Dan Dimulailah Musim Dingin Pertama

Belum musim dingin sebenarnya, saat ini masih musim gugur. Daun-daun merah dari pohon-pohon sakura yang berjejer di sepanjang jalan utama kampus yang berbicara tentang itu. Berserakan memerah dan menumpuk di sepanjang tepi jalan. Tapi, tidaklah mengotori. Dengan sigap, “pasukan berbaju putih” (kalau di Indonesia pasukan berbaju oranye) yang kutemui hampir di setiap pagi membersihkan jalan utama itu, seakan berpacu dengan para mahasiswa dan dosen yang berlalu lalang berjalan kaki atau mengayuh sepeda.

Tapi, tidak bagiku. Suhu udara yang pada titik terendah beberapa hari ini pernah mencapai 11 derajat Celcius. Pakaian yang kugunakanpun juga bertambah tebal. Sebuah pakaian khusus musim dingin serta tidak lupa sebuah sweater tebal. Walaupun, beberapa nada heran disertai dengan pertanyaan “samui desu ne” dari orang jepang atau “fety kedinginan yah” dari teman-teman mahasiswa Indonesia tapi aku tetap cuek dengan pakaianku. Yang penting tubuhku hangat. Bagi beberapa orang, terutama orang jepang, saat ini belumlah terlalu dingin. Dan bagi teman-teman dari Indonesia yang sudah beberapa tahun tinggal di negeri sakura ada saat yang lebih dingin yaitu hari-hari di bulan Januari. Nah, saat itulah sweater tebal belum layak digunakan.

Perlengkapan “perangku” menghadapi hari-hari menjelang musim dingin akan bertambah kala malam hari ketika pulang dari kampus menuju asrama. Sebuah masker penutup hidung dan sebuah sarung tangan tebal. Kebayangkan seperti apa diriku kala malam hari. Layaknya seorang ninja yang sedang mengendarai sepeda karena tinggal mataku saja yang tidak tertutupi. Tapi, hanya dengan seperti itu, hidungku tetap menjadi hangat dan tidak meler-meler atau mendengus-dengus menghalau dingin. Dan dengan kedua sarung tangan itu pula ujung-ujung jari tanganku tetap mampu memegang stang sepeda. Benar kata seorang teman, kangen dengan sinar matahari yang berlimpah di Indonesia. Jadi, kangen Indonesia benaran deh:)

Ah, menjelang musim dingin pertama.

@lab, Nishi-chiba, November 2008

Iklan

Satu pemikiran pada “Dan Dimulailah Musim Dingin Pertama

  1. halo fety… di jakarta juga sudah mulai ‘rajin’ hujan.
    walo pagi cerah, siang bisa mendadak mendung tebal.
    repotnya, jalan gatot subroto sudah mulai bolong2 lagi aspalnya.
    kalo hujan turun, bikin jalanan bertambah macet aja…
    mmmm… kangen juga sama macetnya jalanan jakarta nggak?

    fety: hmm, kalau macet kayaknya gak kangen tuh bunda:)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s