putri sulungnya belum menempuh jenjang itu. Pilihan yang bagus menurutku. Tidak menjadikan buku ini sebagai sebuah buku teori pendidikan. Di bab kedua ada empat belas cerita. Di bab ini penulis benar-benar bercerita tentang belajar menjadi orang tua, dari ketiga buah hatinya. Sedangkan di bab terakhir mengulas tentang dua puluh cerita pelajaran-pelajaran yang beliau dapatkan dari tetangga, teman karib, sahabat, orang yang tidak di kenal yang disatukan oleh sebuah simpul: kesemuanya adalah orang Jepang.

Baca lebih lanjut