Beranda > catcil > [SPIdJ] Anak-anak Indonesia dan Sekolah

[SPIdJ] Anak-anak Indonesia dan Sekolah

Catatan Pembuka: Masih lanjutan jurnal yang ini.

##

M : Febty, pengen punya anak berapa?

A : Kalau ingin sih 4 orang.

M : Oh yah? Kebanyakan orang Jepang sekarang hanya ingin punya anak satu orang. Soalnya biaya sekolah untuk anak itu besar sekali. Jadi kalau cuma punya anak satu orang, maka alokasi biaya pendidikan hanya untuk satu orang anak.

A : Tapi, bukannya SD di Jepang gratis?

Karena si M masih punya anak usia SD dan anak si A masih kecil, maka pembicaraan ini hanya berkisar untuk usia SD :)

M : Iya, sih biaya sekolah untuk SD memang gratis. Tetapi tetap ada biaya perbulan untuk biaya perkumpulan orang tua, biaya makan siang dan lain-lain. Perbulannya lumayan besar.

A : Di Indonesia tidak semua sekolah SD gratis. Masih ada biaya perenambulannya (baca: SPP). Saya dulu hanya bisa bersekolah di SD yang murah karena saya bukan anak orang kaya.

Mohon dikoreksi Bapak/Ibu Guru kalau saya salah dengan penjelasan di atas :)

M : Kalau begitu, masih ada donk, anak-anak Indonesia yang tidak bisa pergi ke SD?

A : Masih banyak karena mereka bukan anak orang berada.

M : Oh yah, sewaktu saya ke Bali saya menjumpai hal itu juga. Ada sebuah keluarga yang hanya anak pertamanya saja yang disekolahkan, yang lain tidak.

A : Iya, biasanya memang seperti itu.

A & M : *sama-sama diam*

@kampus, Jan 2012

Categories: catcil Tag:, , ,
  1. Februari 13, 2012 pada 6:48 PM | #1

    Fety,
    anak dan menantuku lagi pusing…
    Lha untuk pre school aja mahal sekali.

    SD Negeri di Jakarta masih murah, namun sekolahnya terbatas…sedangkan swasta muahaal…

  2. Februari 9, 2012 pada 4:49 PM | #2

    SD, SMP gratis, begitu SMA dan Univ kena deh bayar nya… Aku saja sekarang untuk 2 anak tidak yakin bisa menyekolahkan mereka ke SMA apalagi Univ. :( SMA pemerintah pun harus bayar kalau tidak salah 500rb yen pertahun. Belum tentu bisa masuk (harus lulus ujian). Nah kalau tidak bisa masuk, ya harus ke swasta deh… dan itu berlipat2 biayanya.
    Makanya biasanya sejak lahir sudah ikut asuransi pendidikan (dan aku terlambat tahu)

    Gaji tetap, harga naik terus, pajak naik, asuransi kesehatan… Mana bisa kaya sih di Jepang :)

    • Februari 11, 2012 pada 11:02 PM | #3

      wah baru tahu mbak klo segitu mahalnya SMA di Jepang. Alhmdllh Riku dan Kai udah ada asuransi pendidikannya, mbak :)

  3. Februari 8, 2012 pada 3:29 PM | #4

    wow, pengin anak 4 ya mbak? Saya sih pengin 2 aja, semoga cepet dapet amanah lagi. Kalau nambah anak itu selain mikir biaya pendidikan, juga mikir cari ART yang jaga hehehehe

    • Februari 11, 2012 pada 11:03 PM | #5

      he..he..itu ditanya klo ingin punya anak berapa mbak :)

  4. Februari 5, 2012 pada 7:12 PM | #6

    Kalau di Swedia, sekolah gratis sampai universitas mba, itu juga termasuk makan siang anak2 di sekolah. Tapi kebanyakan keluarga disini juga lebih milih punya anak sedikit 1 atau 2 aja soalnya apa2 harus urus sendiri apalagi biaya hidup yang cukup besar juga perbulannya..

    • Februari 11, 2012 pada 11:04 PM | #7

      oh yah, mbak. enak sekali klo begitu di Swedia. Tapi mmg Swedia negara denan GDP tertinggi di dunia yah.

  5. mauna
    Februari 5, 2012 pada 12:23 AM | #8

    sdh gratis sd nya aja msh enggan punya anak banyak yaaaa…

    tambah satu lagi mba biar ganjil..kan Alloh suka dg bilangan ganjil…hehe

  1. Belum ada trackback.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 62 pengikut lainnya.