[SPIdJ] Bagaimana Kalau Ini Ada di Indonesia?

Mei 18, 2012 3 komentar

Suatu hari, aku (A) mengobrol dengan teman seruanganku. Seorang mahasiswa perempuan yang berkebangsaan Jepang (B)

A : Eh, tahun depan lulus yah?

B : Iya, tapi gak tahu nih bisa lulus atau gak? Kalau Febty-san?

A : Masih dua tahun lagi saya lulus. Saya mesti lulus karena saya sudah dapat beasiswa.

B : Saya juga dapat beasiswa.

A : Oh yah? Dari pemerintah Jepang?

B : Iya. Kalau Febty-san?

A : Dari perusahaan.

B : Beasiswanya mesti mengembalikan yah?

A : Oh tidak. Kalau B?

B : Oh, saya mesti mengembalikan setelah tamat nanti. Besarnya 10 ribu yen/bulan.

A : Oh yah, selama berapa lama?

Read more…

Categories: catcil Tag:, ,

[SPIdJ] Kisah Minyak Kayu Putih dan Minyak Zaitun di Jepang

Mei 18, 2012 1 komentar

Selama di Jepang aku sangat sekali menggunakan minyak kayu putih dan minyak zaitun terutama saat musim dingin. Minyak kayu putih untuk menghangatkan seluruh tubuh sedangkan minyak zaitun berfungsi sebagai pelembab tangan di saat musim dingin. Kedua minyak ini tentu saja tidak dijual di Indonesia, jadi mesti minta kirimin dengan orang tua atau meminta dibelikan oleh teman-teman yang liburan ke Indonesia.

Nah, ternyata bau kedua minyak ini tidak disukai oleh orang Jepang. Aku juga baru tahu karena aku sudah ditegur saat memakai kedua minyak ini. Kisah minyak kayu putih terjadi di rumah sakit, saat aku menginap di sana saat melahirkan Fatah. Saat itu, kakiku agak bengkak.

Untuk memberi hangat-hangatan ke kaki, aku membaluri kakiku mulai dari pangkal paha dengan minyak kayu putih ini. Lumayanlah membuat kaki terasa hangat. Tetapi, di suatu hari :

Bidan (A) : Eh, Febty-san pakai minyak itu yah *menunjuk ke arah botol minyak kayu putih*

Bidan ini tahu bau minyak kayu putih karena dia pernah liburan ke Bali beberapa kali.

Aku (B) : Iya, untuk hangat-hangatan di kaki saya.

A : Tolong dihentikan yah. Baunya sangat menyengat bisa mengganggu pasien lain.

B : I-i-ya *terbata-bata menjawab*

Lain lagi dengan kisah minyak zaitun. Ini terjadi di labku. Hari itu aku baru saja kembali ke kampus sehabis menyusui Fatah saat istirahat siang.

Asisten Profku (A) : Anu, Febty-san, sering sekali kan yah menggunakan pelembab tangan. Saya tidak suka baunya. Tolong diganti yah pelembab tangannya.

Aku (B) : E-e-h, tapi itu bukan pelembab kok. Itu minyak zaitun. Kalau musim dingin kuku tangan saya sering pecah-pecah makanya saya menggunakan minyak zaitun itu.

A : Iya, saya tidak suka baunya *keukeuh*

B : Ok *ngeloyor ke meja*

Padahal aku dan A ini tidak seruangan. Dia ke ruanganku kalau mau memanaskan makan siangnya di microwave atau membuat teh/kopi panas saja. Alhamdulillah sorenya aku pindah ke ruangan lain yang tidak akan dikunjungi oleh si A ini. Berarti minyak zaitun tetap bisa dipakai kan yah? :D

@kampus, April 2012

[SPIdJ] Baiknya Orang Jepang (2)

Mei 11, 2012 7 komentar

Masih ingat kisahku dengan petugas administrasi di kampus di jurnal ini? Jurnal kali ini bercerita kejadian yang hampir sama dengan jurnal tersebut. Masih terjadi antara aku (A) dan petugas administrasi kampus (B).

Awal bulan April hingga akhir April adalah jadwal registrasi mata kuliah di kampus. Registrasi ini dilakukan secara online dengan cara memasukkan mata kuliah yang ingin kita ambil melalui komputer-komputer yang terhubung dengan sistem jaringan kampus.

Karena aku masih punya beberapa mata kuliah pilihan yang belun diambil, di suatu hari, bersamaan dengan seorang teman, pergilah kami ke sebuah ruangan komputer yang disediakan untuk registrasi mata kuliah online ini. Sebenarnya, registrasi ini bisa dilakukan di ruanganku sendiri. Tetapi, pengalaman sudah mengajarkanku, mendingan ke ruangan komputer umum karena ada orang Jepang yang bisa ditanya jika kita melakukan kesalahan. Kesalahan-kesalahan ini sangat mungkin terjadi karena semua sistem yang terkait dengan proses registrasi (sistem registrasi itu sendiri, mata kuliah yang ingin di ambil, nama dosen pengampu, komputer yang terinstal) ini dilakukan seluruhnya dengan bahasa Jepang :(

Read more…

Categories: catcil Tag:, , ,

[SPIdJ] Buanglah Sampah Sesuai dengan Pesanan

Mei 4, 2012 8 komentar

Hari Selasa, 17 April 2012, di Chiba University adalah hari membuang sampah. Aku membaca hal itu melalui email yang dikirimkan ke seluruh mahasiswa/i di lingkungan fakultas sains beberapa hari sebelumnya. Di hari itu, di labku, seluruh mahasiswa/i diminta keikutsertaannya untuk membantu membuang sampah ini.

Sampah-sampah yang dibuang di hari ini adalah seluruh sampah-sampah seperti komputer atau printer atau mesin fax yang sudah rusak, kursi atau meja yang sudah tidak terpakai lagi, bekas stereofoam saat kita membeli alat-alat elektronik, botol-botol alat kimia dan barang-barang lain yang termasuk kategori bukan sampah botol atau sampah terbakar.

Di hari itu, seluruh anggota labku diminta berkumpul pukul 12.50 JST. Alhamdulillah bisa datang tepat waktu sehabis menyusui Fatah di sekolahnya yang mempunyai waktu tempuh 15 menit dengan sepeda dari kampusku.

Read more…

Categories: catcil Tag:, ,

[SPIdJ] (Bukan) Ibu yang Baik

April 24, 2012 Tinggalkan Komentar

Tetangga Indonesia di sekitar apato kami mengerti kalau Fatah baru bisa tengkurap sendiri di usia 5 bulan. Mungkin termasuk telat untuk ukuran anak-anak para tetangga kami tetapi kalau mengacu kepada buku What Expect the First Year tidaklah termasuk telat :) Nah, saat kumpul-kumpul di suatu hari dengan para tetangga di sekitar apato terjadilah percakapan antara aku (A) dan ibu B.

B : Eh, Fatah sudah bisa tengkurap? *sekarang Fatah berumur 6 bulan*

A : Alhamdulillah sudah bisa bolak-balik juga sudah bisa duduk dengan menyangga pada tangan beberapa detik.

B : Iya sih, Fatah udah sekolah yah.

A : *&%$*  *tersenyum kecut*

Hmm, tidak ingin bersuuzhon tetapi entahlah ada yang terlintas di hati dan pikiran “apa yah maksud pernyataan beliau”. Apakah karena Fatah hanya berada di rumah saja selama 6 bulan pertama kehidupannya maka kemampuan tengkurap Fatah tidak mengalami percepatan? Atau mungkin adanya percepatan kemampuan motorik kasar Fatah karena aku menyekolahkan Fatah di usianya yang masih 6 bulan bukan karena hasil stimulasi langsung dari aku sebagai ibunya? Hmm …

Oh yah, yang dimaksud dengan sekolah untuk Fatah itu adalah tempat penitipan anak di Jepang. Alhamdulillah bisa menitipkan Fatah di tempat penitipan anak punya pemerintah Jepang yang letaknya di depan apato kami selama ayah ibunya kuliah.

@kampus, April 2012

Categories: buah hati Tag:, ,

[SPdIJ] Saat Fatah Sakit

April 17, 2012 17 komentar

Minggu pertama bulan April 2012, Fatah sakit untuk pertama kalinya. Sepertinya sakit Fatah ini disebabkan oleh akumulasi bertemu dengan lingkungan baru karena Fatah mulai sekolah, Fatah mulai mengecap MPASI dan perubahan cuaca. Alhasil, suhu tubuh Fatah meningkat hingga lebih 39 derajat Celcius di malam Sabtu, 7 April 2012. Suhu tubuh Fatah setinggu itu kuukur saat jarum jam menunjukkan sekitar pukul 1.30 pagi. Akhirnya, malam itu segera mengompres Fatah dan dengan bantuan ayahnya, kami melakukan skin to skin contact.

Pagi harinya suhu tubuh Fatah masih berkisar di 38.8 derajat Celcius. Asumsi kami sebagai orang tua Fatah mau batuk pilek. Sebenarnya cukup merasa tenang jika penyebabnya batuk pilek, tetapi ada juga perasaan was-was demam ini disebabkan oleh suntikan BCG. Ada sedikit benjolan kemerah-merahan dengan isi sedikit nanah di suntikan BCG yang dilakukan di tanggal 22 Februari 2012 itu.

Tetapi, aku yakin suntikan BCG itu tidak apa-apa karena pernah melihat gambar yang ditunjukkan oleh petugas imunisasi kalau benjolan itu memang akan muncul di beberapa minggu setelah vaksinasi. Untuk memastikan penyebab demam tinggi yang datang tiba-tiba itu, akhirnya aku dan suami memutuskan membawa Fatah ke dokter hari Sabtu itu juga.

Read more…

Categories: buah hati, catcil Tag:, ,

[SPdIJ] Tumbuh Kembang Anak Bukan Ditentukan oleh TextBook

April 6, 2012 7 komentar

Ada sebuah percakapan sederhana yang membekas di hatiku saat Fatah berumur sekitar empat bulan. Percakapan tersebut terjadi antara aku (A) dan seorang petugas (B) saat dilangsungkannya pemeriksaan serta imunisasi BCG Fatah di Kantor Asuransi dan Kesejahteraan Kecamatan Inage (B)(保険福祉センター).

Percakapan inilah yang membuat aku akhirnya memiliki paradigma yang lebih kuat tentang keunikan setiap anak. Percakapannya kurang lebih seperti di bawah ini.

B : Dari hasil pemeriksaaan, secara keseluruhan Fatah-kun sehat. Ada yang mau ditanyakan Bu?

A : Iya, sampai usia sekarang Fatah belum bisa tengkurap sendiri. Gpp yah? *Ada rasa khawatir di hati kami saat umur sekitar 4 bulan Fatah belum bisa tengkurap*

B : Tidak usah khawatir, Bu. Di umur 4 bulan yang paling penting adalah kepala si anak sudah tegak saat ditengkurapkan. Fatah-kun kepalanya udah tegak. Dia juga masih umur 4 bulan. Tumbuh kembang setiap anak beda. Jangan bandingkan Fatah dengan apa yang tertulis di buku.

A : Oh gitu ya *senyum*

Entah mengapa meskipun sejak hamil sudah menanamkan di otak kalau tumbuh kembang setiap anak berbeda dan tugas orang tua hanya bertugas untuk menstimulasi anak, namun saat itu benar-benar merasa ‘terganggu’ karena di umur 4 bulan Fatah belum bisa tengkurap sendiri. Padahal beberapa kali membolak-balik buku What Expect the First Year juga disebutkan sampai dengan akhir umur 5 bulan (atau menjelang 6 bulan) si anak seharusnya sudah bisa tengkurap satu arah tanpa bantuan.

Jawaban dari ibu petugaslah yang akhirnya benar-benar kembali menyadarkan dan membuatku ‘waras’ bahwa tidak ada gunanya membanding-bandingkan anak. Setiap anak punya kepintaran dan kepandaian mereka sendiri.

Aku (dan suami) ingin senantiasa menjaga kewarasan ini hingga nanti tugas kami sebagai orang tua purna.

*Epilog : Akhirnya memang Fatah sendiri yang menjawab keraguan ayah ibunya. Dia bisa tengkurap di umur 5 bulan 7 hari :) *

@kampus, April 2012

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 62 pengikut lainnya.