Sisi Lain Jepang: Beginilah Kuliah di Jepang

Aku sudah mengikuti kuliah hampir dua minggu. Pengalaman pertamaku mengikuti kuliah di negeri orang, dengan bahasa asing pula. Bercampur aduk perasaan-perasaan yang ada di dadaku. Aku senang, akhirnya selesai juga masa sebagai research student, dan bisa lolos ujian masuk universitas. Aku sebal, karena enam bulan belajar bahasa rasanya tidak berarti apa-apa. Aku tetap tidak bisa mengikuti kuliah dengan baik, apalagi kalau sang sensei sudah menjelaskan sesuatu di papan tulis dengan mencatat sedemikian banyak ‘huruf-huruf aneh’.

Aku mencoba mengerti keterangan sang sensei, kadang. Aku memperhatikan baik-baik. Apalagi kalau sang sensei menggunakan slide bahasa Inggris, aku bisa mencerna materi kuliah. Tapi, kalau sang sensei menggunakan silde bahasa Jepang, menerangkan dengan bahasa Jepang, dan menulis di papan tulispun juga dengan menggunakan bahasa Jepang, aku sama sekali tidak mempunyai ide untuk bisa mengerti apa yang diterangkan sang sensei. Bertanya kepada teman yang lain, aku jelas tidak bisa melakukannya. Semua kelas yang aku ikuti adalah kelas kecil. Jumlah mahasiswanya pun bisa dikategorikan sedikit.

Tentu aku akan membuat berisik, jika aku melakukan hal itu. Padahal di Jepang, berisik adalah sesuatu hal yang dilarang. Lihatlah di dalam kereta api, bus ataupun kendaraan umum, hanya ketenangan yang bisa ditemukan di sana. Juga ditempat-tempat umum, jarang ada keberisikan yang tidak perlu.

Akhirnya, inilah yang kulakukan kalau aku tidak mempunya ide di kepala bagaimana mengerti materi kuliah yang disampaikan oleh sang sensei: membaca novel selama kuliah berlangsung. Yang aku lakukan tentu saja akan mendapatkan tatapan aneh dari teman kuliah. Teman-teman kuliahku begitu serius dengan kuliah sang sensei dan aku membaca novel:) Dua hal yang bertolak belakang, bukan. Tapi, aku melakukan hal yang bermanfaat bukan? Dan yang terpenting adalah aku tidak mengganggu orang lain.

Tapi, aku adalah mahasiswa yang bertanggung jawab dengan pilihanku untuk kuliah di negeri sakura ini. Setelah kuliah, aku akan menghampiri sang sensei. Menanyakan buku-buku penunjang dalam bahasa Inggris yang beliau gunakan atau meminta soft file slide kuliah untuk ditranslate di rumah, itu yang aku lakukan. Capek, tentu saja. Kerja dua kali, yah itu betul. Tapi, setidaknya aku punya idealisme mengapa memilih kuliah di Jepang. Dan aku sepakat dengan nasehat ibuku setiap aku menelepon beliau, sekedar mencari semangat: menikmati semua hal yang mesti dilewati, juga termasuk ketika kuliah, walaupun tetap saja rasa sebal masih mendominasi. Tapi, setidaknya aku punya hiburan saat aku benar-benar tidak mempunyai ide untuk tune in dengan keterangan sang sensei: membaca novel:)

Dilarang protes yah:)

@ spring, Mei 2009

33 thoughts on “Sisi Lain Jepang: Beginilah Kuliah di Jepang

  1. Wihh kak keren, ceritanya menarik. aku juga pengen kuliah di negeri sakura. Kak, ada tips gaa utk dpt beasiswa.
    harus pinter banget ga sih kak? Hehe skrg pasti udh lancar dong bhs jepangnyaa😉

  2. Artikel yang ngebahas tentang Jepang emang jarang banget.
    Jika ada waktu senggang saya selalu mencari artikel berisi tentang Jepang.
    Alhamdulillah nemu yang manarik juga.
    Bagus teh artikelnya.
    Apa orang indonesia yang satu kuliah cuma teteh aja?
    Mungkin saya pun jika diberi kesempatan melanjutkan studi ke sana (aamiin) akan merasakan hal yang sama seperti teteh.

    Tetap semangat teh, kalo bisa artikel tentang Jepangnya di update terus..

    Salam kenal,
    Feri.

  3. saya pengen banget lanjutin kuliah. atau kuliah kembali dengan jurusan baru di jepang…
    biasanya cara yang perlu disiapkan / tips dan trik nya bagaimana ?
    mohon bimbingannya ..🙂

  4. salam kenal mba🙂
    tetap semangat mba,,
    inget pepatah berakit- rakit ke hulu, berenang- renang ketepian
    doakan saya agar saya juga bisa menyusul kesana ya mba,amin..

  5. Akankah kesebalan itu akan kurasakan juga suatu saat nanti ketika baru “anyar” menginjakkan kaki ke Jepang,,, Hmm.. Masih menjadi misteri hohoho😀

    Terus berjuang Mbak,,, skrang sudah tahun 2010,,, tapi saya senang bisa komentar di sini juuga😉

    Salam smangat selalu

  6. mbak kuliahnya di universitas mana?
    kira2 pelajarannya susah2 ga?kayak mtk gitu susah ga.
    terus biaya hidup disana mahal ga?
    kalo kita mau ambil kuliah disana gimana caranya? terus, temen2 baik2 ga?
    (maaf banyak tanya)

    • saya kuliah di Chiba Univ. Bagi, InsyaAllah semua akan menjadi lebih mudah kita jalani saat kita memandang suatu saat semua yang kita pelajari akan berguna🙂

  7. ass…
    mba yg sabar ia pi klo kt pepatah bersusah-susah dahulu baru bersenag-senag kemudian hahahaha =D
    oia mba , gmana agar bisa kuliah dsana ttapi baru lulusan sma ?
    saya ingin skali ngmbil s1nya,,
    apa biayanya mahal ?
    trus dsana apa memungkinkan kuliah smbil krja /
    maap prtaanyaanya bnyak tp saya btuh sekali informasi itu ..
    makasihh ..🙂

  8. met malem mba…………….ywh….sabar aja namanya jg kulh di negri Orang…………….tapi Law da terbiasa udah enak…..ko………….

    oiy mba gmn ch…cara mw masuk kUliah di Jepang………….trz gmn Law Aku udh Masuk Kuliah ne universitas swasta terkemuka di Indonesia ini……skrg ku semster 2………….gmn caranya kalo aku mw ikut test Kulh disana.trz biayanya gmn…………..

  9. Semangat…semangat…..
    Memang sulit ya belajar di negara lain yang bahasa nasionalnya bukan bahasa Inggris. Sedangkan bahasa Inggris aja, yang TOEFL nya di atas 600, begitu sampai Amerika katanya juga bingung dulu selama 3 bulan pertama…selesai kuliah langsung kabur ke perpustakaan, agar bisa belajar lagi.

    fety: yah, bu. tetap semangat:)

  10. Usul: Cari teman yg barengan ngambil mata kuliah yg sama. Akrab-akrabin mereka. Ntar kalau udah selesai kuliah, bisa sekalian nanya sama mereka (sebenarnya bisa nanya sensei kalau nggak sibuk, tp yg namanya sensei itu sibuk banget)

    Dulu aku sangat terbantu dlm mengerjakan tugas2 kuliah dan bantuan didapat dr teman2 kuliah yg orang jepang.

    Ini bukan protes lho, cuma usul:mrgreen:

    fety: usulnya sudah dilaksanakan, terima kasih:) semester sekarang, mata kuliah yang kuambil semuanya sama dengan teman satu lab. Paling tidak, aku masih ngeh kalau ada tugas karena mereka yang ngasih tahu..he..he..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s