Beranda > diary > 29 Desember; 3 tahun yang lalu

29 Desember; 3 tahun yang lalu

Dialog antara sepasang suami istri di bawah ini terjadi dalam kurun waktu sekitar 1-3 bulan setelah 29 Desember 2007.  Waktu itu mereka baru saja menggenapkan setengah dien. Latar belakang keluarga, budaya dan suku antara suami dan istri berbeda menjadikan mereka juga dua anak manusia yang mempunyai watak yang berbeda. Sunatullah bukan?:)

Istri : Mas, ngomong donk. *ungkapan ke sekian setelah si istri merasa telah mendominasi percakapan keseharian di rumah tangga mereka yang baru*

Suami : Ngomong apa? Topiknya apa? *masih dengan nada biasa saja*

Istri : Masa ngomong mesti makai topik, mas. Memangnya ini seminar? *sambil sewot dan diakhiri dengan ngambek*

Suami : @#$%^ *serba salah*

Sebuah situasi yang wajar, kalau dipikir saat ini, 3 tahun kemudian. Suami dan istri hanya bertemu satu kali dalam sebuah pelatihan hingga akhirnya sang suami mengajukan ajakan menggenapkan setengah dien. Keseluruhan pertemuan keduanya sebelum  tanggal 29 Desember 2007 hanya bisa dihitung dengan sebelah jari tangan saja. Pertemuan  pertama suami dengan bapak dan ibu sang istri terjadi saat proses lamaran. Bagi istri, lamaran adalah pertemuan pertemuan pertamanya dengan bapak mertua dan akad nikah adalah pertemuan pertamanya dengan ibu mertua. Semua terjadi karena jarak yang terbentang antara dua keluarga, dan sebuah idealisme yang tengah diusung oleh keduanya.

Keduanya bertumbuh, berkembang dan menjadi dewasa. Hingga tahun ini, 29 Desember 2010, juga sudah dipertemukan. Genap tiga tahun keduanya mengayuh biduk yang bernama rumah tangga melawan badai di lautan kehidupan.

Maka, dialog di atas hampir tidak pernah terdengar. Bergantilah dengan dialog seperti di bawah ini.

Suami : Tadi pagi mas di lab ngerjain bla..bla..

Istri : Oh yah mas, terus ngapain lagi?

Suami : ….. *melanjutkan cerita*

Atau …

Suami : Minggu depan, kegiatan mas bla..bla.. *menjelaskan agenda hingga beberapa minggu*

Istri : Ok, mas..

Atau …

Istri : Mas, lagi sedih ..

Suami : Coba cerita, sedihnya kenapa?

Istri : …. *bercerita hingga tuntas*

Maka, saat di sebuah forum si istri ditanya kepada siapa dia bercerita semua persoalannya, maka tanpa ragu si istri menjawab: kepada suami. Jawaban yang menuai tatapan ‘aneh’ dari teman-teman forumnya karena hanya dia yang mempunyai jawaban itu. Tapi, begitulah, keduanya memang sudah bersepakat untuk bercerita tentang apapun, sesepele apapun, sesederhana apapun. Karena keduanya merasa bahagia saat menjadi orang pertama mengetahui tentang pasangannya.

Masih banyak bilangan tahun ke depan yang mesti dilewati keduanya, InsyaAllah. 29 Desember akan selalu menjadi hari bagi keduanya untuk berkaca: apakah keduanya sudah menjadi pasangan terbaik untuk kekasih jiwanya? Sebuah pertanyaan yang jawabannya hanya milik keduanya.

@home, Dec 31 2010

29 Desember 2010 kali ini disyukuri dengan soto daging, tahu isi dan donat. Masih berdua saja. Alhamdulillah.

Categories: diary
  1. Januari 14, 2011 pada 5:20 PM | #1

    sekali lagi, untuk semua ucapan dan doa bagi pernikahan kami, makasih :)

  2. Januari 12, 2011 pada 1:36 PM | #2

    selamat ya mbk fety,semoga sakinah selamanya…amin

  3. Januari 12, 2011 pada 11:36 AM | #3

    29 des..

    ** ternyata sama sama sebuah peringatan hari yang sama denganku :)
    ,bedanya diacaranya

    semoga hingga di 29 des selanjutnya selalu bersama hingga ujung usia,semoga Allah Yang Maha baik memberkahi kehidupan kalian,amiiin..

  4. Januari 6, 2011 pada 9:23 PM | #4

    Selamat ulang tahun pernikahan yang ke-3 meskipun terlambat.

    Selamat atas kerjasamanya dengan suami. he he he …. masalahnya masih banyak pasangan yang usia pernikahannya sudah belasan tahun namun tidak mengenal suami/istrinya sama sekali. Hidup sendiri-sendiri, lebih percaya pada orang lain daripada suami. Dampaknya “dekat di mata jauh dihati”.

  5. Januari 5, 2011 pada 8:23 PM | #5

    Haiyah.. kelewat ucapannya. Selamat ulang tahun pernikahan ya mba Fety :) Semoga semakin sukses dalam pribadi dan keluarga, dunia n akhirat.. aamin

  6. Januari 4, 2011 pada 11:45 AM | #6

    Saya dan suami paling sering ngobrol waktu mau tidur, karena udah tersita dengan 3 anak :D

  7. Januari 4, 2011 pada 10:19 AM | #7

    ternyata waktu 3 tahun mampu merubah suasana ya :-D
    memang paling asik tuh cerita sama pasangan, ga ada rasa kuatir bakalan kemana-mana ceritanya hehehe

  8. Januari 3, 2011 pada 10:36 PM | #8

    selamat – selamat mbak..
    gaya menulisnya unik juga…
    sampai-sampai diawal sil mikir mbak menceritakan orang lain, eh ternyata…

  9. Januari 3, 2011 pada 7:37 PM | #9

    Wah, manis sekali.. selamat menjalani rumah tangga yang sudah menapaki angka ke 3 ini mbak.. :)

    semoga selalu diberkahi kebahagiaan dan setia satu sama lain… :)

    ikut seneng bacanya… moga tangisan si kecil segera menggenapi kebahagiaan pasangan ini.. :)

  10. Januari 3, 2011 pada 5:43 PM | #10

    Untuk semua teman-teman, sekali lagi, terima kasih untuk ucapan dan doa bagi rumah tangga kami :)

  11. Januari 3, 2011 pada 4:51 PM | #11

    tulisan yang menggelitik.. omong2 anniv saya tgl 27 desember, deketan :) oya, sepertinya banyak juga yg berbagi apapun dengan suaminya. Pernah saya obrolkan rahasia sm sahabat, dia malah bilang ‘tapi saya ga punya rahasia sm suami, jadi… ‘ -_-’

Comment pages
1 2 1268
  1. Belum ada trackback.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 62 pengikut lainnya.