Beranda > catcil > Pelajaran kecil dari Chibadaisai (千葉大蔡)

Pelajaran kecil dari Chibadaisai (千葉大蔡)

Tahun ini Chibadaisai diselenggarakan pada tanggal 4-7 November 2010. Tepat di saat musim gugur. Saat kuningnya hijau menjadi pemandangan indah di sekitar kampus Chiba University.

Chibadaisai adalah kegiatan tahunan di Chiba University. Saat Chibadaisai, aneka ragam pertunjukan diadakan. Bahkan, ada panggung utama di depan pintu masuk utama Chiba University. Juga banyak tersedia jualan makanan-makanan dari  negara-negara lain. Tentu, makanan Indonesia juga dijual di sini. Penjualnya adalah mahasiswa Chiba University yang berasal dari Indonesia.

Jumat, 5 November 2010, aku dan teman-teman lab berkeliling di arena Chibadaisai. Setelah mencicipi makanan Indonesia, China, Malaysia dan Jerman, kami berhenti sejenak sekitar 25 meter dari panggung utama. Hanya bercakap saja.

Tak berapa lama, di depan kami melintas sebuah sepeda. Sekitar satu meter dari jarak lintasan sepeda yang sudah lumayan jauh berada, seorang gadis bergegas. Membungkuk. Memungut sebuah benda hitam. Kukira itu adalah sebuah kamera saku.

Lalu, si gadis berusaha mengejar si pengendara sepeda. Si pengendara sepeda yang tidak menyadari barangnya jatuh, terus mengayuh sepedanya, menjauhi si gadis. Dan si gadis tidak berhenti mengejar si pengendara sepeda. Kuyakin niatnya hanya satu; mengembalikan barangnya yang jauh.

Sampai keduanya hilang dari pandanganku. Kulihat fragmen kecil itu dari tempatku berdiri.

@campus, Nov 2010

Categories: catcil Tag:,
  1. November 27, 2010 pada 10:47 AM | #1

    kayak difilm film neh..
    tapi untuk perjuangan sang gadis “twothumb!

    semoga bisa bertemu dengan yang dikejarnya dan mengembalikan yang bukan haknya.. :)

  2. November 21, 2010 pada 12:12 PM | #2

    subhanallah, ternyata perhatian banget ya…
    Semoga adegan itu bisa jadi pelajaran juga bagi kita :)

  3. November 19, 2010 pada 7:39 PM | #3

    Subhanallah, jujur sekali gadis itu, dan dengan gigih ingin mengembalikan kameranya,

    Ah, indah sekali di jaman seperti sekarang ini masih ada gadis berhati mulia seperti dia.. :)

    pelajaran berharga nih mbak..

  4. November 19, 2010 pada 4:04 PM | #4

    masih banyak orang yang baik.
    Semoga kamera tersebut bertemu pemiliknya, kalau pun tidak, si gadis sudah berusaha :)
    Nice posting, Mbak Fety.
    Salam hangat :D

  5. November 19, 2010 pada 11:33 AM | #5

    cap 2 jempol dech buat si gadis :D

  6. November 19, 2010 pada 11:01 AM | #6

    semoga si gadis bisa mengejar pengayuh sepeda ya…semoga kebaikan seperti itu akan tetap kita temui di negeri tercinta ini…

  7. November 19, 2010 pada 1:58 AM | #7

    hebat! salut untuk si gadis.. :)

  8. November 19, 2010 pada 12:18 AM | #8

    se7 banget … jempol dehhh -^^-

  9. November 18, 2010 pada 8:37 PM | #9

    bener banget…
    dari hal kecil kita bisa belajar banyak mbak…
    dan bahkan itu di sebuah negara maju seperti jepang…

    terimakasih sharing ilmunya mbak..
    semoga kita bisa mencontoh pelajaran kecil yang punya makna besar itu..

    met idul adha mbak fety..
    bagaimana idul adha di sana?

    • November 19, 2010 pada 7:09 PM | #10

      ttg idul adha di sini baca jurnal selanjutnya yah, isil :)

  10. November 18, 2010 pada 7:40 PM | #11

    Contoh kecil, dinegara yang sudah sedemikian maju ternyata kepedulian terhadap barang milik orang lain sangat tinggi.
    Kalau disini? mbak sudah tahu jawabannya…

  11. November 18, 2010 pada 7:04 PM | #12

    Ya …
    Saya yakin dia setelah ini akan ke kantor polisi terdekat
    mengantarkan hasil temuannya ini …

    Salam saya Mbak

  12. November 18, 2010 pada 6:53 PM | #13

    Klo di Indonesia udah gmana y nasib tuh kamera? hee …

    pengen membuat diri Kutu menjadi seperti itu dehh :)

  13. November 18, 2010 pada 6:47 PM | #14

    Wah…apakah masih ada org seperti di negara kita ini mbak?

    • November 19, 2010 pada 7:09 PM | #15

      InsyaAllah masih ada. yuk kita mulai dari diri kita sendiri aja.

  14. November 18, 2010 pada 9:27 AM | #16

    Hebatnya orang jepang ya Mbak Fety,
    mereka mau mengerjakan sesuatu utk kepentingan orang lain dgn ikhlas.
    salam

  15. November 17, 2010 pada 12:02 PM | #17

    Betapa senangnya jika orang masih menghargai milik orang lain….

  16. November 16, 2010 pada 10:35 AM | #18

    Selamat pagi sahabat tercinta

    Saya datang untuk mengokoh-kuatkan tali silaturahmi sambil menyerap ilmu yang bermanfaat. Teriring doa semoga kesehatan,kesejahteraan,kesuksesan dan kebahagiaan senantiasa tercurahkan kepada anda .
    Semoga pula hari ini lebih baik dari kemarin.Amin

    Dengan bangga saya mengundang anda untuk mengikuti K.U.M.A.T ( Kontes Unggulan Muhasabah Akhir Tahun ) di BlogCamp. Tali asihnya sih tidak seberapa tetapi sensasinya sungguh ruaaaaaarrrrrrrr biasa.
    Silahkan simak artikel pengantarnya dengan meng-klik.
    http://abdulcholik.com/2010/11/16/kontes-unggulan-muhasabah-akhir-tahun/

    Terima kasih.
    Salam hangat dari Markas BlogCamp Surabaya

  17. November 15, 2010 pada 12:45 AM | #19

    asal benar kamera saku itu milik si pengayuh sepeda hehehe. Aku sering dipanggil waktu turun kereta kalau saputangan atau payung ketinggalan.
    Bahkan sampai dikejar turun. Masih banyak kok org Jepang yang baik.

    EM

  18. November 14, 2010 pada 11:58 PM | #20

    semoga perjuangan si gadis mengejar sepeda tersebut kesampean..

    sama dengan fey, Bundo juga kagum dgn usaha gadis tsb.. klo Bundo udah deh, nyerah :)

  1. November 15, 2010 pada 10:06 PM | #1

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 62 pengikut lainnya.