Doa Senyum untuk Laki-Laki itu

Pagi itu cerah. Perempuan itu meninggalkan apartemennya lebih pagi dari biasanya. Bahkan, sejak sang surya masih malu-malu mengintip dari peraduannya. Ah, menjelang musim dingin seperti ini, adalah penampakan yang sangat menakjubkan saat menatap sang surya.

Mengayuh sepeda hitamnya, perempuan itu menyusuri jalan utama kampusnya, menuju gedung tempat kuliah bahasa akan berlangsung pagi itu. Sempat ditatapnya kemerah-merahan daun pohon sakura di sepanjang jalan utama kampusnya. Juga dengan tebaran daun-daun yang berwarna coklat di atas tanah di sekeliling jalan itu. Khas suasana musim gugur. Suatu masa aku akan merindukan suasana musim gugur ini, pikir perempuan itu. Tentu saja, tidak selamanya perempuan itu akan berdiam di negeri yang cantik ini. Suatu saat dua musim negeri kelahirannya akan menjadi bagian dari perjalanan hidup perempuan itu selanjutnya. Maka, momen menatap kemerah-merahan daun sakura direkam kuat olehnya.

Setengah hari itu dilaluinya dengan biasa. Setelah menyelesaikan kuliah paginya, perempuan itu menuju tempat aktivitas sehari-harinya dikampus, di ruang komputernya, tempat perempuan itu berjibaku dengan penelitiannya. Perempuan itu sedang tegang, Hari itu juga laki-laki tercintanya sedang menanti sebuah kabar yang penting. Entah hasilnya membahagiakan hati atau akan menyisakan tangis. Perempuan dan laki-laki itu hanya berharap sebuah keberkahan yang terbaik, untuk usaha maksimal dari laki-laki terkasihnya.

Belum ada kabar, begitu cerita laki-laki terkasihnya di ruang chatroom. Perempuan itu tahu, mereka selalu berbagi pelukan, di antara kegembiraan dan kesedihan yang silih berganti menyapa mereka. Tapi, hari itu, laki-laki itu sedang berada jauh dari apartemen mereka. Maka, perempuan itu hanya menyisipkan sejumput doa setelah sholat dzuhurnya, semoga Sang Pemberi Kebahagiaan memberikan seulas senyum untuk laki-laki tersayangnya di hari itu.

Perempuan itu menyarankan laki-laki itu menghubungi temannya, seorang laki-laki yang mengikuti tes yang sama. Mungkin pengumumannya ditempel, urai perempuan itu. Maka, dari seorang teman, laki-laki itu bisa mendapatkan nomor handphone temannya.

Bersamaan dengan itu, perempuan itu mendapatkan kabar baik dari seorang temannya, seorang laki-laki yang sedang menyelesaikan pendidikan doktor di universitas yang sama dengan laki-laki terkasihnya. Tak percaya, akhirnya kabar baik itu sampai jua kepada perempuan itu.

Alhamdulillah sayang, semuanya lolos, begitu cerita laki-laki itu, sesegera laki-laki itu mendapat berita kabar baik dari temannya. Dan bahagia melingkupi segenap hati perempuan dan laki-laki itu. Maka, akan dimulailah perjuangan lain laki-laki itu.

Sang Maha Cinta, terima kasih untuk sebuah senyum yang Engkau anugerahkan untuk laki-laki tercintaku. Dan tolong tetap mudahkan dan lancarkan perjuangan selanjutnya dari laki-laki terkasihku. Doa penutup siang di hari itu, dari perempuan itu, untuk laki-laki tercintanya, di ujung sana.

@lab, in the autumn, Nov 2009

Dedicated to my husband: InsyaAllah, Allah will give his hands to help us.

Iklan

7 pemikiran pada “Doa Senyum untuk Laki-Laki itu

  1. selamat jeng…selamat ber sama2 merengguk kasih dan ilmu di negeri Jepang….semoga Allah selalu melimpahi kebersamaan dan kebahagiaan….


    fety: amin untuk doanya mbak wieda..

  2. Betapa bahagianya…
    Berarti suamimu akan ke negeri Sakura juga?


    fety: mas, alhamdulilah udah di Jepang, Bu. Alhamdulillah juga udah lulus ujian masuk untuk program Phd. Mohon doanya untuk kami, Bu.

  3. Wah, komenku menghilang. Piye iki to! Yang penting, suamimu akan jauh lebih bahagia lagi….


    fety: hi..hi..gak menghilang bang, ntah kenapa komennya dianggap spam:) udah diapprove..makasih untuk komentarnya

  4. Kebahagiaan seorang sumai/istri adalah ketika pasangannya memberikan perhatian yang ditunjukkan, baik dengan kata2 verbal maupun dengan tulisan. Luar biasa! Betapa bahagianya suamimu dengan kata2 ini….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s