Konfigurasi modem ADSLPPPoE dan Cerita-Ceritanya

Pindah ke apato baru, berarti berurusan lagi dengan permasalahan instalasi internet. Di apato yang baru, kami masih menggunakan provider yang lama, tapi karena di apato baru sudah ada layanan menggunakan fiber optik, selain dengan alasan murah, aku dan suami akhirnya sepakat untuk menggunakan layanan ini. Awalnya sih mikirnya, settingannya akan sama dengan settingan ADSL yang kami gunakan sewaktu masih di asrama Chiba Univ.

Sudah merasa gak enak setelah dikirim seamplop besar cara instalasinya beserta cd untuk menginstal program yang diperlukan. Di panduannya hanya tertulis, program tersebut bisa digunakan hanya di Windows dan Mac. Tapi, suami menenangkan: ntar kita coba dulu, gak ada yang gak bisa di Linux.

Kekhawatiranku terjadi juga. Setelah proses instalasinya selesai, walaupun Network Connectionnya sudah diutak-atik, tetap aja internetnya gak bisa terkoneksi. Akhirnya, kita mempersilahkan petugasnya untuk pulang dan berjanji akan menelepon klo ternyata tetap bermasalah dan akan mengganti layanan yang baru.

Setelah petugasnya pulang, berdua dengan suami, proses utak-atik itu dilanjutkan lagi. Di Ubuntu Jauntyku, sama sekali tidak bisa terkoneksi. Suami yang menggunakan dual booting di laptopnya, Ubuntu Hardy dan Windows Xp, juga mencoba utak-atik. Reaksi Ubuntu Hardy sama dengan Ubuntu Jauntyku. Sedangkan di Windows Xp, karena tidak support bahasa Jepang, juga tidak bisa dibaca petunjuk-petunjuknya.

Ternyata gak enak juga jadi kaum minoritas:D Akhirnya kepikiran untuk menelepon seorang teman yang pernah bercerita menggunakan Ubuntu dengan layanan yang sama sewaktu masih tinggal di apato yang sama dengan apato kami. Dari beliaulah, akhirnya aku mengerti kalau secara fisik layanan internet kami yang lama dan yang baru benar-benar berbeda. Dan, solusinya kata beliau adalah dengan menginstal pppoeconf.

Alhamdulillah, dulu pernah menginstal program ini, dan juga masih menyimpan petunjuk konfigurasinya di hardisk. Alhamdulillah berhasil ketika dicoba di laptopku dan laptop suami.

Pagi ini, kepikiran untuk membawa laptop ke kampus karena harus mengerjakan sesuatu di laptop itu. Ndilalah, ketika kabel internetnya sudah dipasang, tetap aja koneksi internetnya tidak bisa dilakukan. Malah di Network Manager muncul tulisan “device not managed” dibawah tulisan “wired connection”. Padahal sewaktu awal menginstal Jaunty, untuk mengganti Hardy di laptopku, aku juga melakukannya di kampus, dan setelah menginstal Jaunty koneksi internetnya baik-baik saja. Kayaknya, aku melakukan kesalahan ketika menginstal pppoeconf kemarin, karena mengklik semua tombol “Yes” yang memang diberikan secara default.

Sudah kebayang untuk menginstal ulang Jauntynya, tapi kok rasanya berat banget karena beberapa program sudah terinstal. Akhirnya googling aja di mbah google. Setelah hampir 2 jam berulang kali mengetikkan keyword yang di google, aku menemukan link ini.

Di Jauntyku, aku coba cara pertama. Secara ringkas, langkah-langkahnya sebagai berikut :

1. Ketik di terminal sudo gedit /etc/NetworkManager/nm-system-settings.conf, akan muncul tulisan seperti ini :

[main]
plugins=ifupdown,keyfile

[ifupdown]
managed=false

ganti “false” dengan “true”

2. Ketikan di terminal sudo /etc/init.d/networking start lalu restart komputer

3. Setelah restart, aku cek lagi Network Managernya, di samping tulisan “wired connection” sudah tercentang. Restart ini penting dilakukan karena sebelum dilakukan restart, di Network Managernya tulisan “device not managed” itu tetap ada walaupun sudah dilakukan langkah 1 dan 2.

Ketika aku coba mengakses http://www.google.com melalui Mozilla, alhamdulillah akhirnya internetnya bisa diakses. Beginilah jadi kaum minoritas, tapi jadi belajar banyak hal. Tapi, jadi ingat kata suami: gak ada yang gak bisa di Linux🙂

@lab, summer, Sept 2009

5 thoughts on “Konfigurasi modem ADSLPPPoE dan Cerita-Ceritanya

  1. Ping-balik: Mengaktifkan Icon Network Manager pada Ubuntu 10.04 « Fety

  2. pengetahuan IT ku minim banget. boleh dibilang gapteklah…. pengen banget belajat. tapi ga tau mau mulai darimana, n bingung mau belajar dari siapa. orang2 ko’ kayaknya ud pada sibuk dengan dunia dan dirinya masing2. some body help meee………

  3. Luar biasa. Beruntung sekali punya suami yang mahir ngutak utik komputer. Suamiku budayawan.

    Terima kasih ilmunya. Beberapa teman di kotaku sudah mulai pindah ke linux. Saya jadi ingin sekali belajar.

    Salam kenal.

    fety: ayo, bu, belajar:)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s