[SPdIJ] Bahasa Jepangku
Catatan Pembuka : Di lab ada dua orang mahasiswa asing, aku dan satu lagi mahasiswa doktor dari Cina. Kami berdua sama-sama mempunyai kemampuan bahasa Jepang pas-pasan. Masih mendingan mahasiswa Cina tersebut. Dia lebih bisa membaca huruf-huruf kanjinya Jepang karena sebagian besar huruf-huruf kanji Jepang sama dengan huruf-huruf kanji Cina. Awal-awal berada di lab yang sekarang, aku menggunakan bahasa Inggris jika berkomunikasi dengan Sensei (baca: Prof). Nah, satu tahun terakhir, Sensei lebih sering menggunakan bahasa Jepang. Dengan bahasa Jepang yang pas-pasan, maka sering kali aku belepotan untuk menjawab atau menimpali pertanyaan/pernyataan Sensei. Selama ini Sensei tidak pernah mengatakan apapun tentang kemampuan bahasa Jepangku. Tetapi, di suatu sore beliau datang ke mejaku dan terjadilah percakapan ini.
Sensei (S) : Kemampuan bahasa Jepang Febty-san sekarang mengalami penurunan yah *tertawa sedikit*
Aku (A) : *tersenyum kecut dan menunduk*
S : Mungkin karena di Chibadai (baca: Chiba university) banyak orang Indonesia ya
A : iya kali Sensei *tetap tersenyum kecut*
Owalah, beginilah nasib orang asing yang berada di negeri yang di mana-mana lebih banyak menemukan huruf-huruf keriting daripada huruf romawi
Untuk menutup jurnal ini dengan kegembiraan, aku pasang aja award dari mbak Mayya

@kampus, Feb 2012
Yang Berkomentar