[SPIdJ] Kayanya orang Indonesia
Catatan Pembuka :
Mulai tahun lalu, aku memberanikan diri mengajar bahasa Indonesia bagi orang Jepang di sebuah kursus di dekat kampus di Chiba. Tentu saja kegiatan mengajar ini mesti dilakukan di sela-sela kuliah dan penelitian. Sampai sekarang ada tiga orang yang sudah menjadi muridku. Sekarang, aku mengajar seorang ibu yang sudah mempunyai anak usia SD sebanyak 2 orang. Selalu ada pandangan dan wawasan baru setelah bertemu dengan muridku ini. Maka, ingin kuabadikan hal itu di blog ini dengan jurnal-jurnal yang di awali dengan [SPIdJ], yang berarti Serial Perempuan Indonesia di Jepang
SPIdJ ini juga bercerita tentang kisahku yang lain bersama orang-orang Jepang yang lain.
###
Percakapan di bawah ini terjadi di suatu hari di sebuah tenpat kursus, saat aku (A) akan mengajar muridku (M) bahasa Indonesia.
M : Febty, orang Indonesia itu kaya yah? *dengan raut muka kagum*
A : Hmm, kenapa?
M : Sewaktu saya ke Bali, saya melihat sebuah keluarga yang membawa baby sitter, padahal kalau di Jepang gaji baby sitter itu mahal sekali.
Aku mahfum dengan pernyataannya karena memang rata-rata keluarga di Jepang tidak mempunyai pembantu dan pengasuh. Jika si ibu bekerja, maka anak-anaknya biasanya dititipkan di tempat penitipan anak.
A : Masalahnya di Indonesia gaji baby sitter itu lebih murah dibandingkan dengan jika kita menitipkan anak di tempat penitipan anak *menjelaskan dengan lempeng*
M : Masa sih? Memangnya gajinya berapa *raut mukanya tidak percaya*
A : Bla..bla *mulai menjelaskan gaji perbulan baby sitter dan biaya bulanan menitipkan anak di tempat penitipan anak. Alhamdulillah pernah survei tentang hal ini. Jadi, penjelasannya memang berdasarkan data yang akurat
* Selain itu, di Jepang juga banyak tempat penitipan anak milik pemerintahkan, jadi lebih murah biaya bulanannya.
M : Oh, begitu yah. Yah sih, di Jepang memang banyak tempat penitipan anak *dengan raut muka mengerti*
@kampus, Jan 2012
Yang Berkomentar