Berjualan

Walaupun sudah menginjak usia lebih dari seperempat abad, aku sama sekali tidak mempunyai pengalaman berjualan. Dulu saat awal-awal kuliah S1 pernah mencoba berjualan dengan bergabung di sebuah MLM. Tertarik melihat kesuksesan seorang mbak kos, maka mendaftarlah aku lewat si mbak kos.

Tapi rupanya rasa malu lebih banyak mendera. Terkalahkan juga niat dan keinginan untuk bisa meringankan beban orang tua membayari SPP kuliah. Akhirnya katalog MLM tersebut ikut menjadi onggokan bersama dengan tumpukan buku yang lain di dalam kardus.

Saat di milis bersama buku La Tahzan for Students membahas siapa saja penulis-penulis yang akan memesan buku, sejujurnya aku akan berkata bisa tidak yah berjualan buku. Hanya dalam hati. Maka, dengan niat ingin berbagi dilangsungkan jua keinginan untuk membantu berjualan buku. Tentu dengan jumlah yang paling minimal di antara rekan-rekan penulis yang lain. Tidak berani berjualan, itu alasannya.

Hanya 20 eksemplar buku saja yang kupesan. 5 eksemplar memang sudah diniatkan untuk diberikan secara cuma-cuma kepada beberapa orang. Itulah mengapa saat koordinator kami menyarankan untuk membantu menjualkan jatah bukuku dari penerbit di sekitar tempatnya tinggal dengan senang hati kuterima saran beliau. Lima belas eksemplar buku saja aku sudah mempunyai keyakinan tidak akan seratus persen akan terjual semua. Belum lagi kalau ditambah 1 eksemplar lagi. Lumayan pikirku untuk mengurangi jatah diri berjualan :)

Awalnya, aku tidak berani melakukan promosi di sekitar tempatku tinggal. Tidak percaya diri, itu lagi alasannya. Menengok perjuangan beberapa teman-teman yang berhasil menyelesaikan S2/S3 di sekitarku, rasanya pengalaman mereka bahkan melebihi cerita-cerita kami di buku La Tahzan for Students.

Tapi, akhirnya jadi juga promosi itu kulakukan. Kali ini niat berjualannya diubah: bukan untuk “bercerita” tentang pengalaman kami, tapi untuk berbagi hikmah kalau setiap orang mempunyai perjuangan masing-masing. Alhamdulillah akhirnya aku berani juga mengirimkan email promosi itu. Rasanya sungguh deg-degan. Rasa malu tetap mendominasi.

Di luar dugaanku, alhamdulillah ada banyak yang membeli. Aku sengaja memilih untuk memberikan langsung buku tersebut kepada para pembeli. Beberapa orang pembeli yang tinggal di Yokohama dan sekitaran Tokyo, aku usahakan untuk bertemu langsung. Sambil berkenalan dan menambah teman, pikirku. Alhamdulillah di bulan Februari ada beberapa agenda ke Tokyo dan sekitarnya.

Akhirnya, 15 eksemplar terjual sudah, alhamdulillah. Semuanya aku berikan langsung kepada pembelinya. Ternyata mencoba sesuatu yang baru memang harus dimulai dengan mengalahkan malu terlebih dahulu :)

 

@kampus, Maret 2011

 

 

About these ads

32 thoughts on “Berjualan

  1. teman-teman terima kasih untuk perhatian dan doanya. alhamdulillah kami baik-baik saja. maaf baru sempat membalas sore ini karena semalaman mengungsi di t4 teman.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s