Hari Senin dan Coklat Meiji

Bagi yang tinggal di Jepang, pasti akan mengenal coklat meiji. Coklat yang bisa dimakan oleh teman-teman muslim dan muslimah yang tinggal di Jepang karena coklat ini jelas-jelas mencantumkan nyuukazai atau elmusifiernya berasal dari bahan tumbuhan (kedelai). Di Jepang, keberadaan nyuukazai ini adalah salah satu yang agak riskan untuk dikomsumsi karena bisa saja berasal dari bahan hewani atau bahkan babi.

Sudah lama aku menyukai coklat. Pokoknya hampir tiap bulan aku membeli coklat ini, terutama kalau sedang datang si tamu bulanan. Aku membelinya di supermarket atau di koperasi mahasiswa di kampus. Di bandingkan di supermarket, aku lebih sering membeli coklat ini di koperasi mahasiswa di kampus. Selain rasanya enak dan ada kemasan kecil, harganya juga murah, hanya dijual 94 yen.

Rasa sakit di perutku karena kedatangan si tamu bulanan cukup terobati dengan mengemut coklat ini seharian. Kalau kata suami, mungkin juga karena sugesti pribadi, tapi bagiku mengemut coklat ini satu harian cukup bisa membuat badan kuat untuk tetap beraktivitas di kampus kala datang si tamu bulanan.

Selain saat si tamu bulanan sedang datang, hari senin adalah hari di mana coklat ini berada di backpackku. Mengemut coklat ini saat pelajaran berlangsung cukup membuatku tetap bisa berkonsentrasi. Bayangkan saja, hari senin adalah hari di mana aku harus mengikuti kuliah dari pukul 10.30 sampai pukul 17.30, kecuali jeda makan siang pada pukul 12.00-13.00. Ada tiga mata kuliah yang harus diikuti di hari senin di semester ini. Kuliah pertama berlangsung dari pukul 10.30-12.00. Kuliah kedua selama 3 jam, dari pukul 13.00-16.00 dan diteruskan dengan kuliah ketiga sampai pukul 17.30.

Yang lebih membuat aku harus mempunyai konsentrasi lebih adalah ketiganya disampaikan dalam bahasa Jepang. Padahal bahasa Jepangku masih sangat pas-pasan. Makanya, keberadaan si coklat dalam tasku cukup membantuku untuk bisa berkonsentrasi mendengarkan, mencatat dan mencari kata yang tidak dimengerti artinya di kamus. Mungkin suatu saat kalau sudah balik ke tanah air, aku akan merindukan coklat ini.

Itu caraku berkonsentrasi dengan kuliah-kuliah hari seninku. Untuk teman-teman yang kuliah di Jepang, ada yang punya pengalaman lain? Sharing yuk!

@lab, December 2009

About these ads

2 pemikiran pada “Hari Senin dan Coklat Meiji

  1. waduh, baru kali ini ada yang bercerita kalau sakit melahirkan tidak lebih sakit dibandingkan sakit bulanan :)
    dua kali melahirkan gitu semua, bu? mudah2an fety juga gitu nanti ah :)
    amiin..

  2. Hehehe…ada ilmu baru….penting di share ke teman-teman…
    Dulu, sebelum punya anak, saya juga kesakitan jika setiap kali kedatangan tamu bulanan. Tapi justru karena itu, sudah terbiasa menahan sakit, sehingga dokter dan suster saat saya melahirkan surprise kok saya tenang sekali, dan mengikuti petunjukknya. Lha sakitnya melahirkan (kebetulan saya tak ada masalah), lebih cepat dibanding sakit kedatangan tamu, yang bisa sampai 3 hari kelimpungan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s