[SPIdJ] Kayanya orang Indonesia

Januari 25, 2012 4 komentar

Catatan Pembuka :

Mulai tahun lalu, aku memberanikan diri mengajar bahasa Indonesia bagi orang Jepang di sebuah kursus di dekat kampus di Chiba. Tentu saja kegiatan mengajar ini mesti dilakukan di sela-sela kuliah dan penelitian. Sampai sekarang ada tiga orang yang sudah menjadi muridku. Sekarang, aku mengajar seorang ibu yang sudah mempunyai anak usia SD sebanyak 2 orang. Selalu ada pandangan dan wawasan baru setelah bertemu dengan muridku ini. Maka, ingin kuabadikan hal itu di blog ini dengan jurnal-jurnal yang di awali dengan [SPIdJ], yang berarti Serial Perempuan Indonesia di Jepang :)

###

Percakapan di bawah ini terjadi di suatu hari di sebuah tenpat kursus, saat aku (A) akan mengajar muridku (M) bahasa Indonesia.

M : Febty, orang Indonesia itu kaya yah? *dengan raut muka kagum*

A : Hmm, kenapa?

M : Sewaktu saya ke Bali, saya melihat sebuah keluarga yang membawa baby sitter, padahal kalau di Jepang gaji baby sitter itu mahal sekali.

Aku mahfum dengan pernyataannya karena memang rata-rata keluarga di Jepang tidak mempunyai pembantu dan pengasuh. Jika si ibu bekerja, maka anak-anaknya biasanya dititipkan di tempat penitipan anak.

A : Masalahnya di Indonesia gaji baby sitter itu lebih murah dibandingkan dengan jika kita menitipkan anak di tempat penitipan anak *menjelaskan dengan lempeng*

M : Masa sih? Memangnya gajinya berapa *raut mukanya tidak percaya*

A : Bla..bla *mulai menjelaskan gaji perbulan baby sitter dan biaya bulanan menitipkan anak di tempat penitipan anak.  Alhamdulillah pernah survei tentang hal ini. Jadi, penjelasannya memang berdasarkan data yang akurat :) * Selain itu, di Jepang juga banyak tempat penitipan anak milik pemerintahkan, jadi lebih murah biaya bulanannya.

M : Oh, begitu yah. Yah sih, di Jepang memang banyak tempat penitipan anak  *dengan raut muka mengerti*

@kampus, Jan 2012

Categories: catcil Tag:,

Shalat di Jepang

Januari 20, 2012 15 komentar

Terinspirasi oleh jurnal mbak Iin tentang bagaimana beliau sholat di Galway, ingin pula berbagi melalui blog ini bagaimana caraku menunaikan kewajiban lima waktu selama 3.5 tahun ini berada di Jepang.

Di Jepang muslim termasuk kaum minoritas, maka jangan bayangkan ada banyak masjid di setiap sudut negeri matahari terbit ini. Meskipun demikian, di beberapa kota yang mempunyai komunitas muslim yang agak banyak memiliki masjid. Di tempatku tinggal di Chiba, tidak ada masjid tetapi perkumpulan komunitas muslim di Chiba menyewa sebuah ruko yang difungsikan sebagai mushala. Alhamdulillah cukup memudahkan para bapak-bapak untuk menunaikan shalat jumat. Di tempat ini juga dijual beberapa kebutuhan sehari-hari terutama daging halal.

Read more…

Award dari Mbak Chita

Januari 16, 2012 7 komentar

Mbak Chita ini adalah istrinya teman suamiku. Jadi, suami Chita adalah teman dekat suamiku di kantornya di Indonesia. Walaupun belum pernah bertemu secara langsung, beberapa kali aku mampir di blog Chita dan juga mbak Chita kunjungan balik ke blogku,  seperti merasa pernah bertemu beliau di sebuah tempat :D Semoga memang suatu saat nanti kita bisa ketemu yah, Mbak.

Nah, jurnal kali ini adalah jurnak yang dipersembahkan khusus untuk mbak Chita karena dia memintaku bercerita beberapa hal pribadi melalui pemberian awardnya.

Ok, Mbak, ini PRnya :

1. What is your favorite teacher?

Bicara tentang guru favoritku, maka guru Bahasa Indonesia semasa SMUlah yang menjadi guru favoritku. Kedekatan yang dimulai karena kebisaan beliau mengemong dan menganggap semua murid-muridnya sebagai anak. Beliaupun sampai kini memanggilki dengan panggilan “Nak”. Karena nasehat beliau pula, aku punya keberanian untuk melanjutkan sekolah ke PTN melalui jalur PMDK. Nasehat beliau kala itu : “Berbuatlah terbaik di saat sekarang karena kita gak pernah tahu apa yang akan terjadi besok hari“. Terima kasih, Bu, untuk nasehatnya kala itu.

2. What is your favorite food? What is not?

Bagiku hanya ada dua kategori untuk semua jenis makanan : enak dan sangat enak :) Yang menjadi dikangenin sejak merantau adalah gulai tebu telor buatan ibu. (Mohon jangan ditanya ya bagaimana gambar tebu telor itu karena baru menemukan sayur itu di kota kelahiran di Manna :) )

3. Tell your memorable experience?

Pengalaman yang paling berkesan adalah saat menikah dan melahirkan Fatah.

4. What is your first love?

Maaf yah mbak Chita yang baik hati, pertanyaan yang ini gak usah dijawab aja yah  :D

5. What is your best friend?

Aku bukanlah tipe orang yang mudah percaya kepada orang. Satu-satunya orang yang mengerti saat aku bahagia, gundah gulana, sedih, kecewa adalah suami :)

Mbak Chita, PRnya selesai :)

@kampus, Jan 2011

Categories: catcil Tag:, , ,

[Serial Melahirkan] Sebulan dalam kenangan

Januari 3, 2012 27 komentar

Sebenarnya Hari Perkiraan Lahir (HPL) Fatah tanggal 14 Oktober 2011. Dengan pertimbangan ibu tidak ada teman di rumah  kami nanti karena suami juga masih mesti ke kampus dan di rumah sakit tempat aku melahirkan anggota keluarga dilarang menginap, maka kami mengundang ibu datang ke Jepang rencananya tanggal 25 Oktober 2011.

Tapi, Allah berkehendak lain. Didahului dengan pecah ketuban tanggal 30 September, akhirnya Fatah melihat indahnya dunia tanggal 3 Oktober 2011. Karena permasalahan pengiriman dokumen-dokumen untuk aplikasi visa di kedutaan Jepang di Indonesia dari Jepang ke rumah orang tua di Manna memakan waktu lebih dari perkiraan kami, akhirnya ibu baru sampai di Jepang tanggal 1 November 2011. Hal ini berarti, ada waktu sekitar sebulan, hanya aku dan suami yang mengasuh dan merawat Fatah di awal hadirnya dia di dunia.

Hmm, tidak akan membayangkan sebelumnya, hanya berdua merawat anak pertama di negeri orang yang notabene jauh dari keluarga besar. Di tengah-tengah urusan  kampusku dan suami pula. Karena ketiadaan bantuan, akhirnya aku mengajukan ijin tidak ke kampus selama sebulan dengan professor. Alhamdulillah ijinku dikabulkan.

Read more…

Categories: buah hati Tag:, ,

Syarat-Syarat Pengajuan Visa untuk Keluarga

Desember 30, 2011 8 komentar

Fatah lahir di tengah masa studiku. Karena itulah kehadiran ibu sangat penting di keluarga kecil kami untuk membantuku mengurus Fatah kecil. Ini pertama kalinya mengundang ibu datang ke Jepang. Sempat was-was dengan permasalahan visa, alhamdulillah akhirnya visa kunjungan selama 3 bulan untuk ibu bisa didapatkan.

Untuk info lebih lengkap tentang cara mendapatkan visa kunjungan keluarga ini bisa dengan mengunjungi tautan ini. Untuk kasus ibu, syarat-syarat yang kami siapkan adalah sebagai berikut :

  • Paspor ibu
  • Formulir permohonan visa dan pasfoto terbaru ibu (ukuran 4,5 X 4,5 cm, diambil 6 bulan terakhir dan tanpa latar, bukan hasil editing, dan jelas/tidak buram)
  • Foto kopi KTP (Surat Keterangan Domisili) ibu
  • Bukti pemesanan tiket ibu (dokumen yang dapat membuktikan tanggal masuk-keluar Jepang). Untuk kasus ibu dengan bantuan travel agent di Jepang tempat aku memesankan tiket pp Indonesia-Jepang untuk ibu, ibu hanya dibuatkan voucher tiket yang tidak akan dikenakan biaya potongan jika ada perubahan tanggal keberangkatan karena permasalahan visa yang belum selesai. Voucher tiket ini diganti dengan tiket benaran setelah kepastian visa.
  • Jadwal perjalanan (semua kegiatan sejak masuk hingga keluar Jepang)
  • Dokumen yang membuktikan hubungan keluarga antara pemohon dengan pengundang. Untuk kasus ibu, aku meminta ibu melampirkan akte kelahiranku.
  • Fotokopi dokumen yang bisa menunjukkan hubungan dengan pemohon, seperti kartu keluarga, akta lahir, dlsb. Untuk kasus ibu, kami melampirkan akte kelahiran asli dan fotokopinya.
  • Surat undangan.
  • Dokumen yang berkenaan dengan biaya perjalanan. Untuk kasus ibu, karena semua biaya perjalanan ditanggung oleh pengundang (dalam hal ini aku), aku juga menyertakan fotokopi buku tabungan 3 bulan terakhir, fotokopi alien registration aku dan suami (pihak kedutaan Jepang di Indonesia meminta fotokopi kartu alien registration bukan 300 yen shoumeshou) fotokopi kartu pelajar aku dan suami, fotokopi paspor aku dan suami, surat keterangan beasiswa aku serta surat keterangan RA dan baito suami.

Alhamdulillah pengurusan visa ibu lumayan cepat. Dalam waktu satu minggu, visa ibu sudah jadi. Untuk teman-teman yang tinggal di Jepang dan ingin mengundang keluarga, jika menginginkan contoh dari dokumen-dokumen di atas, dengan senang hati aku akan membantu dan mengirimkannya lewat email.

@rumah, penghujung 2011

saat-saat semua yang tercinta sudah terlelap

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 55 pengikut lainnya.