Catatan Pinggir (1)

“Kesan saya saat mendengar tentang Islam adalah Islam itu menakutkan”.

Hari ini kalimat itu kudapatkan dari seorang Jepang yang hendak ditempatkan di Indonesia selama kurang lebih 5 tahun yang akan datang.

Aku hanya diam. Berfikir. Ternyata ada PR besar umat ini. Menampilkan Islam bukan sebagai hal yang menakutkan, tapi hal yang santun, ramah dan menyenangkan.

Wajah Islam yang santun, ramah dan menyenangkan bukan didapatkan dari buku, tapi dari interaksi langsung dengan pemeluknya.

PR besar yang bukan hanya milik satu orang, tapi milik semua orang yang mengaku “Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allaah dan Nabi Muhammad adalah utusan Allaah”.

Jan 23, 2014

Celotehan Fatah (1)

Cat : Karena masih di masa istirahat, tapi ada banyak selintasan pikiran yang ingin ditulis, mohon maaf kolom komentar saya off-kan dulu.

Dialog 1

Situasi : Sehabis makan malam, jaket Fatah (27 bln) dan celananya basah kena kuah. Saya ingin menggantinya. Saat mengambil jaket dan celana, Fatah sudah menggambar di popoknya.

Saya : Fatah ganti celana yah
Fatah : *tdk menyahut sambil menggambar, tetap menuruti instruksi saya yang membuka celananya yang basah dan menggantinya dengan yang baru
Saya : sekarang ganti jaket
Fatah : iya..iya..iya.. (Gak..gak..gak..)
*sambil menghindar dan tetap menggambar di popoknya.
Saya : Ayo ganti popok yah
Fatah : Nanti dulu. Menggambar dulu. Ma.. Sinai yo (Gak boleh)
Saya : ~_~ ~_~

Dialog 2 :

Situasi : Fatah (27 bln) makan pagi disuapi ayahnya. Karena lagi gak am makan nasi, menu pagi itu saya buatkan bihun wortel brokoli. Karena sebelum bihun masak, Fatah sdh makan brokoli rebus aja, dia tidak mau memakan brokolinya. Tetapi, saya meminta suami memasukan wortel untuk suapan Fatah.

Suami : Makan bihunnya sama wortel yah?
Fatah : iya..iya..iya..
Saya : iya makan wortel yah, biar matanya bagus.
Fatah : iya..iya..iya..
Suami : Makan wortel yah, biar matanya tajam.
Fatah : iya..iya..iya..
Suami : Yah udah klo gitu matanya dipejam kuat-kuat sambil buka mulutnya aaaa (sambil mencontohkan membuka mulutnya lebar2 dan mata memejam. Maksud suami melakukan ini biar Fatah gak ngelihat wortelnya karena sebenarnya kalau wortel udah masuk ke mulutnya tetap akan dikunyah).
Saya : *tertawa ngakak*

2013 in review

The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2013 annual report for this blog.

Here’s an excerpt:

The concert hall at the Sydney Opera House holds 2,700 people. This blog was viewed about 44,000 times in 2013. If it were a concert at Sydney Opera House, it would take about 16 sold-out performances for that many people to see it.

Click here to see the complete report.

:. I.S.T.I.R.A.H.A.T .:

Istirahat dulu …

Tetapi tetap menjadi silent reader blognya Sondang (eserpe.wordpress.com), Fitri (bagindaratu.wordpress.com), Mbak Titi Esti (titiesti.blogspot.com), Indah (lafamilledewijaya.com), Bebe (bebenyabubu.com), Arman (armantjandrawidjaja.wordpress.com), Mama Neyou Javindra (nyonyasutisna.blogspot.com), Tyke (ndutyke.wordpress.com), Mbak Tya yang sekarang jadi teman di Chiba (ourwedjournal.blogspot.jp) danblog ibu-ibu lainnya. Semoga pemilik blog-blog favoritku tetap mempunyai insipirasi untuk mengisi blognya, sehingga aku punya bahan bacaan di satu semester tanpa bisa menulis dulu di blog ini :)

Fatah dan Teman (1)

Fatah (23 bulan) adalah anak yang membutuhkan waktu untuk beradaptasi saat pertama kali bertemu dengan orang. Mungkin sekitar 30 menitan, waktu yang dia butuhkan. Biasanya dalam waktu 30 menitan itu, dia hanya duduk di pangkuanku. Setelah 30 menit biasanya udah bisa beradaptasi, udah bisa disapa dan udah mau jalan-jalan sendiri.

Karena itu juga, Fatah senantiasa menangis di pagi hari kalau dititipkan di daycare. Fatah masuk daycare umur 6 bulan. Setelah kita liburan ke Indonesia sekitar 1 bulan di usia Fatah yang ke-10 bulan, dan masuk ke daycare lagi setelah dia usia 11 bulan, sampai dengan usia 20 bulan, Fatah mesti nangis saat ditinggal di pagi hari.
Baca lebih lanjut

Chiba City Koen and Museum of Science

Minggu kedua bulan Agustus kemarin, ada libur obon di Jepang. Libur obon ini biasanya berlangsung sekitar 4-6 hari. Sebenarnya di lab, kecuali untuk libur yang benar-benar merupakan tanggal merah, biasanya mahasiswa/i pasca sarjana tetap ke kampus. Nah, klo kata Prof-ku libur obon ini bukan libur resmi tapi biasanya semua orang mengambil cuti untuk libur saat ini.

Di progress report meeting minggu sebelumnya, kamu -aku dan teman-teman lab- sempat membahas tentang libur obon ini. Awalnya akau menanyakan tentang jadwal progress report meeting mingguan. Ternyata karena ada libur obon ini makanya progress report meeting minggu kedua bulan Agustus itu dibatalkan. Akhirnya sekalian aku bertanya dengan Prof-ku bolehkah klo aku gak ke kampus selama libur obon yang tahun ini dimulai antara tanggal 14-18 Agustus. If it is OK, I will go somewhere, Prof, kataku. Beliau setuju dan jadilah hari Kamis dan Jumat itu aku meliburkan diri. Fatah juga diliburkan dari daycare-nya. Suami bahkan libur dari labnya sejak hari Senin, 12 Agustus 2013.

Rencana besar selama libur obon ini kami ingin mengunjungi Chiba City Museum of Science dan ke Book Off, toko barang-barang bekas -tapi masih baru dan layak- di Chiba. Tanggal 14 Agustus, setelah Fatah tidur pukul 10 pagi-12 siang, kami ke Book Off. Dari rumah sekitar pukul 1 siang. Sengaja memilih waktu setelah Fatah tidur, biar enak acara keluarnya. Beriringan menggunakan sepeda, suami mencari jalan baru dengan bermodalkan GPS di hpnya. Alhamdulillaah sukses. Kurang lebih 30 menit bersepeda, sampailah kami di Book Off. Ternyata di sini urusan belanjanya cepat :) Mau langsung pulang hari masih agak sore sekitar pukul 3.30. Akhirnya, singgah dulu ke Taman Besar di kota Chiba (Chiba Koen) sekalian jalan menuju pulang ke apato.

Baca lebih lanjut

Dua Hari Satu Malam Tanpa Fatah

Tanggal 1-2 Agustus kemarin, adalah dua hari satu malam tanpa Fatah yang kedua kalinya. Tahun lalu, juga sekitar di bulan Agustus (saat itu Fatah berumur sekitar 10 bulan), juga meninggalkan Fatah berdua saja dengan ayahnya di rumah selama dua hari satu malam untuk mengikuti kegiatan tahunan dari perusahaan pemberi beasiswa. Meninggalkan Fatah dengan ayahnya saja di apato, berarti mesti mempersiapkan banyak hal. Untuk urusan Fatah -mandi, ngasih susu, ngasih makan, nidurin, ganti popok-, suami sudah sangat terbiasa, bahkan sejak Fatah berumur 7 hari. Fatah juga cinta sekali dengan ayahnya, jadi meninggalkan Fatah dengan ayahnya, Insya Allaah akan baik-baik saja.

Yang perlu agak dipersiapkan adalah makanan untuk Fatah dan ayahnya selama dua hari satu malam itu. Artinya, isi kulkas mesti penuh, juga cemilan-cemilan Fatah mesti tersedia. Pulang dari kampus tanggal 31 Juli sore menjelang malam, aku mulai sibuk di dapur. Sekalian nyiapin untuk buka puasa hari itu. Yang aku siapkan untuk Fatah dan ayahnya adalah sambal goreng daging, sayur kuning ayam dicampur kacang buncis, dan kue cheese cake andalan.

Sekalian memenuhi janji dengan Bundo dan De, ini resep cheese cake andalan yang dibuat dengan blender. Tapi, jangan dibayangkan kuenya akan sebesar kue cheese cake biasa. Di dalam oven, kuenya akan mengembang, kemudian setelah dingin dia akan memadat. Kalau bagi aku, lebih enak dengan bentuk padat setelah dingin, apalagi ditambah kalau ditambah dengan olesan selai strawberry di atasnya dan di bawahnya cheese cake dialasi dengan roti yang dihancurkan. Bagi lidahku yang hanya kenal enak dan enak banget, resep ini menurutku enak banget :D

Baca lebih lanjut