[Serial LDF] Satu bulan pertama

Awal April 2014, ada sebuah perubahan besar dalam keluarga kecil kami. Adanya masalah studiku, dan diharuskannya si mas pulang ke Indonesia karena pekerjaan, membuat kami berhitung dengan banyak hal saat 6 bulan sebelum bulan April ini. Keputusan terbaik akhirnya adalah Fatah tetap bersama denganku di Jepang, dan mas pulang sendirian ke Indonesia serta menyiapkan segala hal sebelum kepulanganku dan Fatah. Hal yang sungguh berat apalagi dengan ketiadaan beasiswa. Alhamdulillaah ada tawaran part time job dari teman sebagai teman berdialog bahasa Inggris dengan mahasiswa/i di sebuah universitas swasta di Tokyo. Lumayan terbantu.

Satu bulan pertama belumlah terlewati, tetapi ada saja kejadian yang membuat hati dan pikiran menjadi tercurahkan. Capek, tentu saja. Tapi, memang mesti dilewati dan dijalani.

Minggu pertama bulan April. Fatah memasukkan mainannya ke dalam toilet. Akibatnya, air toilet tidak bisa mengalir dengan lancar. Kalau ada si mas, menangani hal kayak gini adalah hal yang mudah. Mas bukan orang yang penjijik, seperti istrinya. Sudah mencoba bertanya di grup orang-orang yang tinggal di Chiba. Ada beberapa solusi, yang pada akhirnya tidak ada satupun yang bisa aku lakukan. Akhirnya, aku pergi ke kantor pelayanan sehari-hari kompleks apato kami. Di sana, aku diminta menelpon jasa pembersihan apato, termasuk menangani masalah toilet ini. Alhamdulillaah, masalahnya selesai akhirnya di minggu kedua bulan April.

Baca lebih lanjut

Inspirasi-Inspirasi dari Takhta Awan (Shinta Yudisia)

Masih terpukau dengan buku-buku sejarah Islam, meski untuk membaca buku sejarah benaran otaknya masih perlu berdamai dulu :). Memberi banyak manfaat untuk pengalaman sejarah Islam di Mongolia. Menyisakan satu pelajaran hidup : kebaikan mesti terorganisasi bersama dengan orang-orang baik dan amanah, sehingga memberikan manfaat untuk umat. Menangis saat membaca bagian penutup buku ini, saat seorang Rasyidudin yang sudah meninggal dunia disambut dengan keheningan dan derai air mata para sahabatnya. Menjadi baik memang tidak mudah, tapi mesti dilakukan. Paling tidak, saat raga berpisah dengan nyawa ada sebuah kebaikan yang menjadi jejak ketika nama disebut.

###

Judul buku : Takhta Awan

Pengarang : Shinta Yudisia

Penerbit : Mizan (saya membeli dan membaca versi ebooknya)

Baca lebih lanjut

Rangkuman 99 Cahaya di Langit Eropa

Buku ebook kedua yang dibeli di gramediana. Buku pertama yang dibaca dengan disambi mengetikkan kata banyak kata kunci di google. Buku ke sekian yang meninggalkan banyak hikmah, tidak hanya di pikiran tetapi juga di hati.

###

Di tengah retorika teriakan jihad untuk memerangi negara-negara barat, kita dihadapkan pada suatu realitas : tidak ada satupun negara Islam yang mempunyai kemampuan teknologi untuk melindungi dirinya sendiri saat ini. (5)

Tetapi, buat saya sendiri, hakikat sebuah perjalanan bukanlah sekadar menikmati keindahan dari satu tempat ke tempat lain. Bukan sekadar mengagumi dan menemukan tempat-tempat unik di suatu daerah dengan biaya semurah-murahnya. Menurut saya, makna sebuah perjalanan harus lebih besar daripada itu. Bagaimana perjalanan tsb harus bisa membawa pelakunya naik ke derajat yang lebih tinggi, memperluas wawasan sekaligus memperdalam keimanan. Sebagaimana yg dicontohkan oleh perjalanan hijrah Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah. (7)

Perjalanan ini membuka mata cahaya bahwa Islam dulu pernah mjd sumber cahaya terang benderang ketika Eropa diliputi abad kegelapan. Islam pernah bersinar sebagai peradaban paling maju di dunia, ketika dakwah bisa bersatu dengan pengetahuan dan kedamaian, bukan dengan teror atau kekerasan. (8)

Perang memang tidak pernah menjadi jawaban untuk meraih kekuasaan. Yang ada hanya kehilangan. (74)

Aku berusaha membaca pesan yg tertera dalam kertas besar tersebut. Bahasa Jerman yg rumit membuatku lama berdiri menatapnya, berusaha menyerap arti kata per kata.
Syiar muslim di Syiria :
1. Tebarkan senyum indahmu
2. Kuasai bahasa jerman dan inggris
3. Selalu jujur dlm berdagang (90)

Baca lebih lanjut

Dialog sepasang suami istri (2)

Lanjutan dialog sepasang suami istri yang dulu juga pernah ditulis di sini.

###

Istri : Benar yah Mas, ujian menikah itu ada di umur pernikahan di tahun ke lima. Teman fey 2 org yang mengatakan mau bercerai saat umur pernikahan segitu. Alhamdulillaah sekarang baik2 saja.

Suami : Lah, kita udah berapa tahun menikah? *lempeng*

Istri : *ngakak* tahun ini 7 tahun, mas

###
Saat menelpon keluarga mertua lewat skype, dari dalam komputer terdengar ucapan : “Selamat ultah An. Selamat ultah, Mas”.

Istri : *berada di samping komputer* Yang ultah siapa, Mas.
Suami : *dengan wajah lempeng menatap istri*
Istri : Ya Allaah, besok hari lahir mas yah?:)
Suami : *manyun*

###
Malam sebelumnya suami istri begadang karena putra mereka kena influenza A. Sudah siang hari.

Istri : Mas, sekarang tanggal berapa yah? *melihat kalender* Eh, Mas, hari kan fey ultah! *setengah berteriak setelah melihat kalender, lupa dengan hari lahir sendiri*

Suami : *setengah bingung* Iya pura-pura lupa.

Istri : Mas, kan memang lupa *merengut*

 ###

Celotehan Fatah (2)

Coletahan Fatah di umur 28 bulan.

Kami sedang di klinik dokter. Dokter akan memeriksa mata Fatah.

Dokter : o meme *sambil mengarahkan senter ke mata Fatah*
Fatah : *bersikap tidak mau*
Ibu : Fatah, o memenya diperiksa yah.
Fatah : Ibu, o meme dame. O meme sekolah. Mata (ibu, o meme gak boleh yah. O meme itu di sekolah. Mata)
Ibu : *tak bisa berkata apa-apa* Iya, matanya diperiksa yah.

Saat di sekolah

Ibu : Tadi, makanannya oshii
Fatah : Ibu, oshii di sekolah. Enak.

Ibu : Iya, makanannya enak?

Fatah : Enak.

 

Saat di rumah

Ibu : Fatah, makannya duduk yah.

Fatah : *mulai duduk* (Kata) Sensei suwate.

Ibu : Iya, kalau di sekolah suwate. Kalau di rumah duduk. 

 
*Jyaaah, Fatah meniru ibunya yang beberapa kali mengingatkan dia untuk menggunakan bahasa Indonesia di rumah :D