Sebuah cerita yang mengandung makna yang sudah lama muncul di pikiranku sejak setelah bermukim lebih tiga tahun di bumi sakura. Kemarin siang, aku menghadiri acara ibu-ibu di sekitar tempat tinggalku. Seluruh pesertanya adalah ibu-ibu dari Indonesia. Ini adalah acara bulanannya ibu-ibu Indonesia di tempat tinggalku.
Saat itu adalah waktu mengudap berbagai jenis snack yang dibawa juga oleh ibu-ibu yang hadir. Seorang teman yang baru dua minggu berada di Jepang, sebut sajalah mbak A, menyisakan sekitar tiga suap mie goreng di piringnya. Mungkin beliau sudah tidak berselera lagi mengunyah mie goreng tersebut. Entah bagaimana awalnya, seorang teman yang lain yang sudah sekiar 10 tahun menikah dengan orang Jepang dan sudah berputra dua orang, sebut sajalah mbak B, menegur mbak A yang menyisakan mie goreng di piringnya itu.
Saat melihat peristiwa itu, aku yang berada tidak jauh dari mereka berdua mencoba bersikap bijak.
Read more…
Cat : Tulisan yang diikutsertakan dalam lomba review website Cerita Anak Islam menjelang Idul Fitri 1432 H kemarin. Alhamdulillah berbuah hadiah kaset dan buku
Makasih mbak Rani. Diletakkan di blog sebagai arsip tulisan.
*****
Tahun ini di bulan Ramadhan 1432 H, Pengajian Muslimah Chiba (PMC) berencana mengadakan kegiatan anak dengan tema “Koempoel Bocah Ramadhan Mubarak 1432 H”. Kegiatan ini adalah lanjutan kegiatan anak dengan tema “I Love Ramadhan” di bulan Ramadhan 1431 H tahun lalu. Pengajian Muslimah Chiba (PMC) adalah perkumpulan muslimah, khususnya muslimah Indonesia, di Chiba, Jepang, yang mempunyai kegiatan rutin menyelenggarakan kegiatan pengajian untuk para muslimah di sekitar Chiba setiap bulan.
Mulai bulan Ramadhan 1431 H, PMC mengadakan kegiatan khusus untuk anak di bulan Ramadhan. Hanya satu hari saja kegiatan ini, dari pukul 09.00-12.00 JST. Paling tidak keberadaan kegiatan setengah hari di bulan Ramadhan ini menjadikan kenangan indah bagi anak-anak muslim/ah di tanah sakura tentang bulan Ramadhan.
Sama seperti tahun lalu, kegiatan anak “Koempoel Bocah Ramadhan Mubarak 1432 H” dibagi dalam dua kelompok anak, yaitu grup Al-Kautsar dan grup Ar-Rayyan. Grup Al-Kautsar diperuntukkan untuk anak-anak yang berumur 2-5 tahun sedangkan grup Ar-Rayyan diperuntukkan untuk anak dengan kisaran umur di atas 5 tahun. Bersama tiga muslimah yang lain, aku mendapatkan tugas menjadi pengajar di grup Ar-Kautsar.
Read more…
Dari blognya mbak akin yang sedang mengadakan giveaway dengan tema tentang sarung, akhirnya terdampar di blognya mbak orin yang juga sedang mengadakan giveaway dengan tema the sweetest memory. Ikutan lagi ah lomba yang sedang berjamuran di dunia blogger. Lumayan memaksa diri untuk terus menulis di blog satu-satunya ini. Maka foto di bawah inilah yang saya sertakan dalam lomba giveaway the sweetest memorynya mbak orin.

Read more…
Cerita kali ini bukanlah cerita tentang sarung asli Samarinda, tapi cerita tentang sebuah sarung sederhana yang sudah menemaniku selama 11 tahun lebih masa perantauanku. Sebuah sarung yang diberikan oleh ibu saat pertama kali aku akan merantau ke Yogya, selepas menamatkan bangku SMU di kota kelahiran. Bukan sarung khas kota kelahiranku, Bengkulu. Hanya sebuah sarung biasa.
Di keluarga besar nenek dari pihak ibuku, sangat jarang menggunakan mukena pasangan atas bawah saat menunaikan shalat lima waktu. Keluarga besar nenek dari pihak ibu lebih suka menggunakan mukena saja sebagai atasan dengan sarung sebagai bawahannya. Karena itulah, saat akan merantau ke tanah jawa, ibu juga membekaliku dengan dua lembar sarung kalau tidak salah sebagai bawahan untuk shalat. Sarung pertama yang berwarna merah jambu kugunakan sebagai bawahan untuk shalat setiap harinya selama kuliah lima tahun di Yogya. Sarung kedua yang berwarna agak gelap ini jarang kugunakan. Tentu saja, sarung kedua ini lebih awet dibandingkan sarung pertama.
Read more…
Yang Berkomentar